Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 101


__ADS_3

Pemotretan dimulai dengan sepasang calon pengantin. Ya, Daffina dan Gavin di persilahkan lebih dulu melakukan foto prewedding. Sedangkan Daffa dan Sekar duduk di sofa bersama Aksa


"Mama cantik sekali ya Nak" ujar Sekar pada Aksa, ia menatap takjub pada Daffina yang cukup rileks saat di arahkan dengan berbagai pose


"Bunda juga cantik" ucap Aksa polos


"Ahh benarkah? Jadi lebih cantik mana, Bunda atau Mama?" tanya Sekar, ia seolah begitu tersanjung mendengar pujian dari bocah polos di sampingnya


Aksa menatap Daffina yang tengah berfoto bersama Papanya di ujung sana. Kemudian beralih, dan menatap Sekar yang menunjukkan senyum merekah kearahnya. Aksa melakukan hal yang sama berulang ulang. Sebab untuk memutuskan jawaban antara yang paling cantik diantara Bunda dan Mama, menjadi pilihan yang sulit untuknya


Melihat Aksa yang tak kunjung menjawab, membuat Daffa terkekeh kecil. Ia lantas memindahkan Aksa ke pangkuannya dengan hati hati, sebab ia takut jika pakaian serta aksesoris yang ia kenakan melukai anak laki laki tersebut. "Sudahlah Nak, bukankah Mama dan Bunda cantik semua?" ujar Daffa menengahi, sebab ia tahu Aksa pasti sedang bingung menentukan pilihan

__ADS_1


"Iya, Bunda dan Mama sama sama cantik" angguk Aksa


"Good boy" Daffa mengacak rambut Aksa dengan gemas


"Mas, kalau anak kita laki laki, mungkin dia akan se-menggemaskan Aksa ya" ucap Sekar ikut merasa gemas


"Tidak sayang, aku rasa akan berbeda. Sebab, Aksa adalah putranya Gavin, dan mereka adalah anak anakku. Jadi mereka pasti mirip denganku" ujar Daffa sembari mengelus perut istrinya


Sedangkan Daffina dan Gavin yang tengah melakukan foto sedikit merasa terkejut saat mendengar jeritan Daffa. Namun Daffina yang sudah terbiasa memilih acuh, dan kembali berpose sesuai arahan fotografer. Kilatan kamera tidak henti hentinya terlihat.


"Oke, sekarang, tangan kanan Nona letakkan di pundak Tuan, dan tangan kiri di dada Tuan ya. Sedangkan untuk Tuan, tangan Tuan boleh memegang pinggang Nona" ujar fotografer memberi arahan

__ADS_1


Untuk pose satu ini, entah mengapa Daffina sedikit gugup. Padahal ini bukan pertama kali untuknya berfoto bersama laki laki dengan pose seperti ini. Tapi entah mengapa untuk kali ini jantungnya benar benar berpacu lebih cepat


Gavin yang melihat kegugupan di wajah Daffina hanya tersenyum kecil. Diraihnya kedua pergelangan tangan Daffina dan ia tuntun untuk mengikuti arahan fotografer. Sesuai arahan fotografer sebelumnya, kini ia memegang pinggang Daffina dengan tatapan keduanya yang saling beradu. Untuk sesaat keduanya seakan tenggelam dalam tatapan satu sama lain.


"Perfect"


Seruan fotografer berhasil memutus tatapan keduanya. Daffina segera melepas tangannya dari pundak Gavin, dan sedikit menghela napas. Sebab dadanya benar benar seakan ingin meledak sekarang. Gavin yang melihat Daffina salah tingkah menjadi gemas sendiri, ia kemudian mendekatkan wajahnya, dan...


Cup


Satu kecupan berhasil Gavin berikan. Bertepatan dengan itu juga, blitz kamera kembali terpancar mengabadikan moment tak terduga tersebut. Jika Gavin terlihat biasa saja setelah melakukan aksinya, maka berbeda dengan Daffina yang terlihat terbelalak tak percaya. Ia menyentuh pipinya yang barusaja Gavin cium, ia lantas melirik Gavin yang justru tersenyum jahil kearahnya

__ADS_1


"Tidak apa apa, hitung hitung gladi resik saat sudah menjadi suami istri nanti, biar tidak kaku" ujar Gavin santai


__ADS_2