Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 55


__ADS_3

Sekar duduk pada ranjang dengan bersandar pada headboard. Ia menatap wajah suaminya yang kini tampak damai dalam tidurnya. Ia masih tidak menyangka dengan apa yang ia dengar dari suaminya saat berada di ruang kerja suaminya tadi. Jujur, ia bingung sekarang, jika apa yang dikatakan suaminya tadi benar, itu artinya Mama Carissa memang benar benar memiliki niat tertentu dalam keluarga ini. Namun jauh didalam hatinya, Sekar tidak percaya jika apa yang suaminya katakan sepenuhnya benar, karena dirinya juga cukup mengenal Mama Carissa


Sekar bangkit dari ranjang dengan perlahan, ia tidak mau jika sampai suaminya terganggu karena pergerakannya. Ia berjalan menuju balkon, menikmati angin malam yang terasa sangat dingin. Jujur, sejak keluar dari ruang kerja suaminya, otaknya seakan tidak berhenti bertanya tanya, dan setiap pertanyaan itu seakan tidak memiliki jawaban


Hufff...


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana jika apa yang dikatakan Mas Daffa benar, bahwa Mama hanya mengincar sesuatu dari keluarga ini. Tapi tidak, tidak, Mama tidak mungkin memiliki niat buruk, aku yakin. Tapi Mas Daffa juga tidak mungkin berbohong" Sekar terus ber-monolog, ia terus berperang dalam dirinya, menerka nerka tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Sekar merasa enggan untuk masuk kembali ke kamar. Sebab sejak tadi ia sama sekali tidak mengantuk hanya karena memikirkan semua hal yang baru ia ketahui ini. Sekar memilih duduk di kursi yang tersedia di balkon sembari menatap langit malam yang ditaburi ribuan bintang

__ADS_1


Sedangkan Daffa tampak menggeliat, dan terbangun dari tidurnya saat merasa tempat sampingnya terasa kosong. Biasanya jika ia terbangun tengah malam, pasti wajah istrinya menjadi pemandangan pertama untuknya. Namun kini, ia tidak melihat keberadaan istrinya. Daffa bangkit, ia berjalan menuju kamar mandi, ia menempelkan telinganya pada pintu kamar mandi untuk mendengar suara di dalam sana. Namun nihil, tidak ada suara apapun didalam yang menandakan bahwa kamar mandi tersebut kosong.


Daffa mengusap lengannya yang merasakan dinginnya udara malam. Ia lantas melihat kearah pintu balkon yang sedikit terbuka. Tanpa pikir panjang, ia segera kesana, Daffa meraih pintu balkon hendak menguncinya. Namun gerakannya terhenti saat melihat keberadaan istrinya di sana


"Sekar..."


"Mas..." Sekar yang saat itu tengah duduk diam dengan menatap langit, kini bangkit berdiri saat menyadari keberadaan suaminya "Mas terbangun?" tanya Sekar


"Tidak ada apa apa, aku hanya tidak mengantuk jadi aku memutuskan untuk ke balkon saja" ucap Sekar beralasan

__ADS_1


"Tapi disini dingin"


"Ada Mas yang akan memelukku agar aku tidak kedinginan" Sekar merentangkan kedua tangannya siap memeluk sang suami. Namun gerakannya terhenti saat suaminya tiba tiba bangkit, dan masuk kedalam. Tidak lama setelah itu, suaminya kembali mendekatinyabdengan membawa selimut ditangannya. Daffa segera memakaikan selimut tersebut di tubuhbSekar. Setelahnya ia ikut bergabung bersama dalam satu selimut tersebut


"Kemari, biar aku peluk"


Tanpa penolakan, Sekar segera beringsut, dan memeluk suaminya dengan erat. Sekar menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami, meresapi aroma yang sangat memabukkan untuknya. Ia tersenyum sembari menatap keatas langit sana. Membayangkan jika saat ini Ibu Mertuanya yang sudah berada di syurga melihat betapa putranya yang dingin telah berubah menjadi sosok yang hangat. Ibu Mertuanya pasti akan sangat bahagia, dan ia berjanji untuk menjaga kebahagiaan semua orang yang ada di sekitarnya.


Sekar merasakan kenyamanan yang sangat nyata saat bersandar pada dada bidang suaminya. Hingga akhirnya tanpa ia sadari ia tertidur dalam pelukan hangat tersebut. Daffa yang melihat istrinya tertidur, mengangkat tangannya, dan menyingkirkan helaian rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya tersebut.

__ADS_1


"Aku tidak tahu isi hatimu seperti apa, tapi aku harap usahaku untuk mengubah niatmu dalam pernikahan kita tidak akan sia sia"


Ya, belajar dari kesalahan, mungkin itulah yang saat ini Daffa lakukan. Meskipun ia masih belum mencintai istrinya. Namun jika mengingat penyesalan Daddy-nya yang terlambat menyadari perasaannya pada Ibunya sampai akhirnya dipisahkan maut. Daffa menjadi takut, mungkin saat ini cinta memang belum tumbuh di hati Daffa. Namun ia tidak bisa menjamin bahwa cinta itu tidak akan tumbuh nantinya. Sebab selama ini hanya istrinyalah satu satunya wanita yang berani dekat dengannya, dan jika saatnya tiba, saat dimana dirinya mencintai istrinya, ia tidak ingin istrinya tersebut pergi meninggalkannya karena kesalahan yang ia perbuat


__ADS_2