
Sekar kembali menyusupkan kepalanya di dada bidang sang suami. Ia merasa enggan untuk bangun, tubuhnya seakan dijatuhkan dari ketinggian hingga membuat tubuhnya terasa remuk. Ia membuka kedua matanya, hingga kini kesadarannya benar benar kembali sepenuhnya. Wajahnya kembali memerah saat mengingat apa yang terjadi beberapa jam yang lalu antara dirinya dan sang suami
Ia tidak menyangka, jika apa yang ia inginkan bisa terpenuhi hari ini. Menjadi seorang istri seutuhnya dari Daffa Alfano Dirgantara, laki laki yang sudah satu bulan menjadi suaminya. Sekar mengangkat tangannya, bermain di alis tebal sang suami, turun menuju bulu mata lentiknya, turun kembali untuk menyentuh hidung mancungnya, dan terakhir tangannya berlabuh pada bibir sang suami. Sekar tersentak saat tangannya yang kini tengah menyentuh bibir suaminya tiba tiba di kecup dengan begitu dalam
"Jangan memancingku Sayang, atau kau tidak akan bisa berjalan dan menikmati keindahan pantai Meulaboh ini" ancam Daffa tanpa membuka kedua matanya. Ia kembali membawa istrinya kedalam pelukannya
"Mas..."
"Hmmm..." Daffa tampak masih enggan membuka kedua matanya
__ADS_1
"Aku lapar"
Daffa memaksa kedua matanya untuk terbuka. Ia meraih ponselnya yang ada diatas nakas, dan melihat jam yang menunjukkan pukul empat sore. Daffa tersenyum kecil, ternyata ia telah menghabiskan waktu sekitar enam jam bersama istrinya di kamar. Namun waktu enam jam tersebut terasa begitu singkat baginya
"Kau lapar?" tanya Daffa memastikan sekali lagi, dan hanya dijawab anggukan oleh Sekar "Baiklah, bersihkan dulu dirimu" Daffa menggendong istrinya ala bridal, dan membawanya menuju kamar mandi "Kau ingin mandi bersama, atau..."
"Aku mandi sendiri saja" ujar Sekar cepat. Tidak mungkin ia mendi berdua bersama suaminya. Kegiatan panas yang tadi mereka lakukan saja sudah membuatnya malu, ia bahkan tidak berani menatap wajah suaminya saking malunya. Apalagi jika harus mandi bersama, ia sungguh tidak bisa menahan rasa malunya jika sampai itu terjadi
"Sayang, apa kau sudah selesai?" tanya Daffa saat merasa Sekar begitu lama berada di kamar mandi
__ADS_1
"Mas..." panggil Sekar
"Ada apa, kenapa lama sekali?" tanya Daffa khawatir
"Aku... aku lupa membawa handuk" ujar Sekar
"Baiklah tunggu sebentar" Daffa pergi menuju kopernya yang masih teronggok didekat ranjang, ia segera mengambil handuk, dan kembali berjalan menuju kamar mandi "Buka pintunya" perintah Daffa
Sekar membuka pintu sedikit, dan mengulurkan sebelah tangannya untuk meminta handuk. Namun yang terjadi justru pintu kamar mandi di dorong dengan kuat oleh suaminya. Hingga pintu kamar mandi terbuka lebar. Sekar hanya diam, bahkan saat suaminya melingkarkan handuk tersebut di tubuhnya, dan menggendong dirinya kembali
__ADS_1
"Gantilah pakaianmu, aku akan mandi sebentar, setelah itu kita mencari makan di luar" tutur Daffa dan langsung saja berbalik menuju kamar mandi untuk membersihkan diri
Beberapa menit Daffa habiskan di kamar mandi. Setelah itu, ia segera memakai pakaiannya yang sudah tersedia diatas ranjang. Daffa menghampiri istrinya yang kini sedang duduk di sofa, lalu mengulurkan tangannya untuk mengajak sang istri. Hingga kini mereka keluar dari kamar penginapan dengan saling bergandengan