KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
PENYERBUAN SERIGALA MALAM


__ADS_3

3 hari kemudian, Maung Bodas dan Bleta Bora mencoba menghubung Wijaya melalui telepati. Namun tak ada jawaban dari Wijaya membuat mereka khawatir tentang tuannya.


Apalagi setelah Maung Bodas dan Bleta Bora memberitahu pada Shintadewi. Semuanya menjadi kacau, Shintadewi benar-benar khawatir dengan anaknya Wijaya.


Shintadewi ingin mencari Wijaya ke kota julang emas namun ditahan oleh Jatmiko, karena akan sangat berbahaya masuk ke dalam kora julang emas. Apalagi Shintadewi adalah putri dari kerajaan Brabang Sari, pasti banyak pejabat kota julang emas menaruh curiga padanya dan bisa-bisa Shintadewi ditangkap.


"Yang mulia putri aku sudah mengirimkan telik sandi ke kota julang emas, kita akan tunggu kabar darinya," ucap Jatmiko menenangkan Shintadewi.


"Baiklah paman! aku akan menunggunya, aku yakin anaku tak akan mati semudah itu!" Shintadewi dengan raut muka khawatir


Di kota julang emas, pemimpin kota bernama Durasa sedang mengadakan rapat mengenai serangan malam 3 hari yang lalu menewaskan 500 penduduk termasuk pasukan berkuda emas neraka, balakosawa Sumitra, baladika adilaga Pokra trio naria astuci dan pemimpin bandit Dirga jaya.


Namun mayat trio naria astuci dan pemimpin bandit Dirgacitra yaitu Dirga jaya belum ditemukan, hal ini membuat wakil pemimpin bandit Dirgacitra bernama Citrabaya marah dan geram.


Sedangkan mayat Pokra telah ditemukan tanpa kepala oleh pasukan bargwa slira yang curiga, karena Pokra sudah satu hari penuh belum kembali setelah mengejar Wijaya.


"Gusti keadaan markas bandit menjadi kacau, sudah 3 hari yang lalu pemimpin belum kembali. Terakhir pemimpin pergi menuju toko naria astuci untuk merundingkan penyerangan desa Lembarawa. Tapi toko naria astuci juga sudah hancur luluh lantak dan trio naria astuci tidak berada ditempat," ucap Citrabaya dengan raut muka dan geram.


"Aku mengerti tentang hal itu. Kita juga telah kehilangan setengah kekuatan tempur kota julang emas, dengan kalahnya pasukan berkuda emas neraka."


"Ditambah baladika adilaga Pokra juga tewas, dan balakosawa juga tewas dalam penyergapan. Jangan sampai informasi tentang kematian para pejabat tinggi kota bocor keluar ini sangat berbahaya untuk keamanan kota."


"Menurut pasukan bargawa, ketika menemukan mayat baladika Pokra, orang misterius yang menyerang kota julang emas itu kemungkinan besar jatuh ke jurang perbatasan alas urip mokswa dan markas bandit Dirgacitra. Karena ada bekas langkah kaki dengan posisi menghadap kota julang emas tertinggal di tepi jurang." Jelas Durasa.


"Kita akan perkuat pertahanan kota julang emas, sebagai antisipasi jika ada penyerangan dadakan oleh pihak kerajaan Brabang Sari, jika informasi ini bocor. Aku akan mengerahkan 3000 anggota bandit untuk menjaga keamanan kota julang emas," ucap Citrabaya.

__ADS_1


Sementara itu telik sandi yang dikirim Jatmiko telah kembali ke Kadipaten Maung Bahari. Para pejabat tinggi kadipaten Maung Bahari berkumpul di markas baru, bekas markas jauhetu roksa di bukit batu karang.


"Gusti! hamba melapor, kondisi kota julang emas sangat kacau karena ada penyerangan yanh dilakukan orang misterius bertopeng, pasukan emas neraka tewas, baladika adilaga Pokra, balakosawa Sumitra menghilang, dan Trio Naria Astuci serta pemimpin bandit Dirgacitra, Dirgajaya menghilang." ucap telik sandi dengan berlutut satu kaki dan menundukan kepala.


"Bagaimana kondisi kota?" tanya Jatmiko.


"Keamanan kota di perketat, namun dari seragam yang dikenakan itu bukan pasukan kota tapi pasukan bandit Dirgacitra, penyeragan orang misterius bertopeng juga menewaskan 100 pasukan elite emas neraka, dan orang misterius yang menyerang jatuh ke jurang dekat perbatasan markas bandit Dirgacitra," ucap telik sandi.


