Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 78


__ADS_3

Sekar masuk kedalam kamar dengan diikuti oleh seorang Dokter yang sudah di hubungi Daddy Riko sebelumnya. Ia melihat suaminya yang tampak berbaring dengan wajah pucat. Setelah tiba di dekat ranjang, Sekar mengulurkan tangannya, dan mengecek suhu tubuh suaminya. Namun gerakannya yang tiba tiba membuat tubuh Daffa sedikit terkejut


"Sayang..." Daffa membuka matanya, dan langsung bertatapan dengan kedua bola mata hitam milik istrinya


"Mas sudah baik baik saja?"


"Sedikit lebih baik, tapi masih lemas" ujar Daffa. Ia melirik seorang wanita yang kini berdiri di belakang istrinya "Dokter Tia?"


"Selamat pagi Tuan" sapa Dokter Tia saat merasa namanya terpanggil


"Sayang, untuk apa Dokter Tia kemari?" tanya Daffa pada istrinya


"Dokter Tia akan memeriksa keadaan Mas. Daddy yang memintanya datang"

__ADS_1


"Baiklah" tanpa membantah, Daffa mempersilahkan Dokter Tia untuk memeriksanya. Sebab tubuhnya yang lemas benar benar membuatnya tak berdaya


Dokter Tia mendekati sisi ranjang yang di tempati Daffa, dan mulai menggunakan stetoskopnya. Ia mulai menggeser stetoskopnya kesana kemari. Namun dahinya mengernyit saat tidak mendapati apapun yang menjadi penyebab dari mual yang dialami Daffa pagi ini


"Maaf, bisakah Nyonya ikut berbaring di samping Tuan?" tanya Dokter Tia


"Tapi kenapa Dok, aku yang mual dan lemas, apa istriku juga sakit?" tanya Daffa tak mengerti


"Saya rasa, apa yang dialami Tuan pagi ini berkaitan dengan keadaan Nyonya. Saat ini nyonya tengah hamil, dan yang dialami Tuan Daffa biasa kami sebut Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik. Kondisi dimana sang suami akan mengalami mual dan muntah seperti yang dialami ibu hamil pada umumnya"


"A... apa? Hamil? Apa maksud Dokter, istriku tengah hamil?" pertanyaan bodoh meluncur begitu saja dari mulut Daffa


"Benar Tuan"

__ADS_1


"Tidak!" Daffa bangkit dari ranjang dengan wajah dinginnya. Membuat senyum yang tadi merekah di wajah Sekar perlahan meredup


"Mas, apa maksudmu?" tanya Sekar heran, sebab suaminya kini terlihat marah saat mendengar kabar kehamilannya


"Kau mungkin salah memeriksanya Dokter Tia, tolong periksakan sekali lagi" pinta Daffa


"Maaf Tuan, tapi saya benar benar yakin dengan hasil pemeriksaannya. Jika Tuan merasa tidak yakin, Tuan bisa periksakan kembali dengan Dokter Ardan, atau jika di butuhkan, saya ada alat tes kehamilan yang bisa Tuan gunakan sekarang juga" ujar Dokter Tia memberi solusi. Dokter Tia mengeluarkan alat tes kehamilan dari dalam tas-nya, dan menyerahkan kepada Sekar "Silahkan di tes Nyonya, tapi saya yakin seratus persen jika pemeriksaan saya tidak mungkin salah" ucap Dokter berhijab itu


Sekar melirik suaminya yang masih berdiri di tempat semula. Dengan memberanikan diri, Sekar mulai melangkah menuju pintu kamar mandi. Ia segera membaca petunjuk yang tertera pada kemasan alat tersebut, dan dengan segera melakukannya. Beberapa menit menunggu akhirnya dua garis merah tampak muncul pada alat tersebut.


Sekar meneteskan air matanya, ia tidak menyangka jika didalam perutnya sudah di huni oleh sosok malaikat kecil. Ia mengusap perutnya singkat, setelah itu ia keluar dari kamar mandi dengan membawa alat tersebut. Sekar melihat Dokter Tia yang masih berada didalam kamarnya, dan sang suami yang juga tampak duduk di sofa dengan pandangan yang tertuju padanya


"Mas... hasilnya positif"

__ADS_1


__ADS_2