Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 32


__ADS_3

Daffa menghentikan mobilnya tepat didepan kediaman Dirgantara. Ia segera keluar dari mobil, dan mengeluarkan kursi roda yang akan ditempati istrinya. Setelah itu barulah ia membuka sisi mobil lainnya untuk membantu memapah sang istri agar duduk di kursi roda. Setelah siap, Daffa segera mendorong kursi roda tersebut masuk kedalam kediaman Dirgantara


"Assalamu'alaikum..." salam Sekar


"Wa'alaikum salam, kalian sudah pulang" Mama Carissa segera mendekati anak dan menantunya "Daffina dimana?" tanya Carissa saat tidak mendapati Daffina disana. Padahal seingatnya ia meminta Daffina untuk menemani Kakak dan Kakak Iparnya di rumah sakit, karena dirinya ada urusan bersama Tuan Riko, suaminya


"Daffina katanya ada urusan Ma, tapi katanya tidak akan lama" jawab Sekar


"Baiklah, kalian istirahat ya, kalian pasti lelah" ucap Nyonya Carissa


Daffa segera melajukan kursi roda kembali. Tiba di ujung tangga, ia beralih menggendong istrinya ala bridal, dan ia bawa menuju kamar mereka. Setelah tiba di lantai atas, dengan segera Daffa membuka pintu kamar, dan meletakkan istrinya diatas ranjang


"Terimakasih Kak"


Hening

__ADS_1


Sekar menghela nafas kasar, meski sudah mengatakan untuk memulai hubungan mereka dari awal, dan memutuskan untuk berteman. Nyatanya suaminya masih saja dingin. Buktinya, ucapan terimakasih nya yang tulus sama sekali tidak didengarkan suaminya


"Kak..." panggil Sekar


"Ada apa?" Daffa berjalan mendekat


"Kakak bilang ingin berteman denganku, tapi kenapa ucapan terimakasihku tidak Kakak balas?"


"Kau memanggilku hanya untuk menanyakan itu?" tanya Daffa heran


"Hanya itu?" tanya Daffa dan dijawab anggukan kepala oleh Sekar "Aku sudah berniat untuk memperbaiki hubungan kita. tapi aku tidak tahu bagaimana caranya bersikap hangat padamu. Aku memang seperti ini, tidak banyak bicara dan terkesan pendiam, jadi aku mohon fahami diriku" ucap Daffa lembut


Sekar diam, ia terpana dengan kata kata lembut yang barusaja ia dengar. Suaminya mengatakan bahwa ia tidak banyak bicara, dan itu benar, Sekar faham akan hal itu. Tapi kali ini, ini adalah kata kata terpanjang yang pernah suaminya katakan padanya, ia terpesona akan kelembutan kata itu


"Apakah sekarang ada batasan untukku mencium Kakak?" tanya Sekar spontan

__ADS_1


"Maksudmu?" tanya Daffa tidak mengerti


"Selama ini aku harus memanfaatkan situasi dengan baik, hanya untuk bisa mencium Kakak. Tapi apakah setelah hubungan kita menjadi semakin baik, aku bisa mencium Kakak se-suka ku?"


"Ehemm..." Daffa berdehem, ia tidak menyangka istrinya ini akan membahas hal yang aneh menurutnya, dan mendengar kata 'mencium' sudah membuatnya salah tingkah sendiri "Aku tidak terbiasa dengan itu" ucap Daffa, sembari mengambil air diatas nakas, dan meminumnya


"Kalau begitu, akan aku buat Kakak terbiasa, dan sekarang aku akan mengubah panggilanku pada Kakak menjadi sayang, bagaimana?"


Uhuk...


Daffa menyemburkan air yang belum sempat ia telan. Perkataan istrinya yang akan memanggil dirinya sayang, terdengar aneh, dan membuat perutnya seakan tergelitik. Bahkan wajah tampannya menjadi bersemu merah saat mendengar perkataan istrinya.


"Sayang baik baik saja?" tanya Sekar cemas


Uhuk...

__ADS_1


Untuk kedua kalinya, Daffa tersedak minuman yang ia minum. Ia pikir istrinya tidak akan mengubah panggilan secepat itu. Tapi nyatanya, saat ini pun istrinya sudah memanggilnya dengan sebutan sayang


__ADS_2