Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 112


__ADS_3

Tok... tok...


Daffina berjingkat kaget saat pintu ruang ganti di ketuk dari luar "Siapa?" pertanyaan bodoh berhasil meluncur begitu saja dari mulut Daffina. padahal ia yakin yang mengetuk pintu pasti adalah Gavin, sebab di dalm kamar tersebut hanya ada mereka berdua


"Kau di dalam?" tanya Gavin


"Iya..."


Daffina segera memakai lingeria yang tadi ia pegang, dan memakai kembali bathrobe-nya. Sebab ia benar benar tidak nyaman dengan lingeria yang saat ini ia kenakan. Begitu selesai, ia segera membuka pintu ruang ganti, dan terlihat Gavin yang berdiri di depan pintu


"Ada apa?" tanya Daffina


"Tidak, aku pikir kau masih di kamar mandi. Kalah begitu, aku mandi dulu"


Daffina berusaha menormalkan debaran jantungnya setelah melihat Gavin pergi, dan masuk kedalam kamar mandi. Daffina mulai berjalan perlahan menuju ranjang, dan langsung saja menutup dirinya di balik selimut tebal. Tidak ia pedulikan kelopak bunga yang tadi menghiasi ranjang tampak berserakan.


Cukup lama Daffina bersembunyi di balik selimut. Begitu terdengar pintu kamar mandi yang terbuka, Daffina menurunkan sedikit selimutnya, dan mendapati Gavin yang mengenakan handuk sebatas pinggang, dan berjalan mendekatinya. Tiba tiba ia merasakan selimutnya sedikit terangkat, membuatnya membuka kedua mata, dan begitu terkejut saat melihat wajah Gavin yang sangat dekat dengannya


"Aaaa..."


Daffina secara refleks langsung lompat dari kasur. Ia berdiri di pojok ruangan dengan tangan yang menutupi dada. Gavin yang melihat itu hanya tertawa kecil, sebab niatnya untuk menggoda Daffina ternyata berhasil

__ADS_1


"Kau kenapa?" tanya Gavin seolah tidak tahu, padahal ia sangat tahu jika istrinya pasti tengah gugup saat ini


"Aku... aku..."


"Jangan katakan jika kau gugup berdekatan denganku malam ini" goda Gavin


"Mana mungkin, aku hanya terkejut tadi" ujar Daffina tak mau kalah


"Benarkah? Kalau begitu kemarilah" pinta Gavin, ia bahkan sudah membaringkan tubuhnya di ranjang dengan posisi masih bertelanjang dada


Daffina melirik kesana kemari, dan terus menerus berusaha menormalkan jantungnya yang terus berdebar. Secara perlahan ia mulai melangkah mendekati ranjang. Gavin yang melihat bagaimana Daffina yang tampak ragu untuk bergabung bersamanya diatas ranjang, dengan segera menarik tangan Daffina hingga akhirnya Daffina benar benar berbaring di sampingnya


"Kenapa wajahmu memerah, apa kau malu?" tanya Gavin seolah tiada habisnya menggoda Daffina


"Karena?" tanya Gavin


"Karena aku lelah. Ya, wajahku memang sering memerah jika aku lelah" ujar Daffina cepat


"Baiklah" Gavin mulai merapatkan tubuhnya pada tubuh Daffina. Membawa Daffina untuk masuk kedalam pelukannya "Apakah nyaman?" tanya Gavin. Namun tidak di jawab sama sekali oleh Daffina yang benar benar merasa grogi "Hei, kau tidak nyaman?" tanya Gavin lagi


"Tidak, eh maksudku nyaman. Tapi... kau tidak akan macam macam bukan?" tanya Daffina

__ADS_1


"Macam macam yang seperti apa? Bukankah kita sudah suami istri sekarang, lalu macam macam yang seperti apa yang bisa dilakukan seorang suami pada istrinya?"


"Itu..." Daffina menggantung ucapannya, tampak malu jika harus mengatakan apa yang di katakan hatinya


"Itu? Itu apa?"


"Kau tidak akan Making Love bersamaku malam ini kan?" tanya Daffina akhirnya. Ia bahkan sudah menyembunyikan wajahnya yang semakin merah kedalam pelukan Gavin, karena ia benar benar malu sekarang


"Kenapa memangnya, aku ini laki laki normal, lagipula terakhir aku melakukannya adalah lima tahun yang lalu, dan alasan aku tidak melakukannya adalah karena aku tidak memiliki istri. Sedangkan sekarang, aku sudah memilikimu, lalu kenapa aku harus menyia-nyiakanmu?" ucap Gavin tersenyum jahil, walaupun sebenarnya ia benar benar tidak bisa menahan sisi ke-lelakian dirinya yang benar benar menginginkan hal itu terjadi


"Tapi aku belum siap, orang bilang rasanya akan sakit saat pertama kali" ucap Daffina


"Lalu kapan kau akan siap? Kau harus bisa menyenangkan suamimu di mulai dari malam ini. Apakah kau rela jika suamimu jajan di luar, karena di rumah tidak kau sajikan gula gula?" ucap Gavin menakut nakuti


"Aku tahu kau tidak akan melakukannya bukan?" tanya Daffina


"Tergantung, jika di rumah aku tidak di sajikan gula gula oleh istriku, maka mungkin aku akan jajan di luar, atau bahkan menambah dua kursi di depan rumah" ujar Gavin yang menyindir Daffina dengan beberapa lagu yang mengarah akan hal itu


"Jangan macam macam Tuan" ancam Daffina


"Aku tidak akan macam macam jika kau mau melayani Tuan-mu ini. Jadi bagaimana, apakah malam ini..." Gavin menggantung ucapannya sembari menatap lekat wajah Daffina

__ADS_1


Di tatap seperti itu oleh Gavin membuat Daffina benar benar gugup. Mulutnya bahkan seakan diberi lem, dan enggan untuk terbuka. Membuatnya hanya memberi anggukan sebagai tanda persetujuan


Melihat lampu hijau yang diberikan sang istri. Membuat senyum cerah terbit di sudut bibir Gavin. Ia segera mengukung tubuh Daffina dan mulai melancarkan aksinya. Malam itu, segala hal yang seharusnya terjadi benar benar terjadi, dan malam itu menjadi saksi bagaimana seorang Daffina berhasil dimiliki seutuhnya oleh seorang Gavin


__ADS_2