Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 44


__ADS_3

Sekar kembali ke kamar setelah sebelumnya membantu Ibu Mertuanya untuk menyiapkan berbagai hidangan sarapan. Tiba di kamar, ternyata suaminya sedang bersiap. Ia berjalan mendekat, menghampiri suaminya yang masih mematut diri di depan cermin. Daffa yang menyadari kehadiran istrinya dengan segera berbalik dan menghadap istrinya


"Maaf untuk yang tadi" ucap Daffa ambigu, tapi masih mampu di fahami oleh Sekar


"Aku tahu, semuanya butuh waktu. Jadi lupakanlah" ucap Sekar dengan tersenyum, ia mengambil dasi milik suaminya yang ada di meja rias, dan langsung ia pakaikan


"Kau tidak marah?" tanya Daffa, entah mengapa laki laki irit bicara itu terkesan sangat ramah pagi ini


"Kalau aku marah apa kau akan membujukku?" tantang Sekar, sembari terus memakaikan dasi suaminya "Hahaha santai saja, bukankah selama ini saja kau mendiamkanku, dan aku tidak marah, kau tahu kenapa?" tanya Sekar


"Kenapa?"


Sekar melingkarkan tangannya di leher suaminya, dengan senyum menggoda "Karena aku mencintaimu Mr.Cuek-ku"


Cup


"Dan itu adalah wujud cinta yang selalu aku utarakan" ucap Sekar setelah berhasil mencuri satu ciuman di wajah suaminya. Setelah itu ia segera berlari menuju kamar mandi karena merasa malu sendiri dengan apa yang barusaja ia perbuat

__ADS_1


Sedangkan Daffa tampak tersenyum simpul sembari mengusap dadanya yang kembali berdesir. Ia menghela nafas beberapa kali demi mengurai debaran kencang yang saat ini siap merombak dadanya. Setelah beberapa saat, akhirnya istrinya selesai dengan mandi, dan pakaiannya. Mereka segera berjalan bersama menuju meja makan


"Pagi Dad" sapa Sekar pada Ayah Mertuanya


"Pagi"


"Selamat pagi Kakak Ipar" Daffina ikut menyapa dan berjalan menyusul di belakang sana, tentunya dengan setelan piyama yang masih melekat di tubuhnya


"Anak gadis tapi bangun selalu siang" cibir Daffa


"Sudah, sudah... Ayo duduk, kita sarapan bersama" Lerai Nyonya Carissa


Daffina segera duduk di samping Mama Carissa, sedangkan Daffa dan Sekar duduk berdampingan di seberang meja, dan Tuan Riko tentu saja menempati kursi kepala keluarga. Daffa melihat berbagai hidangan yang tersaji, dan matanya kembali menangkap adanya beberapa makanan favoritnya. Kembali, dadanya berdesir entah untuk ke-berapa kalinya hanya karena istrinya yang mengingat dengan jelas apa yang menjadi makanan favoritnya


"Semua makanan ini Sekar yang memasak" ucap Mama Carissa, seakan faham dengan pandangan Daffa


Daffa melirik istrinya yang tampak tersenyum sembari mengambilkan makanan untuknya. Setelah selesai mengambil makan untuknya, barulah istrinya mengambil makan untuk dirinya sendiri. Setelah itu mereka mulai memakan makanan dengan hening

__ADS_1


"Ma... Aku berangkat dulu" Tuan Riko mengusap tangan istrinya yang ada diatas meja makan, dan mencium pucuk kepala sang istri


"Dad... Aku ingin di cium juga" Daffina segera beranjak mendekati Daddy-nya


"Manja" ucap Daffa lirih, tapi masih mampu di dengar oleh Daffina, yang berakhir mendapat tatapan tajam dari kembarannya tersebut


"Daddy berangkat"


"Hati hati Dad"


Setelah Tuan Riko keluar bersama Nyonya Carissa. Daffa ikut menyudahi sarapannya, dan ikut bangkit. Seperti biasa, Sekar mencium punggung tangan suaminya, dan sedikit berjinjit untuk mencium pucuk kepala suaminya, mengingat suaminya yang lebih tinggi darinya. Sedangkan Daffina yang menyaksikan itu semua hanya bisa menggerutu dalam hati, karena setiap pagi ia pasti akan disuguhi pemandangan yang membuatnya iri, entah dengan kemesraan Daddy dan Mamanya, atau karena kemesraan antara Kakak dan Kakak Iparnya


"Kak..." Daffina menyusul kembarannya tersebut, lalu langsung mengambil tangannya dan ikut mencium punggung tangan Kakaknya


"Apa yang kau lakukan?" tanya Daffa


"Tentu saja menghormati Kakak. Semangat bekerja Kakak kembarku tersayang"

__ADS_1


__ADS_2