Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 88


__ADS_3

Daffa mengulurkan tangannya menyambut sang istri, saat melihat Sekar keluar bersama Gita "Bagaimana Git?" tanya Daffa pada Dokter Gita


"Kondisi kandungan istrimu sangat sehat, dan kau akan segera melampaui kami"


"Melampaui?" tanya Daffa tak mengerti


"Iya, kau akan menjadi ayah dari dua anak sekaligus"


"Maksudmu, istriku hamil kembar?"


"Iya, dan kurang dari delapan bulan lagi, kau akan di panggil ayah" ujar Gita


Daffa menatap istrinya yang mengangguk mengiyakan ucapan Dokter Gita. Ia lantas memeluk istrinya dan melabuhkan kecupan bertubi tubi pada pucuk kepala istrinya yang terbalut hijab. Ia lantas mengusap permukaan perut istrinya yang tampak sudah sedikit menonjol, mungkin kehamilan kembar membuat bentuk perut istrinya tampak sedikit besar daripada usia kehamilan satu bulan pada umumnya


"Apakah tidak ada masalah dalam kehamilannya?"


"Semuanya baik baik saja, Ibu dan Anaknya sangat sehat" ujar Dokter Gita

__ADS_1


"Tapi Git, apa istriku boleh bepergian jauh di usia kehamilannya yang sekarang?" tanya Daffa lagi


Dokter Gita melirik suaminya. Sebab suaminya yang lebih paham tentang hal ini, karena suaminya merupakan dokter spesialis obgyn. Ia lantas mempersilahkan suaminya untuk menjelaskan lebih rinci


"Sebenarnya untuk usia kehamian satu bulan itu masih terbilang rentan, dan sebaiknya tunda dulu perjalanan kalian dalam waktu dekat. Apalagi istrimu hamil kembar, itu jauh lebih beresiko daripada kehamilan tunggal" jelas Dokter Ardan


"Tapi apakah kehamilan kembar itu berbahaya?"


Ardan mengangguk singkat "Sebenarnya resiko kehamilan kembar memang enam kali lebih besar daripada kehamilan tunggal. Namun kau tenang saja, seperti apa yang Gita katakan tadi bahwa bayi dan istrimu dalam keadaan sehat. Kami akan melakukan pengawasan spesial untuk istrimu di masa kehamilannya"


"Kau tenang saja, kita bisa mengantisipasi resiko resiko berbahaya tersebut dengan berbagai cara, salah satunya adalah mengontrol kehamilan secara rutin, aku dan Gita pasti akan membantu kalian berdua" ujar Ardan


"Terima kasih" ujar Daffa


Setelah berbincang sedikit mengenai kehamilan kembar istrinya. Kini Daffa dan Sekar kembali membelah jalanan Ibukota. Daffa melirik istrinya yang tampak diam, pikirannya menebak, mungkinkah istrinya sedih karena mereka tidak bisa mengunjungi Lampung dalam waktu dekat ini


"Sayang..."

__ADS_1


"Iya Mas?"


"Kau kenapa?"


"Tidak, aku hanya tidak menyangka kalau aku akan menjadi Ibu dari dua bayi sekaligus"


Daffa menggenggam tangan istrinya "Kau tenang saja, aku akan selalu ada di sampingmu. Kita akan melewati masa masa kehamilan bersama sama"


Sekar melirik suaminya. Sejujurnya, ia tidak takut dengan kehamilannya, karena ia yakin bahwa dirinya bisa melewati semua ini. Ia hanya takut jika suaminya ternyata menolak, dan memintanya untuk kembali menggugurkan kandungannya


"Mas tidak apa apa kan? Aku takut Mas tidak bisa menerima mereka" ujar Sekar


Daffa memaksakan senyum. Ia tahu apa ketakutan istrinya. Karena sejujurnya, perasaan itu memang sempat menghinggapi hatinya tadi. Ia kembali mengeratkan genggaman tangannya di tangan sang istri


"Kita akan melewati ini bersama sama, maafkan aku karena kemarin sempat menolak kehadiran mereka"


Sekar tersenyum lega mendengar apa yang barusaja suaminya katakan. Ketakutan yang sempat menyelusup kedalam hatinya, seketika sirna tanpa sisa. Ia mengelus perutnya dengan senyum bahagia yang begitu ketara

__ADS_1


__ADS_2