Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 66


__ADS_3

Daffa memeluk Sekar dengan erat. Hari ini, ia mengakui perasaannya, perasaan yang tumbuh tanpa ia sadari. Hari ini ia mengakui apa yang dikatakan Ardan sepenuhnya adalah benar, bahwa dirinya telah jatuh cinta ke dalam pesona sang istri.


Sekar mengusap rambut suaminya yang kini tengah berada dalam pelukannya. Hatinya sedikit bahagia mendengar pernyataan suaminya yang ternyata mencintainya. Walaupun sebelumnya sempat menyimpan sebuah kekesalan bahkan hampir menjadi sebuah kebencian. Namun hatinya tetap tidak bisa berbohong bahwa dirinya sangat amat mencintai laki laki yang berstatus suaminya ini


"Sekar..." panggil Daffa masih berada dalam pelukan istrinya


"Hmm..."


"Aku ingin mengajakmu liburan" ujar Daffa


"Kemana?"


"Aceh, aku ingin mengajakmu ke Aceh. Menghabiskan waktu berdua layaknya pasangan pada umumnya. Kau mau kan?" Daffa mengangkat wajahnya, dan menatap wajah istrinya untuk menanti jawaban


"Aku akan ikut kemana pun kau mengajakku" tutur Sekar dengan senyuman


*


Setelah mengatakan keinginannya kepada sang istri beberapa hari yang lalu. Hari ini Daffa benar benar membawa istrinya untuk mengunjungi Provinsi Aceh. Sebuah provinsi yang terletak di ujung pulau Sumatra, dan merupakan Provinsi paling barat di Indonesia. Daffa menggandeng tangan Sekar untuk turun dari pesawat, setelah itu keduanya segera menuju mobil jemputan yang telah di pesan sebelumnya


"Kita mau kemana Mas?" tanya Sekar sembari melihat jalan jalan yang ia lalui

__ADS_1


"Kita akan ke kota Meulaboh. Perjalanannya mungkin akan memakan waktu sekitar empat jam lebih, jadi kau bisa tidur jika mengantuk" jawab Daffa


"Kenapa harus kota Meulaboh?" tanya Sekar, sebab ia yakin banyak tempat yang bisa mereka kunjungi di Provinsi ini, tapi mengapa suaminya memilih Kota Meulaboh sebagai tujuan mereka


"Karena aku ingin mengajakmu menikmati angin pantai disana, kita benar benar akan mengukir cerita kita yang baru di sana" ucap Daffa sembari membawa istrinya kedalam pelukannya "Tidurlah, kau pasti lelah"


Daffa mengusap punggung serta pucuk kepala sang istri, sampai Sekar benar benar tertidur pulas. Setelah itu, ia mengecup pucuk kepala istrinya, dan ikut mengarungi mimpi dengan posisi masih saling memeluk. Keduanya tertidur dengan begitu lelap, hingga akhirnya mereka terbangun setelah tiba di tempat tujuan. Daffa yang sudah lebih dulu terbangun, segera menepuk pelan pipi istrinya


"Sekar... ayo bangun, kita sudah sampai. Hei... ayo bangun"


Sekar mengerjabkan matanya. Menyesuaikan cahaya matahari yang begitu terik menerma matanya "Kita sudah sampai?" tanya Sekar sembari menegakkan tubuhnya


"Woah... Mas yang memesan ini semua?" tanya Sekar tak percaya. Sebab kini matanya terpana saat melihat keindahan hunian yang mereka sewa selama tinggal di tempat ini.


"Iya, bagaimana kau suka?"


"Tentu saja" Sekar membalik tubuhnya dan langsung saja berhambur dalam pelukan sang suami "Terimakasih" ujarnya


"Sama sama Sayang"


"Apa kau mengatakan sesuatu?" tanya Sekar saat mendengar kata sayang yang diselipkan suaminya untuknya. Namun ia sedikit tidak percaya akan apa yang ia dengar

__ADS_1


"Aku mengatakan sama sama, ada apa?"


"Tidak, kau tidak hanya mengucapkan itu, tadi ada yang lain" ucap Sekar menuntut


"Yang lain? Apa?" tanya Daffa mengerutkan dahinya


"Tadi yang kau katakan padaku"


"Yang aku katakan padamu?" Daffa menaruh jarinya di dahi, tampak berpikir tentang apa yang tadi ia ucapkan. Sedangkan Sekar sudah mengerucut lkan bibirnya saat sang suami justru melupakan apa yang tadi ia katakan. Apa mungkin yang sebenarnya adalah, dirinya yang salah mendengar


"Sudahlah lupakan saja" Sekar melepas pelukannya, ia berjalan menuju jendela kamar, dan memandang halaman belakang kamar tersebut


Daffa berjalan mendekat, dan melingkarkan tangannya di perut sang istri. Dagunya ia letakkan di pundak ustrinya yang kini terasa menegang. Ya, tubuh istrinya menegang setelah mendapat pelukan darinya


"Kau menanyakan apa yang tadi aku katakan bukan? Kalau begitu dengarkan aku, aku sangat mencintaimu Sayang"


Sekar membalik tubuhnya, dan melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami. Jujur ia tidak bisa berkata kata sekarang, sebab untuk kedua kalinya suaminya mengatakan cinta padanya. Air mata seketika menetes dari kedua pelupuk matanya. Namun tangan suaminya dengan gerakan cepat menghapus air matanya, seraya menggeleng. Mengisyaratkan agar dirinya tidak menangis


"Maafkan aku karena perbuatanku selama ini telah menyakitimu. Aku menolak segala macam kebaikanmu, dan segala inisiatifmu sebagai seorang istri, dan sekarang bolehkah aku meminta hak-ku sebagai suamimu?"


Wajah Sekar bersemu merah. Pertanyaan suaminya mampu membuat dadanya seakan ingin meledak saat itu juga. Meski selama ini dirinya agresif terhadap sang suami. Namun ternyata jika suaminya yang meminta hak-nya secara langsung seperti ini akan terasa begitu mendebarkan. Sekar tidak berani menatap wajah suaminya, dan yang mampu ia lakukan hanyalah menganggukan kepalanya tanda mempersilahkan, dan siang itu, kamar penginapan mewah yang mereka tempati menjadi saksi berpadunya cinta antara dua insan tersebut

__ADS_1


__ADS_2