Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 51


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang di katakan Daffa sebelumnya. Bahwa ia akan mewujudkan keinginan istrinya untuk meluangkan waktu bersama. Kini Daffa kembali mengendarai mobilnya keluar dari pelataran resto, sekarang ia akan membawa istrinya untuk bisa mengenal dirinya lebih dalam.


Beberapa menit berkendara, kini Daffa masuk kedalam gerbang sebuah rumah mewah yang merupakan milik sahabatnya. Ia segera menggandeng tangan istrinya, dan membawanya menuju teras. Ia menekan bel, dan tidak lama pintu pun terbuka menampakkan seorang laki laki tampan yang tidak lain adalah Lion


"Hai bro" Lion segera berpelukan dengan Daffa layaknya sahabat pada umumnya. Ia melirik wanita cantik yang di bawa sahabatnya, ia tahu siapa wanita ini, karena ia juga datang dan menyaksikan secara langsung pernikahan mereka saat itu "Hai, Lion" Lion mengulurkan tangannya


"Sekar Kak" balas Sekar


"Baiklah ayo masuk" Lion segera mengajak tamunya masuk "Sayang, tamunya sudah datang" panggil Lion pada istrinya, membuat wanita yang tengah hamil anak kedua itu kini keluar dari dapur dengan membawa teh di tangannya


"Hai, Sekar ya" sapa Diana


"Iya Mba"


"Jangan sungkan, panggil Diana saja" ucap Diana mengulurkan tangannya, dan langsung di sambut Sekar "Mmm Sekar, kita ke taman belakang saja bagaimana, sekalian menemani Agam bermain di belakang" ujar Diana


"Boleh" Sekar Segera berjalan bersama Diana menuju halaman belakang, meninggalkan para suami mereka tetap berada di ruang tengah


"Bagaimana hubungan kalian?" tanya Lion setelah kedua istri mereka pergi


"Sedikit ada kemajuan" ucap Daffa

__ADS_1


"Kau melakukan apa yang kami ajarkan kan?" tanya Lion memastikan


"Sedikit"


"Sedikit, maksudmu?" tanya Lion


"Aku hanya menjalankan sedikit dari saran gila kalian"


"Contohnya?"


"Memintanya untuk menjalani pernikahan kami dengan benar, dan mencoba bersikap hangat, dengan tutur kata yang sedikit di perhalus" jawab Daffa


"Lalu yang itu..." Lion mengisyaratkan sesuatu dengan kedua tangannya


"Kenapa?"


"Karena aku belum mencintainya, dan aku tetap pada prinsipku, bahwa aku tidak akan menyentuhnya tanpa cinta"


"Kau tidak tersiksa menahannya?" tanya Lion semakin penasaran


"Lebih baik aku tersiksa menahan gejolak dalam diriku, daripada aku menyakitinya"

__ADS_1


"Jadi kau takut dia tersakiti? Kau tahu, itu adalah salah satu dari tiga hal yang pernah Arga ucapkan" ucap Lion


"Salah satu dari tiga hal yang Arga ucapkan? Jadi Arga memberitahumu?" tanya Daffa tak habis pikir


"Tentu saja" jawab Lion jujur


Jika di dalam ruang tengah, Daffa dan Lion tengah bertukar pikiran tentang cara cara meluluhkan hati wanita. Maka berbeda dengan keadaan di halaman belakang, dimana terjadi kecanggungan diantara Diana dan Sekar. Sebab ini adalah pertemuan pertama diantara keduanya


"Kandunganmu sudah berapa bulan?" tanya Sekar memulai obrolan, saat ini keduanya duduk di gazebo yang ada di taman belakang dengan mengawasi seorang anak kecil yang bermain bola bersama pengasuhnya


"Sudah sembilan bulan, perkiraan dokter, aku akan melahirkan satu minggu lagi" jawab Diana sembari mengusap perut besarnya


"Boleh aku mengusapnya?" tanya Sekar


"Tentu saja" Diana menuntun tangan istri dari sahabatnya itu untuk menyentuh perutnya, membuat seutas senyum terbit di wajah Sekar "Bagaimana denganmu, apa sudah isi?"


"Belum"


Sekar menunduk, menyembunyikan wajahnya yang tampak sedih mendengar pertanyaan Diana. Bagaimana ia bisa hamil jika dirinya saja belum pernah sekalipun mendapat sentuhan dari suaminya. Sedangkan Diana yang menyadari dirinya salah bicara, segera mengusap punggung Sekar


"Maaf" ujar Diana

__ADS_1


"Tidak apa apa, aku hanya sedikit sedih saja"


"Aku minta maaf sekali lagi" ucap Diana, meski Sekar mengatakan tidak apa apa


__ADS_2