KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
MAPUTI AKSA (MATA PUTIH)


__ADS_3

Wijaya terus menghisap energi Qi dari Jatmiko, dengan tatapan tajam pada jatmiko. Karena energi Qi yang dimiliki wadah jiwa Jatmiko sudah penuh 100% proses penghisapan butuh waktu yang lama sampai hampir 2 jam belum terhisap semuanya.


Meskipun suatu energi di hisap sampai habis tidak akan menurunkan evolusi energi kecuali yang wadah jiwa yang dihancurkan.


"Sebentar lagi aku harus bertahan, demi melindungi orang-orang yang aku cintai!"gumam Wijaya dengan tangan masih menempel ubun-ubun Jatmiko.


Sementara Jatmiko sudah hilang kesadarannya, urat otot-otot di tubuhnya mulai mengecil seperti semula.


*POV Maung Bodas*


Dengan wajah khawatir dan dipenuhi rasa gelisah, Maung Bodas mondar mandir tidak jelas, "ini sudah lama, mengapa tuan belum kembali?, apakah aku harus menyusul dan membantunya?" pikir Maung Bodas masig terus mondar-mandir dan mengelus dagunya.


Maung bodas tersadar setelah Maung Citraksa memanggilnya, "Gusti Maung Bodas, bagaimana ini yang mulia prabu Wijaya Kusuma belum kembali sudah lama?, izinkan kami menyusul dan melihatnya gusti!."


"Sudah tetaplah kalian menunggu di sini, kita percayakan pada yang mulia prabu Wijaya, leluhur Maung Sanjaya yang sangat sakti mandraguna saja bisa di kalahkan, apalagi cecunguk seperti Lurai Jatmiko!" tegas Maung Bodas.


"Sendiko, gusti!" Maung Citraksa membungkuk hormat dan undur diri berbaur dengan para penduduk Maung Lodaya lainnya yang sedang beristirahat.


*POV Maung Bodas end*


Kembali ke Wijaya Kusuma.


Setelah hampir 4 jam akhirnya tubuh Jatmiko lemas lunglai jatuh ke tanah, Wijaya memapah tubuh Jatmiko dengan mengalungkan tangan Jatmiko pada lehernya sendiri. Lalu membawanya menuju pohon yang tidak tumbang, ketika terjadi pertarungan antara Wijaya dan Jatmiko.


Wijaya meletakan tubuh Jatmiko di bawah pohon dan menyembuhkan Jatmiko dengan ajian jagat saksana, kusuma jiwa.


Tubuh Jatmiko bersinar terang dengan aura kehijauan, luka-luka Jatmiko pun sembuh seketika tak ada bekas goresan sedikit pun bahkan tambah kencang dan awet muda.


Wijaya berjalan meninggalkan tubuh Jatmiko sejauh 50 meter di bawah pohon, menunggunya tersadar kembali.


Wijaya duduk bersila dengan sikap lotus, lalu memejamkan matanya, aura putih menyelimuti tubuhnya, dan melayang cukup tinggi 15 meter di atas tanah.


Segel bulatan kepala naga yang di kelilingi tujuh bulu berwarna merah, jingga, dan kuning muncul di dahi Wijaya, kemudian bertambah satu bulu berwarna hijau.


Tubuh Wijaya berputar cepat, angin menderu-deru diselingi petir-petir kecil dengan jarak radius 20 meter, sesekali petir besar menghantam tanah.

__ADS_1


SWUSH...SWUSH...SWUSH...


JDAAR...JDAAR...JDAAR...


Wijaya membuka matanya, kini pupil matanya berpupil putih di keliling tujuh tomoe berwarna putih juga, yang terus berputar mengelilingi pupil mata Wijaya yang berwarna putih.


Jatmiko yang sudah tersadar melihat Wijaya melayang berdecak kagum, "kekuatan yang luar biasa!, tunggu sepertinya mata itu aku pernah melihatnya tapi dimana ya? bukannya itu mata yang terlukis di kitab serat jiwa halaman terakhir?, maputi aksa ya maputi aksa."


Dengan energi Wijaya berevolusi menjadi energi tahap Qi, wadah jiwa chakra Wijaya naik menjadi 80%, mana naik 60%, chi naik 40%, dan wadah jiwa Qi terisi 20% energi.


Wijaya juga mengaktifkan ajian sagisaga yaitu ajian untuk membuat senjata dengan tingkat keberhasilan 100% jika dipadukan dengan maputi aksa.


Ajian sagisaga di bagi beberapa tahapan


Ajian sagisaga tingkat I : maputi aksa yaitu pengguna ajian bisa mengaktifkan mata berwarna putih yang mampu menembus benda padat apapun, persepsi pandangan bisa melihat jarak jauh bahkan tanpa titik buta.


