Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 87


__ADS_3

Selesai bersiap, Daffa dan Sekar turun bersamaan ke lantai bawah. Hari ini, mereka akan me time kembali setelah me time pertama mereka beberapa bulan lalu. Tiba di lantai bawah, terlihat Mama Carissa yang barusaja keluar dari kamarnya


"Kalian mau kemana sudah rapi begini?" tanya Mama Carissa


"Kita mau jalan jalan Ma" jawab Sekar


"Biasa Ma, keinginan bayi" ujar Daffa ikut menimpali


"Ya sudah, kalian hati hati ya"


"Iya Ma, kami berangkat"


Daffa dan Sekar segera masuk kedalam mobil. Setelah itu mobil melaju meninggalkan kediaman Dirgantara "Jadi kita akan kemana sekarang?" tanya Daffa pada istrinya


"Aku ikut Mas saja"


Daffa melirik istrinya. Ungkapan pasrah khas seorang wanita barusaja meluncur dari mulut istrinya. Salah mengartikan sedikit saja maka ia pasti akan mendapat amukan


"Ehem, apa kau tidak ada keinginan untuk mengunjungi tempat tempat tertentu?" tanya Daffa, takut jika sampai ia benar benar salah menebak


"Sejujurnya, aku sedikit berpikir, apakah ibu hamil boleh bepergian jauh dalam usia hamil muda" ujar Sekar


"Lalu?"


"Aku ingin memeriksa kandungan terlebih dahulu, dan menanyakan semua terkait keberangkatan kita ke Lampung"


"Baiklah, kalau begitu berarti kau ingin bertemu dokter?"

__ADS_1


"Iya"


Daffa merespon ucapan istrinya dengan anggukan. Setelahnya ia mulai melajukan kendaraan menuju kediaman sahabatnya, Dokter Ardan. Tidak lama, akhirnya mereka tiba di rumah Dokter Ardan


"Assalamu'alaikum" salam Daffa


"Wa'alaikum salam... Kak Daffa" tampak seorang wanita muda membukakan pintu, wanita itu lantas melirik Sekar "Ini pasti Sekar" ujarnya


"Iya Kak" jawab Sekar


"Ah tidak perlu sungkan begitu, ayo masuk" Wanita tersebut segera mengajak tamunya masuk, setelah itu ia memanggil suaminya. Tidak berselang lama Dokter Ardan bersama wanita tersebut keluar bersamaan


"Hai bro... apa yang membawamu kemari?" Ardan tampak menyapa setelah melihat sahabatnya berada di ruang tamu kediamannya


"Aku ingin memeriksakan kandungan istriku" ujar Daffa


"Aku juga tidak akan meminta bantuanmu, aku meminta Gita yang Memeriksanya" ujar Daffa sengit


"Dih, istriku juga tidak bisa"


"Dokter Gita, apa kau bisa membantuku?" tanya Daffa pada Dokter Gita, yang merupakan istri Dokter Ardan


"Tentu" sahut Dokter Tia


"Kau dengar, istrimu tidak malas seperti dirimu" ejek Daffa


"Hei, aku tidak malas, hanya saja aku sudah katakan bahwa aku tidak membuka praktek di rumah, kalau mau aku periksa, maka datanglah ke rumah sakit"

__ADS_1


"Sayangnya aku tidak butuh, sudah ada Gita yang bersedia membantuku"


Dokter Gita yang melihat interaksi antara suami dan sahabatnya hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepala "Sekar, ayo ikut aku, kita periksa sekarang"


"Baik Dok"


Sekar mengikuti langkah Dokter Gita menuju sebuah kamar. Masuk kesana, ia segera diminta untuk berbaring, setelah itu, Dokter Gita mulai memeriksa keadaan istri dari sahabatnya itu. Setelah selesai, ia menggulung kembali stetoskopnya


"Apakah ada keluhan di kehamilanmu ini?" tanya Dokter Gita


"Aku sering mual di pagi hari Dok"


"Itu hal yang wajar terjadi di trimester pertama kehamilan, apa ada keluhan lain?"


"Tidak"


"Baiklah, kandunganmu sangat sehat, dan aku ingin mengatakan bahwa kau adalah wanita beruntung, karena bayi yang kau kandung kembar" ujar Dokter Gita


"Kembar?"


"Iya, tapi untuk jenis kelamin, kita belum bisa mengetahuinya. Nanti, setelah usia kehamilan mencapai empat atau lima bulan, maka kita sudah bisa mengetahui jenis kelamin bayi" jelas Dokter Tia "Sekali lagi selamat atas kehamilanmu"


"Terima kasih Dok"


"Tidak, panggil saja Gita, usia kita tidak jauh berbeda"


"Baik, Dok... emm maksudku Gita"

__ADS_1


"Iya seperti itu"


__ADS_2