Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 113


__ADS_3

Daffina telah selesai dengan mandi paginya. Di liriknya sang suami yang tampak masih terlelap dalam tidurnya, membuat Daffina menjadi tidak tega untuk membangunkannya. Di tambah lagi, apa yang mereka lakukan tadi malam membuatnya merasa malu. Ia bahkan beberapa kali menutup wajahnya saat bayangan kejadian tadi malam tiba tiba terlintas


Tok... tok...


Ketukan di pintu yang lumayan keras membuat Daffina sedikit heran dan bertanya tanya tentang siapa yang ada di depan pintu. Sebab, sekarang masih terbilang sangat pagi, jadi sangat tidak mungkin jika pegawai hotel yang datang. Daffina melirik suaminya yang menggeliat tanda bahwa laki laki tersebut akan segera bangun.


"Itu pasti Aksa, tadi Kak Daffa menghubungiku dan mengatakan bahwa Aksa ingin bersamamu" ujar Gavin


"Aksa? Lalu kenapa kau masih diam saja? Cepat masuk kamar mandi, dan bersihkan dirimu. Jangan sampai Aksa melihat kekacauan disini"


"Baiklah" Gavin mulai bangkit dari ranjang menuju kamar mandi. Begitu melewati tempat istrinya, ia dengan sengaja memberikan satu ciuman di pipi sang istri, membuat Daffina terbelalak


Tidak lama, keterkejutan pada wajah Daffina mulai bisa ia kontrol. Ia lantas berjalan menuju pintu kamar, dan membukanya. Benar saja, terlihat Kak Daffa yang berdiri di depan pintu dengan Aksa dalam gendongannya


"Mama..." panggil Aksa lirih, dapat Daffina lihat sisa sisa air mata di pipi putranya itu, membuatnya menjadi tidak tega karena tadi malam mengingkari janji mereka padanya untuk tidur bersama

__ADS_1


Daffina segera meraih Aksa kedalam gendongannya. Ia peluk putranya, dan sesekali memberi kecupan sayang di puncak kepalanya "Apa Aksa menangis sejak semalam Kak?" tanya Daffina


"Tidak, dia barusaja terbangun, dan langsung menangis saat tidak melihatmu bersamanya" jelas Daffa


"Baiklah, terima kasih ya Kak sudah mengantar Aksa kemari"


"Sama sama, kalau begitu Kakak ke kamar ya, kasihan Kakak Iparmu sendirian" ujar Daffa dan segera berlalu


Begitu Daffa pergi, Daffina membawa Aksa untuk masuk. Melihat ranjang yang cukup berantakan, tidak mungkin untuk membawa Aksa duduk disana. Daffina beralih menuju sambungan interkom, dan meminta petugas hotel untuk segera membersihkan kamarnya. Selesai mengucapkan itu pada petugas hotel, Daffina beralih membawa Aksa untuk duduk di kursi yang ada di balkon, sembari menatap matahari yang sudah mulai terbit


"Aksa takut Mama pergi" jawab Aksa masih sesegukan sisa tangisnya


"Mama tidak akan pergi Sayang, semalam Aksa tidur di gendongan Ayah, jadi Mama tidak tega untuk membangunkan Aksa. Maka dari itu Mama meninggalkan Aksa untuk tidur bersama Ayah dan Bunda. Maafkan Mama ya"


"Iya Mama, Aksa sayang Mama"

__ADS_1


"Mama juga sayang sama Aksa"


"Dengan Papa tidak sayang?" tanya Gavin dari ambang pintu balkon, membuat Daffina dan Aksa menoleh secara bersamaan


"Papa..." seru Aksa sembari merentangkan tangannya


Melihat hal itu, Gavin segera berjalan mendekat, dan duduk di kursi yang sama dengan anak dan istrinya. Ia labuhkan kecupan hangat di dahi putranya, dan istrinya secara bergantian. Setelah itu, ia merangkul pundak sang istri, hingga menempel padanya, membuat Daffina menyamankan dirinya dalam pelukan sang suami


"Apa tadi malam Aksa rewel saat tidur bersama Ayah dan Bunda?" tanya Gavin


"Tidak Pa, Aksa tidur dan tidak tahu kalau ternyata Aksa tidur bersama Ayah dan Bunda. Aksa pikir, Aksa akan tidur bersama Mama dan Papa" ujar Aksa sedikit sedih


"Maafkan Papa Nak. Nanti malam kita pasti tidur bersama. Aksa mau kan?"


"Janji?" tanya Aksa, sembari mengulurkan jari kelingking-nya membuat Gavin segera menautkan jari kelingkingnya pada jari sang putra. Melihat hal itu, Daffina juga ikut menautkan jari kelingking-nya, hingga membuat Aksa terlihat begitu bahagia

__ADS_1


__ADS_2