Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 117


__ADS_3

Semua orang telah pulang ke rumah masing masing. Hanya menyisakan Daffa, Sekar, dan kedua putri kembar mereka. Daffa tersenyum sembari mengelus pipi sang putri pertama yang tampak chubby.


"Mas, jangan di ganggu, nanti mereka menangis" ucap Sekar saat melihat suaminya sedari tadi terus menerus mengganggu kedua putrinya


"Mereka sangat menggemaskan Sayang. Lihat, putri pertama sedari tadi terus menerus bergerak dan sangat aktif, tapi adiknya justru sangat pendiam" ujar Daffa sembari memperhatikan tingkah kedua putrinya


"Benarkah?" tanya Sekar


Daffa mengangguk menanggapi pertanyaan sang istri. Ia lantas mendorong box bayinya secara perlahan untuk mendekati brankar sang istri "Lihat, Kakaknya sedari tadi sibuk, dan sangat aktif. Sedangkan adiknya justru terlihat sangat anggun" ucap Daffa sembari menunjuk kedua putrinya


Sekar ikut melihat kedua putrinya. Benar apa yang di ucapkan Daffa bahwa kedua putrinya tampak berbeda secara sikap. Membuat Sekar tersenyum tipis, karena merasa kedua putrinya masing masing mengambil sikapnya dan sang suami.


Jika si putri pertama terlihat aktif dan mungkin agresif, maka bisa di pastikan itu semua menurun dari dirinya. Sedangkan si putri kedua tampak begitu kalem, membuat Sekar merasa bahwa putri keduanya lebih mirip sang suami saat pertemuan pertama mereka dulu. Laki laki tampan yang begitu dingin


"Mereka cantik ya Mas" ucap Sekar

__ADS_1


"Iya, sama sepertimu"


Sekar tersenyum malu saat suaminya memujinya. Meski ini bukanlah kalimat pujian pertama yang di lontarkan sang suami untuknya. Tapi tetap saja, pujian tersebut membuat semburat merah di pipi Sekar


Oek... oek...


Daffa sebagai suami serta ayah siaga segera mengangkat sang putri pertama yang tampak menangis. Di timang timangnya sejenak, tidak lama kemudian tangis bayi tersebut mulai reda "Kenapa kau manja seperti Tante Daffina, Sayang" keluh Daffa, teringat akan kemanjaan Daffina padanya, membuat Sekar tersenyum geli dengan tingkah genit sang putri pertama, yang benar benar membuatnya merasa bahwa putri pertamanya akan mengikuti jejaknya dan Daffina, dimana mereka memiliki ke-agresifan yang tinggi, dan sedikit genit


Setelah putri pertama tenang, Daffa kembali meletakkannya di box bayi. Ia lantas menggendong putri keduanya, memperlakukannya sama seperti saat menimang bayi pertamanya tadi. Namun ternyata, saat ia menimang sang bayi kedua, bayi pertamanya kembali menangis, membuat Daffa akhirnya meletakkan putri keduanya di sisi sang istri, dan dirinya menimang kembali sang putri pertama


"Mas, dia memang sama seperti Daffina" ucap Sekar terlikik geli melihat tingkah putri pertamanya. Pandangannya kemudian teralihkan pada putri keduanya yang menatapnya sembari tersenyum, membuatnya benar benar merasa gemas "Sayang... kenapa senyum senyum menatap Bunda, apa Bunda cantik, hem?" tanya Sekar, membuat senyum si putri kedua semakin lebar


"Mas..." panggil Sekar


"Hem?"

__ADS_1


"Apa Mas sudah menyiapkan nama untuk mereka?" tanya Sekar


"Nama? Aku sudah menyiapkannya Sayang, hanya saja aku takut kau tidak setuju"


"Siapa namanya?" tanya Sekar penasaran


"Aliya dan Afifa" jawab Daffa


"Aliya dan Afifa, itu nama yang sangat cantik Mas, aku suka"


"Benarkah?"


"Tentu saja, kenapa kau berpikir bahwa aku tidak akan menyukainya?" tanya Sekar penasaran, sebab nama kedua putrinya terdengar begitu indah mwnurutnya


"Aku pikir kau sudah menyiapkan nama untuk mereka berdua" ujar Daffa berterus terang

__ADS_1


"Tidak, aku memang sengaja tidak mencarikan nama untuk mereka, karena aku ingin mereka memakai nama pemberianmu"


"Baiklah, kalau begitu nama mereka adalah Aliya Andini Dirgantara dan Afifa Andini Dirgantara" putus Daffa


__ADS_2