Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 114


__ADS_3

Hari berganti seakan begitu cepat. Hari ini, adalah hari yang di tunggu tunggu oleh Daffa dan Sekar. Karena hari ini adalah hari dimana Sekar akan menjalani operasi caesar. Daffa mengambil satu tas berukuran besar yang sudah mereka siapkan sejak lama, lalu membawanya mendekati sang istri


"Semuanya sudah siap 'kan Mas?" tanya Sekar yang duduk di ranjang, dan mengawasi apa saja yang suaminya lakukan


"Sudah Sayang, ayo" Daffa mendekati istrinya, dan menuntunnya untuk bersama sama turun menuju lantai satu. Begitu tiba di lantai satu, seluruh anggota keluarga sudah berkumpul menyambut kedatangan mereka


"Bagaimana Daff, kita berangkat sekarang?" tanya Tuan Riko


"Iya Dad"


Mereka semua keluar bersamaan menuju mobil yang sudah siap di depan halaman keluarga Dirgantara. Daffa dan Sekar naik dalam satu mobil, dengan diantar oleh sopir keluarga mereka. Sedangkan, Tuan Riko dan Nyonya Carissa ikut masuk kedalam mobil Gavin

__ADS_1


Mobil mulai melaju beriringan menuju rumah sakit. Begitu tiba di rumah sakit, beberapa perawat langsung menyambut kedatangan mereka dengan membawa kursi roda untuk sang nyonya muda. Daffa segera mendorong kursi roda istrinya untuk masuk kedalam rungan yang sudah di siapkan oleh Dokter Ardan dan Dokter Gita sebelumnya. Begitu tiba di ruangan, Daffa segera membantu sang istri untuk berbaring di ranjang. Tidak lama, terlihat Dokter Ardan bersama istrinya memasuki ruangan


"Hai, selamat pagi semuanya" sapa Dokter Ardan


"Pagi Dok" sapa Sekar


"Ahh, tidak perlu se-formal itu, panggil Kakak saja seperti biasa, tidak apa apa" ujar Ardan "Oh iya, yang akan menangani operasi Sekar kali ini adalah Dokter Surya, beliau yang akan bertanggung jawab dalam operasi istrimu, dia dokter yang cukup handal yang dimiliki rumah sakit kita. Jadi kalian semua tidak perlu khawatir, kita berdo'a saja yang terbaik untuk Sekar dan calon bayinya" jelas Ardan


"Kau tenang saja, kesehatan Sekar sangat baik, dan aku yakin bayi kalian akan lahir dengan selamat" jawab Dokter Ardan "Oh iya, kurang lebih delapan jam kedepan, aku harap Sekar jangan mengonsumsi makanan berat apapun, dan hanya di perkenankan untuk meminum air putih, ini juga untuk menghindari komplikasi pada saat operasi nanti. Kalau begitu, aku tinggal dulu" ujar Dokter Ardan


"Thanks Dan" ucap Daffa

__ADS_1


"Kau ini, seperti dengan siapa saja. Kami ini sahabatmu, tidak perlu sungkan begitu. Oh iya, kau tidak perlu cemas karena aku yankin semuanya akan berjalan dengan lancar" ucap Dokter Ardan sembari menepuk bahu Daffa, setelah itu ia keluar dari rungan Sekar bersama istrinya, Dokter Gita


Daffa berjalan mendekati pembaringan istrinya. Di usapnya kepala sang istri yang terbalut hijab, dan sesekali memberikan kecupan hangat pada pucuk kepalanya "Berjanjilah padaku untuk bertahan" bisik Daffa


Sekar tersenyum mendengar penuturan suminya. Di usapnya mata sang suami yang tampak berkaca kaca, kemudian usapannya turun ke pipi suaminya "Berdo'a lah Ayah, hanya itu yang bisa menyelamatkan aku dan baby twins"


"Berjanjilah padaku Sayang" ujar Daffa, ia benar benar lemah saat ini. ketakutan besar benar benar sedang di hadapinya, membuatnya benar benar merasa tidak tenang


"Hanya Allah sang pengatur skenario terbaik. Maka berdo'alah dan minta padanya untuk keselamatan kami" ucap Sekar sembari tersenyum, berusaha menunjukkan pada suaminya bahwa ia akan baik baik saja


Daffa mengangguk, ia mengecupi wajah istrinya bertubi tubi. Seolah apa yang ia lakukan bisa membuat hatinya menjadi tenang. Di liriknya Daddy, Mama, Daffina, Gavin, serta Aksa yang setia menemani mereka di rungan Sekar. Mereka semua tersenyum kearah Daffa, seakan meyakinkan bahwa semua akan baik baik saja

__ADS_1


__ADS_2