Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 73


__ADS_3

"Pak Kiai, ada satu hal lagi yang ingin saya tanyakan. Apakah hukum memakai hijab dalam Islam?" tanya Daffa sembari mengeratkan genggaman tangannya pada tangan sang istri


"Hijab adalah salah satu cara wanita dalam menjaga diri, dan dalam Islam, hukum memakai hijab adalah Wajib"


"Lalu bagaimana dengan pakaian yang seharusnya di pakai seorang istri Kiai?" tanya Sekar ikut bertanya


"Pakaian seorang istri layaknya yang menutup auratnya, yaitu menutupi seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Namun pakaian yang paling pantas untuk seorang istri adalah memakai pakaian seksi jika berada di hadapan suami, dan memakai pakaian tertutup saat didepan khalayak ramai. Sebab, keindahan tubuh seorang istri adalah milik suaminya. Selain itu, dosa yang mengalir karena tidak memakai hijab bagi perempuan tidak hanya masuk ke dalam daftar dosa miliknya saja, karena ayahnya, adik atau kakak laki lakinya, dan suaminya juga akan mendapat bagian dari dosa tersebut"


*

__ADS_1


Sekar masih duduk diam memandang hamparan pemandangan dari jendela kamar penginapannya. Pikirannya masih dipenuhi oleh perkataan Kiai yang tadi mereka temui. Sejak tadi ia berusaha menghilangkan pikiran itu dari kepalanya. Namun ucapan itu lagi lagi muncul bagai sebuah putara kaset dalam kepalanya


"Mas..."


"Hem..." Daffa yang saat itu tengah fokus pada ponselnya, memilih mematikan ponsel tersebut, dan berjalan mendekati istrinya "Ada apa?"


"Kalau aku memakai hijab bagaimana?" tanya Sekar, masih membelakangi suaminya


"Mas setuju?" tanya Sekar lagi

__ADS_1


Daffa membalik tubuh istrinya hingga kini berhadapan dengannya "Aku sangat ingin melindungi kecantikan wajah dan tubuhmu hanya untukku. Tidak ada alasan bagiku menolak keinginanmu karena itu juga merupakan keinginanku sejak lama. Tapi selama ini ku tidak pernah mengungkapkan keinginanku sebab aku tidak ingin kau tertekan atas permintaanku"


Sekar tersenyum senang, dan menghambur kedalam pelukan suaminya "Terimakasih" ucap Sekar. Sekar melepas pelukannya, dan memandang wajah suaminya "Apakah itu juga alasanmu berhenti di depan toko muslimah saat di Mall waktu itu?" Sekar teringat pada moment dimana ia dan suami menghabiskan waktu di mall saat itu


Daffa mengangguk, membenarkan apa yang barusaja istrinya katakan "Tapi aku tidak ingin kau memakainya karena keterpaksaan. Itulah mengapa aku juga tidak meminta Daffina untuk memakai hijab seperti hal-nya Ibu Bianca, karena aku tidak ingin dia memakai hijab dengan sebuah keterpaksaan"


Cairan bening mulai memenuhi mata Sekar. Betapa ia sangat beruntung menjadi istri dari seorang Daffa Alfano Dirgantara. Laki laki yang tidak pernah berlaku kasar kepadanya, meski belum memiliki cinta. Tidak ada satu goresan pun yang bisa Sekar tunjukkan, dan mengatakan bahwa itu adalah hasil dari kekerasan yang di lakukan suaminya. Laki laki yang ia nikahi ini adalah sosok laki laki hebat yang begitu luar biasa


"Kau adalah kakak yang sempurna untuk Daffina, dan kau juga suami yang begitu luar biasa untukku. Aku sangat mencintaimu" Beribu kata cinta yang Sekar ucapkan rasanya sangat tidak layak dikatakan berlebihan. Sebab inilah ungkapan hatinya yang sebenarnya. Ia sangat amat mencintai suaminya

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu, Nyonya Muda Dirgantara"


Sekar tertawa dalam keharuan saat mendengar nama Nyonya Muda yang di sematkan suaminya. Inilah sisi lain dari suaminya yang sudah lama ia cari. Sisi lain yang begitu hangat, dan sangat penyayang. Seorang laki laki tampan yang di gilai banyak wanita, dan dirinya menjadi wanita paling beruntung karena bisa hidup bersama, dan menyandang status sebagai seorang istri dari orang hebat seperti suaminya


__ADS_2