Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 89


__ADS_3

Daffa segera keluar dari mobil, ia melirik beberapa gerobak makanan yang berjejer di depannya. Sekar yang tidak di perbolehkan untuk turun, akhirnya membuka kaca jendela mobil. Ia ikut melihat jejeran gerobak para pedagang kaki lima tersebut


"Mas..." panggil Sekar


"Iya Sayang" Daffa kembali mendekati mobil


"Sepertinya bakso bakar, ice cappuccino cincau, dan ketoprak. Aku rasa itu pasti enak"


Daffa mengedarkan pandangannya untuk mencari beberapa jenis makanan yang barusaja istrinya ucapkan "Kau yakin mau itu?" Daffa sedikit memastikan, yang langsung saja diangguki Sekar "Baiklah, tunggu disini dan jangan kemana mana"


"Baiklah" Sekar hanya menggeleng dan tertawa kecil mendengar petuah suaminya. Memang dirinya akan kemana tanpa suaminya, jangankan untuk pergi, berpalingpun rasanya tidak akan bisa Sekar lakukan, mengingat betapa ia sangat mencintai suaminya

__ADS_1


Sekar keluar dari mobil, dan berganti duduk di belakang. Ia bersenandung kecil sembari menunggu kedatangan suaminya. Begitu melihat suaminya berjalan mendekat, ia segera membuka pintu mobil, hingga suaminya ikut bergabung duduk bersamanya di kursi belakang


Mata Sekar berbinar melihat beberapa jenis makanan yang dibeli suaminya. Ia mengambil bakso bakar, dan memakannya satu, rasanya benar benar enak, dan ini benar benar membuat selera makan Sekar bertambah. Ia meraih satu bungkus ketoprak dan langsung membukanya. Namun gerakannya yang akan menyendok makanan lezat tersebut harus tertahan saat melihat suaminya mengambil alih ketoprak dari tangannya


"Biar aku suapkan saja" ujar Daffa mengurangi kerutan tipis di dahi istrinya. Ia segera menyuapkan satu sendok ketoprak tersebut pada istrinya, membuat istrinya membuka mulut dengan bahagia


"Mas tidak makan juga?" tanya Sekar masih dengan mulutnya yang penuh dengan makanan


Sekar tersenyum malu. Entahlah, saat hamil ia merasa dirinya benar benar berbeda. Dirinya sering sekali uring uringan karena mood-nya yang tiba tiba buruk. Terkadang ingin menangis tanpa sebab yang jelas, dan masih banyak hal lain yang terjadi dalam hidupnya. Sekar kembali membuka mulutnya, dan dengan cekatan, Daffa segera memberikan satu suapan kembali ke mulut sang istri


"Ini enak sekali Mas, mas tidak mau mencobanya?" Sekar mengambil satu tusuk bakso bakar, dan menyuapkan suaminya. Melihat itu, Daffa segera membuka mulut, dan memakan suapan dari sang istri "Bagaimana, enak tidak?"

__ADS_1


"Enak, apalagi istriku yang menyuapi"


Lagi lagi, hati Sekar berbunga bunga. Ia tidak mengerti bagaimana suami dinginnya ini bisa menggombal bahkan membuat dirinya terus menerus merasa di cintai. Tapi yang pasti, Sekar sangat menyukai perubahan yang terjadi pada suaminya


Keduanya memakan makanan tersebut dengan saling menyuapi. Setelah selesai, Sekar tampak menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil, karena perutnya benar benar terasa begah. Daffa yang melihat hal itu hanya tersenyum kecil, kemudian menundukkan kepalanya dan mencium perut sang istri


"Kalian yang lapar, atau bunda kalian yang rakus. Kenapa makannya banyak sekali?" kekeh Daffa


Daffa kembali menegakkan tubuhnya. Ia memunguti bekas makan mereka, dan keluar dari mobil untuk membuangnya. Setelah itu ia kembali masuk kedalam mobil. Melihat istrinya yang masih bersandar pada kursi mobil membuat Daffa segera memutar tombol yang ada di sampingnya, membuat kursi yang ditempati istrinya perlahan mulai merebah, membuat posisi istrinya kini terasa nyaman


"Bagaimana, sudah kenyang atau mau tambah lagi?" tawar Daffa

__ADS_1


"Aku rasa cukup Mas, perutku rasanya mau meledak karena terlalu kenyang" ujar Sekar, yang mana hal itu kembali mengundang tawa calon ayah itu. Daffa memberikan kecupan bertubi tubi pada wajah istrinya


__ADS_2