Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 21


__ADS_3

"Kakak Ipar..." seruan dari luar kamar membuat Sekar dengan segera membuka pintu


"Fin, kenapa?" tanya Sekar


"Mama minta kita semua untuk turun dan makan malam"


"Baik, tunggu sebentar" Sekar kembali menutup pintu. Namun masih terbuka sedikit, membuat Daffina bisa melirik kedalam sana, tapi ia tidak bisa melihat apapun "Ayo" ajak Sekar, membuat Daffina yang tengah mengintip sedikit terkejut


"Kak Daffa tidak makan malam?" tanya Daffina saat tidak melihat Daffa


"Katanya nanti dia akan menyusul, sudah ayo"


Sekar dan Daffina turun bersamaan menuju ruang makan. Tiba disana, ternyata Daddy dan Mama mertuanya sudah duduk di kursi meja makan. Sekar dan Daffina segera duduk di tempat masing masing


"Daffa tidak makan malam?" tanya Tuan Riko saat menyadari putra sulungnya tidak ikut bergabung


"Katanya... Itu dia" tunjuk Daffina pada Daffa yang baru menuruni tangga.

__ADS_1


Daffa segera duduk disamping Sekar. Melihat suaminya duduk, Sekar segera mengambilkan makan untuk suaminya, mulai dari nasi hingga lauk pauk dan lainnya. Baru setelah itu Sekar mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Kalian tidak ada niat untuk honeymoon?" tanya Tuan Riko


Uhuk


Sekar segera meraih air minum didepanny, dan dengan segera meminumnya. Dadanya terasa akan meledak karena batuk yang melandanya. Ia melihat semua orang yang kini menatapnya


"Kakak Ipar tidak apa apa? Jangan bilang kalau Kakak Ipar grogi, atau jangan jangan, Kakak belum pernah" Daffina menyatukan kedua tangannya sebagai isyarat, yang mana hal itu justru semakin membuat wajah Sekar semakin memerah


"Fin..." tegur Tuan Riko saat melihat putrinya yang menggoda menantunya


"Jadi bagaimana, kalian akan honeymoon kan?" tanya Tuan Riko kembali karena pertanyaannya belum terjawab


"Aku rasa tidak perlu Dad" jawab Daffa


"Iya, aku rasa itu juga tidak perlu Dad" ucap Sekar setelah batuknya mereda

__ADS_1


"baiklah, tapi kalau kalian berubah pikiran, kalian bilang saja pada Daddy. Biar Daddy kosongkan jadwal kalian"


Setelah pembicaraan singkat itu, mereka kembali fokus pada makanan masing masing. Selesai dengan makan malam, Daffa kembali ke kamarnya. Sedangkan Sekar masih tampak berbicara santai bersama keluarga suaminya di ruang keluarga


"Jadi bagaimana hubunganmu dengan Daffa, sudah ada kemajuan?" tanya Tuan Riko


"Belum Dad, Daddy benar, sangat susah menakhlukan hatinya. Tapi aku sangat yakin kalau suatu saat nanti dia pasti akan bisa menerima kehadiranku" ucap Sekar yakin


"Aku juga punya keyakinan yang sama, Kaka Ipar harus lebih sabar menanti masa baik itu untuk datang" timpal Daffina, sembari memegang lengan Kakak Iparnya


"Layaknya batu yang berlubang hanya dengan tetesan air, begitupula aku akan membuat hati batunya menjadi luluh" tekad Sekar


"Daddy percaya padamu"


Sekar kembali ke kamar bersama Daffina. Setelah pembicaraan singkat bersama kedua mertuanya, akhirnya Sekar memutuskan untuk kembali ke kamar. Ia membuka pintu kamar, dan langsung di suguhkan pemandangan dimana suaminya sudah tampak tertidur pulas diatas ranjang. Sekar berjalan mendekat, dan kembali melabuhkan ciuman di dahi suaminya


"Aku tahu hatimu begitu bersih, kau hanya membutuhkan kasih sayang yang selama ini hilang, dan aku berjanji akan mengembalikan kebahagiaan yang seharusnya kau dapatkan. Selamat tidur suamiku"

__ADS_1


Sekar memutari ranjang, dan tidur disamping Daffa. Ia merangkul suaminya, dan tidak ada pergerakan sama sekali dari suaminya, yang menandakan bahwa suaminya benar benar tertidur pulas. Setelah memastikan suaminya tidak terusik dengan apa yang ia lakukan, ia akhirnya merebahkan tubuhnya, dan tertidur dengan memeluk erat suaminya


__ADS_2