Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 94


__ADS_3

Daffa dan Tuan Riko tampak saling melirik saat mendengar ucapan dari laki laki didepan mereka ini. Lantas keduanya menghela napas bersamaan, sebab laki laki ini terlihat begitu to the point dalam menyampaikan maksud kedatangannya. Keduanya kemudian mengarahkan pandangan pada Daffina yang tampak mengusap usap punggung anak kecil yang saat ini bersandar di dadanya, keduanya terlihat begitu saling menyayangi


"Siapa namamu?" tanya Tuan Riko


"Gavin Deva Bumantara Tuan" jawab Gavin


"Apa yang membuatmu ingin menikahi putriku?" tanya Tuan Riko lagi


"Karena hanya dia yang bisa membuat putra saya merasa nyaman"


Lagi lagi Tuan Riko menghela napas. Kejadian yang hampir sama persis dengan cerita hidupnya barusaja ia dengar. Jika dulu ia menikahi Mama Carissa karena wasiat, dan tentunya karena kedua anaknya yang menerima Carissa dengan baik, maka laki laki di hadapannya ini akan menikahi sang putri demi kebahagiaan putranya


"Berapa lama kalian saling mengenal?" tanya Tuan Riko

__ADS_1


Gavin melirik Daffina yang sejak tadi hanya menjadi pendengar, kemudian kembali menatap calon ayah mertuanya "Tiga bulan Tuan"


"Dalam waktu tiga bulan, kau sudah berniat untuk menjalin hubungan serius dengannya? Dengar anak muda, seumur hidup itu lama, jangan sia sia kan waktumu hanya untuk seseorang yang sama sekali tidak kau cintai" ujar Tuan Riko, membuat Mama Carissa yang duduk di sampingnya hanya menundukkan kepala saat mendengar perkataan suaminya. Kata kata itu seakan mengatakan bahwa selama ini dirinya membuang waktu berharga sang suami dengan sia sia


"Bukankah cinta akan datang karena terbiasa Tuan, dan saya berjanji, cinta atau tidaknya saya kepada putri anda, saya tidak akan pernah menduakannya" ujar Gavin


"Tidak semudah itu Nak" ucapan Tuan Riko mulai melembut "Cinta memang datang karena terbiasa, tapi kau harus mengubur dalam cinta masa lalumu, agar bisa menumbuhkan cinta yang baru. Lalu sekarang, apa kau sudah mengubur cintamu untuk wanita di masa lalumu?"


"Saya belum mengubur masa lalu saya sepenuhnya Tuan, tapi saya berjanji kepada anda bahwa saya akan belajar untuk mencintai putri anda, sebagaimana dia yang sudah belajar untuk mencintai putra saya"


Tuan Riko diam. Ia ingat kata kata itu, karena ia juga sempat menanamkan kata kata tersebut dalam hatinya, saat ia akhirnya memutuskan untuk menikahi Mama Carissa. Ia menghela napas, dan mengeluarkannya secara perlahan. Semua kisah masa lalunya seakan kini berbalik arah, dan menimpa sang putri tercinta


"Kau yakin dengan semua ucapanmu?" tanya Tuan Riko

__ADS_1


Anggukan kecil Gavin berikan untuk meyakinkan calon ayah mertuanya. Sedetik kemudian, terlihat Daffa dan Tuan Riko yang saling melirik, kemudian mengangguk bersamaan. Sedangkan Daffina masih setia mengusap punggung tangan Gavin, karena ia tahu, laki laki yang masih belum mencintainya itu pasti merasa gugup dengan pertanyaan beruntun yang sempat di ajukan sang Daddy


"Lalu kapan pernikahan kalian akan di gelar?" kini giliran Daffa yang mulai bersuara


"Secepatnya, karena Aksa sudah sangat sering mengutarakan keinginannya untuk tidur bersama aku dan Daffina" ujar Gavin


"Dan kau menurutinya?"


"Kau tenang saja, aku tidak pernah menyentuh adikmu sedikitpun"


Daffa melepas tatapan tajamnya dari Gavin. Ia bernapas lega, karena setidaknya apa yang ia takutkan tidak terjadi. Ia lantas melirik kedua orang tuanya "Bagaimana Dad, Ma, menurut kalian, kapan acaranya akan kita laksanakan?"


"Lebih cepat lebih baik"

__ADS_1


__ADS_2