Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 74


__ADS_3

Hari ini, Daffa mengajak istrinya untuk mengunjungi pusat perbelanjaan di tengah kota Meulaboh. Beberapa menit perjalanan, akhirnya keduanya tiba di pusat pembelanjaan tersebut. Daffa turun dari mobil, dan langsung membuka pintu mobil untuk istrinya. Hingga keduanya kembali bergandengan tangan, dan masuk kedalam


"Selamat siang Tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah seorang karyawan wanita saat melihat Daffa dan Sekar masuk


"Istri saya ingin melihat lihat dulu" ujar Daffa


Karyawan wanita tersebut memgangguk, dan tersenyum kearah Sekar "Mari Nyonya, silahkan"


Daffa memilih duduk di kursi tunggu yang ada didalam toko tersebut. Sedangkan Sekar mengikuti langkah karyawan wanita yang ada dihadapannya. Sekar mulai mencari beberapa pakaian yang ia suka. Mulai dari gamis, tunik, dan jilbab. Setelah dirasa cukup, ia memberikan pesanannya tersebut pada karyawan wanita yang sejak tadi dibelakangnya. Dari kejauhan Sekar melihat satu gamis yang mencuri perhatiannya, ia kemudian melirik penampilannya yang saat ini menggunakan pakaian biasa miliknya. Sekar segera mengambil gamis tersebut, dan memakainya di ruang ganti


"Mas..." panggil Sekar

__ADS_1


Daffa yang masih memainkan ponselnya, segera menutup ponsel tersebut saat mendengar panggilan istrinya. Begitu ia mengangkat pandangan, matanya terpaku. Istrinya tampil dengan begitu cantik, mengenakan gamis berwarna hijau sage, yang tampak kebesaran di tubuhnya. Daffa berjalan mendekat, dan memegang pinggang istrinya


"Mas suka?" tanya Sekar


"Kau sangat cantik Sayang" Daffa menyingkirkan sebagian rambut yang menutupi wajah istrinya. Ia lantas mengecup kening sang istri "Aku sangat menyukainya. Tapi masih ada yang kurang"


"Apa?"


"Jilbab?" tanya Sekar saat menyadari apa yang suaminya cari untuknya


"Iya, aku ingin memakaikan hijab pertama untukmu. Ayo" Daffa kembali menggandeng tangan istrinya menuju cermin besar yang ada di sudut ruangan "Mbak, tolong bawakan ciput dan jarum pentul" pinta Daffa, dan tidak berapa lama barang yang diminta Daffa dibawakan oleh karyawan wanita yang tadi menemani mereka

__ADS_1


Daffa menguncir rambut istrinya menjadi satu, meski tampak kesusahan, tapi hal itu sama sekali tidak membuat Daffa menghentikan kegiatannya. Selesai menguncir rambut, ia langsung memakaikan ciput, dan setelah itu ia mulai memakaikan hijab yang menjadi pilihannya itu kepada istrinya. Daffa memandang istrinya dari cermin besar tersebut, kini istrinya telah memakai hijab hasil karyanya. Sebuah hijab berwarna putih yang menjuntai, dan menutupi bagian atas tubuh istrinya


"Apa kau nyaman dengan pakaian ini? Jika tidak, maka hijabnya di lipat kecil saja" ucap Daffa, takut jika istrinya tidak nyaman dengan pemakaian hijab yang menutupi sebagian tubuh istrinya itu


"Aku menyukainya Mas, apalagi ini adalah hijab pertama yang di pasangkan oleh suamiku langsung" Sekar membalik tubuhnya, dan melabuhkan satu kecupan di pipi suaminya "Terimakasih"


"Yang satunya iri Sayang, kau harus mengecupnya juga" ujar Daffa menunjuk pipi kirinya yang belum mendapat kecupan hangat dari sang istri. Sekar terkekeh mendengar penuturan suaminya. Namun tak urung ia melabuhkan satu kecupan lagi di pipi kiri suaminya "Dan ini hadiah untukmu" Daffa melabuhkan satu kecupan di pucuk kepala istrinya yang sudah tertutup hijab, dan hal itu mengundang tawa renyah dari Sekar


"Maaf Tuan, ini barang belanjaan Nyonya" seorang karyawan wanita mendekati keduanya dan menyerahkan beberapa paper bag kepada Daffa


"Terimakasih"

__ADS_1


__ADS_2