
Jika Daffina dan Gavin telah memutuskan hal besar untuk hidup mereka kedepannya. Maka lain hal dengan yang terjadi di kediaman Dirgantara. Tepatnya di kamar yang ditempati Tuan Riko dan Nyonya Carissa. Tuan Riko terkejut saat menatap dinding kamar sudah tampak polos, tidak seperti saat terakhir ia lihat pagi tadi
"Daffa yang menurunkan semua pajangannya Mas. Tadi pagi dia mendatangiku untuk bertanya tentang kehamilan Sekar, tapi melihat foto foto Ibunya yang terpajang di dinding, membuat Daffa melepas semuanya. Maafkan aku karena aku tidak bisa menahannya" ujar Nyonya Carissa saat tahu arah tatapan suaminya
Tuan Riko membalik tubuhnya. Dapat Nyonya Carissa lihat bagaimana wajah suaminya yang tampak memerah. Mungkin mulut suaminya sudah siap meluncurkan kemarahan padanya, seperti apa yang sudah pernah terjadi di awal pernikahan mereka dulu
Namun sesaat kemudian, tubuh Nyonya Carissa membeku saat mendapati tubuh suaminya menabrak tubuhnya. Dadanya bergemuruh dan sesak saat merasakan suaminya tengah memeluknya. Ia tidak menyangka jika suaminya akan memeluknya, karena apa yang terlintas di kepalanya terlanjur berpikir jauh. Bahkan ia sudah menyiapkan dirinya jika ternyata kata kata pedas itu akan kembali ia dengar
Setelah cukup memeluk istrinya. Tuan Riko melepas rengkuhannya, dan menatap wajah istri keduanya yang terkejut "Maafkan aku..."
"Tapi Mas, foto foto itu" Nyonya Carissa tahu betapa berharganya foto foto tersebut bagi suaminya
__ADS_1
"Foto foto itu memang sudah seharusnya di hilangkan. Maafkan aku karena tidak mengerti perasaanmu selama ini. Kau pasti tersiksa tidur di kamar yang penuh dengan memori antara suamimu dan istri pertamanya. Maafkan aku"
"Tidak Mas, dengan kau mengizinkanku menikah denganmu dan merawat kedua buah hatimu, itu sudah jauh lebih dari cukup untukku. Aku tidak mengharapkan lebih dari itu"
Tuan Riko memandang wajah istrinya. Wajah yang pernah ia benci kehadirannya, ternyata menjadi penyelamat untuk kehidupan kedua anaknya. Wajah yang dulu ingin ia lenyapkan, kini menjadi wajah yang setiap hari ia pandang.
Tidak bisa di pungkiri, berpuluh puluh tahun bersama, membuat Tuan Riko terbiasa dan nyaman bersama istrinya. Namun untuk cinta, sampai saat ini ia masih belum bisa menyerahkan hatinya pada Nyonya Carissa. Tapi ia berjanji pada dirinya sendiri, mulai detik ini ia akan memulai hidup lebih baik bersama istri keduanya
"Sayang... bagaimana kau mengenal calon suami Daffina?" tanya Sekar sembari mengelus rambut suaminya yang ada diatas pangkuannya
"Gavin adalah laki laki yang sempat akan di jodohkan dengan Diana dulu. Aku bertemu Gavin saat acara lamaran antara dirinya dan Diana waktu itu"
__ADS_1
"Diana, istrinya Kak Lion?" tanya Sekar memastikan, dan dijawab anggukan oleh Daffa
"Iya, Diana dan Gavin berasal dari daerah yang sama di Lampung. Mereka menganut sistem Kesaibatinan disana, dan mereka juga pernah di jodohkan. Memangnya ada apa, kenapa kau menanyakan Gavin?"
"Tidak, aku sedikit aneh saja karena kau ternyata mengenal calon suami Daffina" ujar Sekar
"Aku hanya tahu namanya saja. Tapi sedikit banyak aku sudah mendengar tentang Gavin dari Diana dan Lion, Gavin laki laki yang baik, dia tidak pernah memaksakan apa yang tidak bisa ia dapatkan. Dulu dia dan Diana sudah melangsungkan lamaran. Namun seketika Diana mengatakan kebenaran pada Gavin bahwa Diana tidak bisa bersama Gavin, dan Gavin dengan lapang dada menerima kekalahannya dari Lion. Dia tidak memikirkan akan penghinaan yang mungkin akan ia terima dari orang orang terdekatnya" jelas Daffa
"Apakah itu yang membuatmu menerima Kak Gavin untuk bersama Daffina?"
"Ya, aku percaya padanya"
__ADS_1