Ajian sagisaga tingkat II : gamana katakawa yaitu pengguna ajian bisa menciptakan gravitasi pada tubuhnya sendiri dan target musuh yang masuk area serang pengguna, semakin besar wadah jiwa Qi semakin jauh pula jarak serangnya.


Ajian sagisaga tingkat III : pagila sabutanga yaitu pengguna mampu mengidentifikasi material untuk membuat senjata dengan bantuan maputi aksa dan bisa melihat tingkatan senjata.


Ajian sagisaga tingkat V : Zotsalira dewata yaitu pengguna melepaskan telapak dewa pada target, serangan telapak bisa jarak dekat dan jauh tergantung penggunaan evolusi energi Qi.


Ajian sagisaga tingkat Pamungkas : pagporma yaitu pengguna bisa membuat senjata dengan melelehkan material menggunakan Berdeva agni (api hijau) dan rune pembentukan yang sangat langka, pembuatan rune pembentukan di sesuaikan dengan imajinasi pengguna sebagai wadah cairan material bahan senjata.


BAM...BAM...BAM...


Wijaya Kusuma naik tingkatan Ksatria asor.


Wijaya Kusuma naik tingkatan Ksatria baharu.


Wijaya Kusuma naik tingkayan Ksatria Inggil.


Karena ledakan kenaikan tingkat Wijaya, muncul kawah di permukaan tanah berdiameter 20 meter kedalaman 10 meter.


Jatmiko menjatuhkan rahangnya, pasalnya Wijaya yang mengalahkannya hanya di tingkatan jagatama inggil, sedang Jatmiko suryarama inggil perbedaan yang sangat jauh bagaikan bumi dan surga.

__ADS_1


Melihat Wijaya naik tingkatan begitu mudahnya hanya dalam satu menit, Jatmiko rasanya ingin memuntahkan semua asam lambungnya sat itu juga.


Bagi pendekar di benua nusantara menaikan tahapan satu tingkatan saja butuh satu tahun bahkan lebih itu pun ditopang latihan yang konsisten serta sumberdaya yang cukup banyak dan optimal.


Angin yang menderu dan petir yang mengelilingi tubuh wijaya perlahan menghilang, tubuh Wijaya perlahan turun dari ketinggian 15 meter.


SYUUT...TAP...TAP...


Melihat Jatmiko yang mulutnya masih menganga, karena kekagumannya pada Wijaya. Wijaya terkekeh dan meledek Jatmiko, "paman cepat tutup mulutmu! takut nanti ada lalat yang masuk!".


Jatmiko pun tersadar dan terkekeh, "eeeeh, maaf aku lupa, aku lupa hehehe, karna kamu telah mengalahkanku mari kita pulang ke kediamanku untuk membicarakan kesepakatan selanjutnya," seru Jatmiko dengan menggaruk pahanya yang tidak gatal.


Hari pun sudah petang, matahari pun tenggelam pada pangkuan ufuk barat.


Keduanya pun terbang melayang kembali, melewati rumah penduduk supaya cepat sampai ke kediaman lurai Jatmiko.


Penduduk desa Lembarawa yang sudah kembali pulang ke rumahnya setelah bertani dan menangkap ikan kaget ada dua orang sedang terbang di atas atap rumahnya, mereka buru-buru masuk rumah takut ada serangan para bandit. Namun ketika salah satu turun di kediaman lurai Jatmiko, mereka tenang karna mereka mengenali bahwa itu adalah lurai Jatmiko.


Mereka berdua masuk, Wijaya duduk seperti sebelumnya di depan meja tugas lurai Jatmiko, "Baik, setelah aku mempertimbangkannya semua penduduk maung bodas bisa menetap disini, tak perlu melanjutkan syarat yang kedua. Namun untuk penempatan temlat tinggal aku belum bisa memutuskannya," Jatmiko dengan wajah yang serius.


"Tidak apa-apa paman, aku akan melakukannya ini juga tanggung jawabku sebagai calon pemimpin desa Lembarawa, aku tidak akan menarik kata-kataku!" tegas Wijaya.


"Bocah gemblung yang menarik," Jatmiko membatin, "ini adalah peta desa Lembarawa," Jatmiko memberikan peta desa Lembarawa


pada Wijaya Kusuma.


"Ini daerah yang di tandai silang merah pada peta apa paman?" tanya Wijaya penasaran.


Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.


mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.


Semoga para readers bisa menikmatinya.


Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.

__ADS_1


Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift, jika berkenan menyukai dan ingin terus melihat novel ini terus silahkan klik tombol favorit.


__ADS_2