Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 27


__ADS_3

Daffa masuk ke ruangan setelah sebelumnya mengantarkan Dokter Adi dan Dokter Ardan hingga ke depan pintu. Ia melihat Sekar yang sudah sedikit lebih tenang, bahkan kini wanita itu tengah tertidur pulas setelah dipasangkan selang infus di punggung tangannya. Daffa berjalan menuju sofa, dan mengeluarkan ponselnya.


Ia duduk di sofa dengan jari yang sibuk menari mengusap layar ponselnya. Sedetik kemudian ia mendongak, menatap Sekar yang masih terlelap di brankar. Ia berjalan mendekat, menatap istrinya dengan intens


"Seharusnya kau tidak mengorbankan dirimu hanya untuk menikah dengan pria kaya sepertiku hanya demi uang, tapi kenapa kau begitu ter-obsesi dengan uang?"


Huh


Helaan nafas terdengar jelas dari mulut Daffa. Jujur, ia masih tidak menyangka bahwa dirinya akan menikah di usia yang terbilang muda menurutnya, sebab selama ini ia tidak pernah berkeinginan untuk menikah, dan jika memang suatu saat nanti ia harus menikah, ia tidak pernah berharap menikah dengan wanita dari keluarga Ibu Sambungnya. Karena ia sangat membenci Ibu Sambungnya, beserta seluruh keluarganya


Pintu ruangan terbuka, menampilkan Daffina dan Nyonya Carissa yang tampak melangkah masuk "Bagaimana keadaan Sekar nak?" tanya Carissa. Namun tidak mendapat jawaban dari Daffa

__ADS_1


"Apa Kak Sekar baik baik saja Kak?" tanya Daffina saat pertanyaan Ibu Sambungnya sama sekali tidak mendapat jawaban dari saudara kembarnya ini


"Tulang kakinya retak, dan harus istirahat total"


Daffina mengelus bahu Ibu Sambungnya yang terlihat shock mendengar apa yang Daffa ucapkan. Nyonya Carissa mendekat kearah Sekar, mengusap anak rambut menantunya yang menutupi sebagian wajahnya. Ia lantas melabuhkan satu ciuman di dahi sang keponakan, sekaligus menantunya itu


"Kakak lihatkan bagaimana Mama sangat menyayangi istri Kakak?" ucap Daffina lirih "Mereka tidak memiliki ikatan kuat Kak, sama seperti hubungan kita dan Mama. Mereka hanya kerabat yang kenal setelah besar, tapi aku bisa melihat Mama sangat menyayangi Kakak Ipar, lalu kenapa Kakak tidak bisa menyayangi Mama?"


Daffa melihat Daffina dengan tatapan memicing. Lalu tanpa kata ia meninggalkan ruangan perawatan, tanpa berniat membalas ucapan Daffina. Daffina hanya menatap kepergian saudara kembarnya dengan helaan nafas berat


"Kau tidak pulang?" tanya Daffa

__ADS_1


"Tidak, malam ini aku lembur" jawab Ardan sembari duduk di kursi depan Daffa "Tadi aku melihat Tante Carissa dan Daffina di ruangan istrimu" ucap Ardan memberitahu


"Aku tahu"


"Itu sebabnya kau ada disini, kau menghindari mereka?" tebak Ardan


"Aku tidak bisa mengontrol emosiku jika berhadapan dengan wanita itu" ucap Daffa yang jelas tertuju pada ibu sambungnya


Ardan mengangguk, ia tidak lagi melanjutkan pertanyaannya. Karena ia tahu, jika sudah membahas Ibu Sambungnya, maka Daffa akan diam seribu bahasa. Sahabatnya ini benar benar sangat membenci Ibu Sambungnya. Ardan tahu alasannya, karena Daffa pernah menceritakan hal itu kepada dirinya, Lion, dan juga Arga. Hanya saja menurutnya Tante Carissa tidak se-buruk itu


"Sudah waktunya shalat maghrib, kau shalat kan?" tanya Ardan

__ADS_1


Daffa terdiam, ia tidak mengingat kapan terakhir dirinya shalat. Seingatnya, ia shalat saat dulu masih sangat kecil, mungkin saat ia dan saudara kembarnya berusia lima tahun, dan saat itu ia shalat berjamaah bersama Daddy, Mama Carissa, dan Daffina. Namun setelah ia mengetahui sebab kematian Ibunya, ia sangat membenci Ibu Sambungnya, dan akhirnya membuatnya sama sekali tidak menjalankan shalat, baik berjamaah ataupun sendiri


"Sudah, ayo shalat, sudah saatnya kembali ke jalan tuhan" ajak Ardan


__ADS_2