Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 85


__ADS_3

"Lalu apa yang terjadi setelah pertemuan antara Ibu dan Mamq?" tanya Daffa, masih belum puas


"Ibumu menjalani kehidupan menjadi orang biasa, meninggalkan segala keindahan kota, dan segala kemewahan yang selama ini ia rasakan. Ia benar benar memulai hidupnya dari nol bersama Mama, sampai akhirnya dia hamil. Kami kembali bekerja untuk mencari uang, setidaknya untuk sekedar bertahan hidup. Namun setelah mendekati waktu melahirkan, Ibumu memutuskan untuk kembali ke Jakarta, dan memberikan kehidupan layak untukmu dan Daffina"


Hufff


Mama Chintya menghela napas berulangkali. Sebab, membuka tabir masalalu membuat dadanya benar benar terasa sesak. Bayang bayang kehidupan menyakitkan yang dialami Nyonya Bianca terus berputar dalam benaknya

__ADS_1


"Mengetahui Ibumu kembali ke Jakarta, Daddy-mu yang sudah menyadari kesalahannya, akhirnya meminta maaf pada Ibumu, dan meminta untuk kembali membina rumah tangga bersama. Ibumu yang saat itu memikirkan kebahagiaan untuk kau dan Daffina, akhirnya menyetujui ajakan ayahmu, dan kehidupan rumah tangga yang terjadi dalam kehidupan Daddy dan Ibumu benar benar berakhir bahagia. Namun lagi lagi kebahagiaan itu tidak pernah abadi, karena setelah kebahagiaan itu, Ibumu pergi untuk selamanya"


Mama Carissa menghapus air mata yang membanjiri wajahnya "Ibumu meminta Daddy untuk menikahi Mama, dan akhirnya demi rasa cinta yang begitu besar pada Ibumu, Daddy-mu berusaha mengabulkan permintaannya meski dengan terpaksa. Daddy dan Mama menikah tanpa cinta, dan akhirnya... akhirnya..."


Mama Carissa benar benar tidak lagi bisa menahan tangisnya. Melihat itu, Daffa berjalan mendekat, dan memeluk Mama Carissa, ia ikut merasakan kesedihan atas cerita Mamanya. Karena nyatanya, Mamanya tidak sepenuhnya bersalah dalam hal ini, dan sekarang segala jenis pertanyaan tentang hubungan rumit antara Daddy, Mama Carissa, dan Ibu Bianca terjawab sudah


"Terima kasih Ma, terima kasih atas kasih sayang Mama yang begitu tulus untuk aku dan Daffina"

__ADS_1


"Tidak Ma, tidak..." berkali kali Daffa menggelengkan kepala. Meyakinkan Mama Carissa bahwa apa yang wanita itu lakukan untuk membesarkan dirinya dan Daffina sudah sangat cukup untuk membalas semua kesalahan Mamanya di masa lalu. Daffa melepas pelukan Mama Carissa, dan mulai melepas foto foto Ibu Bianca dari dinding kamar


"Daffa, apa yang kau lakukan Nak?" Mama Carissa panik saat melihat Daffa melepas beberapa pajangan foto di kamarnya


"Aku akan menyingkirkan semua ini Ma, sekarang istri Daddy adalah Mama, dan Ibu adalah masa lalunya. Tidak seharusnya Daddy membuat Mama menderita, dan semua foto ini adalah sumber penderitaan untuk Mama"


"Tidak Sayang, Mama mohon jangan, atau Daddy-mu benar benar akan murka"

__ADS_1


Ya, Mama Carissa teringat pada awal pernikahan dirinya dan Tuan Riko. Saat itu, ia belum bisa menerima sepenuhnya jika dirinya hanya di nikahi sebagai Ibu pengganti, dan setidaknya ia berharap Tuan Riko menghargai perasaannya dengan tidak memajang apapun di kamar mereka dengan foto foto istri pertamanya. Namun hal itu justru mengundang keributan besar untuk mereka, dan ia tidak ingin jika keributan itu kembali terulang.


"Aku yang akan bertanggung jawab Ma"


__ADS_2