"Bagaimana langkah selanjutnya yang mulia putri mahkota?" tanya Drona.


Shintadewi yang memimpin rapat mengelus dagunya, "Kemungkinan besar yang menyerang adalah pangeran Wijaya."


"Kalau memang begitu aku akan pergi mencari tuanku kesana," usul Bleta Bora.


"Aku menyetujuinya, bawa seribu pasukan bleta permoda, cari pangeran Wijaya sampai ketemu dan sisir jurang, jika bertemu pasukan musub langsung bunuh," ucap Shintadewi menyeringa jahat.


"Kita tidak akan melakukan pencarian sesungguhnya, ini adalah taktik paman Maung Bodas. Aku yakin anaku pasti selamat, tapi yang terpenting kondisi kota lemah, dan juga dengan pasukan bandit Dirgacitra di kerahkan untuk keamanan kota julas emas. Maka markas bandit Dirgacitra juga melemah meskipun kehilangan setengahnya."


"Aku akan membuat formasi yang lebih kuat dari formasi bintang binting, yaitu formasi karbara neraka. Pendekar setingkat mahasura inggil pun akan tewas seketika tersambar petir asura," jawab Shintadewi dengan raut muka penuh percaya diri.


"Lalu langkah selanjutnya bagaimana yang mulia putri mahkota?" tanya Jatmiko.


"Kita akan menyerang markas bandit Dirgacitra!" ucap Shintadewi.


"Apa!" teriak Drona, Bleta Bora, Jatmiko dan Maung Bodas serentak.

__ADS_1


"Aku mengerti kekuatan tempur kita berkurang sangat banyak setelah melawan siluman jauhetu rota, tapi dalam peperangan kita hanya butuh taktik dan strategi."


"Bleta Bora bawa pasukan bleta permoda 980 yang 20 lakukan pencarian terhadap pangeran, dan terbang ke sisi barat markas. Serang musuh dari atas secara serempak, sebisa mungkin menyerang dari jarak setinggi mungkin!, dan serang dari sisi barat!."


"Paman Maung Bodas, bawa 500 pasukan dan dua senjata bledog jurig dan serang bagian depan markas Dirgacitra, aku akan ikut bersama paman. Paman Drona dan paman Jatmiko, bawa satu bledog jurig, 500 pasukan Maung Lodaya serang dari sisi timur."


"Serangan pertama lakukan dengan bledog jurig, kita sudah tahu kemampuan senjata mematikan itu, sebisa mungkin jangan sampai banyak jatuh korban di pihak kita."


"12 ksatria penjaga bawa 100 pasukan bargawa yang sudah kita latih beberapa hari ini, untuk meningkatkan pengalaman tempur mereka dan bawa ke bukit yang berada di timur laut markas bandit Dirgacitra, aba-aba penyerangan jika Bleta Bora sudah menyerang pertama kali."


"Kita akan berkumpul nanti sore dan berangkat nanti tengah malam untuk menyergap mereka, operasi penyerbuan ini aku beri nama operasi Serigala malam!" perintah Shintadewi.


"Sendiko yang mulia putri mahkota!" ucap mereka berempat serentak lalu membubarkan diri.


Malam di Kadipaten Maung Bahari. Waktu sudah menunjukan hampir tengah malam, Pasukan Bleta Bora sudah terbang dahulu, pasukan Drona dan Jatmiko berangkat terlebih dahulu karena jalan menuju sisi timur markas Dirgacitra harus memutar sedikit melewati hutan perbatasan desa Banjaranyar.


Pasukan Maung Bodas dan Shintadewi berangkat meninggalkan Kadipaten Maung Bahari. Hanya menyisakan 100 pasukan yang berjaga di Kadipaten Maung Bahari itu pun pasukan yang baru di latih, pemimpin mereka bernama Abisastra di tingkatan Bintara inggil beramatia ksatria bimantra.


Setelah satu jam perjalanan, semua pasukan sudah berada di posisi serang masing-masing tinggal menunggu aba-aba dari Bleta Bora.


**Mohon maaf upate agak telat karena tangan lagi sakit.


Hari ini di usahakan update 3 chapter.


Dukung terus novel author dengan memberi like, komen dan gift.

__ADS_1


Jika suka klik favorit dan vote.


Mohon juga kritik dan saran yang membangun untuk novel ini**


__ADS_2