
Sekar tersenyum mendengar apa yang barusaja suaminya katakan. Secara refleks tubuhnya langsung memeluk tubuh kekar suaminya dengan isak tangis yang tidak mampu untuk ia tahan. Ia tidak memperdulikan apa yang suaminya katakan mengenai tujuan mereka menikah.
Tapi satu yang ia tahu, bahwa suaminya benar benar mengira dirinya menikah demi sebuah harta dan kekayaan. Padahal ia menerima pernikahan ini murni karena cinta. Saat Mama Carissa dan Daddy Riko datang menemuinya sekaligus meminta dirinya untuk menjadi istri dari seorang Daffa Alfano Dirgantara, disitulah ia merasakan getaran pada hatinya dan dorongan pada dirinya untuk menerima lamaran tersebut. Ia benar benar jatuh se-jatuh jatuhnya kedalam pesona suaminya.
Meski hubungan mereka belum berjalan sebagaimana mestinya, tapi hatinya benar benar bahagia. Karena suaminya dengan berani meminta dirinya untuk memulai pernikahan ini dari awal. Satu janji yang sampai saat ini masih Sekar pegang, yaitu janjinya pada dirinya sendiri bahwa ia akan membuat suaminya mencintainya, dan ia sangat yakin bahwa suatu saat nanti, cinta itu akan tumbuh di hati suaminya.
"Terimakasih"
*
Senyum bahagia tidak hentinya terukir di wajah Sekar. Kini mereka telah kembali ke mobil, dan bersiap akan pergi "Kita langsung pulang kan Mas?" tanya Sekar
"Kau bilang ingin me time bersamaku, tentu saja kita akan jalan jalan" ucap Daffa sembari fokus pada kemudinya
__ADS_1
"Mas serius?"
"Tentu saja"
Daffa melajukan mobilnya menuju restoran terdekat. Tiba di restoran, ia kembali berjalan bergandengan bersama istrinya. Entah mengapa sejak mereka bergandengan tangan saat di mall tadi, ia merasakan kenyamanan saat tangannya bersentuhan dengan kulit istrinya, dan ia menyukai itu. Ini juga merupakan langkah awal untuk mereka memperbaiki hubungan
"Silahkan" Daffa menarik kursi untuk istrinya, membuat Sekar lagi lagi tersenyum bahagia. Pasalnya laki laki yang ia tahu tidak pernah berpacaran dengan wanita manapun itu, kini tengah menunjukkan sisi romantisnya. Bahkan di tempat umum seperti ini "Kau memesan apa?" tanya Daffa setelah ia ikut duduk berhadapan dengan istrinya
"Samakan saja, aku suka apa yang Mas suka" ujar Sekar
"Silahkan Tuan" ujar pelayan resto tersebut, setelahnya ia pergi dari sana
"Bagaimana, kau suka?" tanya Daffa
__ADS_1
"Bagaimana cara kita menghabiskan semua ini?" tanya Sekar polos
"Itu mudah, jadi bagaimana, kau menyukainya?" tanya Daffa
"Tentu saja"
Sekar melirik beberapa hidangan yang tersaji, semua itu adalah olahan makanan sederhana. Setelah cukup lama mengenal suaminya, kini ia tahu bahwa laki laki tampan yang ia nikahi ini adalah seorang laki laki yang sangat menyukai kesederhanaan. Terbukti dengan restoran yang mereka kunjungi ini, sebuah restoran bergaya modern, dengan menu tradisional. Sekar tentu tahu makanan apa yang saat ini ada di hadapan mereka, ini adalah Seruit, makanan khas masyarakat Lampung.
Sekar mulai mengambil nasi, dan beberapa lauk, serta sambalnya. Ia membasuh tangannya, dan langsung saja memakan makanan yang ia pilih. Hidangan ini memang tidak menyediakan sendok, dan itu mengharuskan mereka untuk makan menggunakan tangan. Namun itulah gaya khas tradisional yang sangat Sekar sukai, rasa masakan yang nikmat, bertambah nikmat karena di makan menggunakan tangan
"Mas sering makan di sini?" tanya Sekar di sela kunyahannya
"Sering, bersama teman teman. Bagaimana rasanya, enak bukan?" tanya Daffa
__ADS_1
"Sangat, aku sangat menyukainya"