Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 116


__ADS_3

Setelah Sekar di pindahkan ke ruang perawatan. Daffa meraih kedua putrinya, dan mengazani satu persatu. Bahkan air mata keharuan mengalir begitu saja di wajah Daffa. Begitu selesai, ia kembali menaruh bayinya di box bayi, dan beralih mendekati brankar sang istri


"Sayang, terima kasih" ucap Daffa sembari melayangkan kecupan bertubi tubi di wajah sang istri


Sekar mengusap pipi suaminya yang terlihat begitu bahagia. Ia tidak tahu saja jika tadi suaminya hampir gila saat melihat dirinya memasuki ruang operasi. Namun semua Ke-khawatiran itu sirna begitu saja saat melihat keadaan istrinya baik baik saja


Pandangan Daffa dan Sekar beralih pada dua box bayi di sampingnya. Terlihat semua orang silih berganti memandangi kedua putri kebanggaan keluarga Dirgantara tersebut. Bahkan Daffina tampak menggendong salah satu diantara bayi Sekar. Membuat Sekar tersenyum dengan cerah, karena kini kebahagiaan benar benar datang padanya


"Mas... terima kasih sudah memberikan keluarga yang lengkap untukku. Aku mencintaimu" ucap Sekar


"Aku juga mencintaimu Sayang, terima kasih atas perjuanganmu untuk melahirkan mereka. Kau wanita yang hebat"


Aksa yang semula berdiri di samping sang Mama untuk melihat bayi yang ada dalam gendongan Daffina, seketika mengayunkan kaki mungilnya untuk mendekati brankar Sekar "Bunda, adik bayi boleh buat Aksa satu tidak?" tanya Aksa, membuat pandangan Sekar dan Daffa teralihkan pada bocah laki laki itu "Aksa juga ingin punya adik bayi Bunda" ujar Aksa saat tidak mendapati jawaban dari Ayah dan Bundanya


Daffina yang mendengar ucapan Aksa hanya tersenyum kecil, ia lantas membawa satu bayi yang masih berada dalam gendongannya untuk mendekati sang putra, yang berdiri di samping brankar Sekar "Nak, dedek bayi masih terlalu kecil, masa harus dipisahkan dari Ayah dan Bunda. Udo Aksa yang sudah besar saja tidak mau berpisah dari Mama dan Papa" ucap Daffina

__ADS_1


Mengingatkan sang putra bahwa di usianya yang sudah cukup besar itu, anak laki lakinya masih tetap tidur bersamanya dan sang suami. Lalu bagaimana mereka bisa memisahkan dua bayi kembar itu dari kedua orang tuanya. Benar benar lucu, dan ucapan Daffina berhasil membuat Aksa mengerucutkan bibirnya


"Tapi dedek bayinya lucu Mama"


"Lalu?"


"Aksa ingin punya satu untuk teman bermain" ujar Aksa menundukkan kepalanya


Gavin berjalan mendekat, dan membawa sang putra kedalam gendongannya "Udo Aksa tidak boleh sedih, sebentar lagi Udo Aksa juga punya adik bayi sendiri kok. Nanti, adik bayinya bisa Aksa ajak untuk bermain" ujar Gavin


"Tentu saja Nak, coba tanya Mama"


"Fin... apa benar, kau juga tengah hamil Nak?" tanya Mama Carissa mendekati Daffina sembari menggendong satu bayi milik Daffa


"Iya Ma, aku juga baru mengetahuinya tadi pagi" ujar Daffina

__ADS_1


"Fin... selamat ya" ucap Sekar


"Terima kasih Kakak Ipar" jawab Daffina


"Kalau begitu, kemarikan putriku, kau jangan mengangkat beban berat karena kau tengah hamil muda" ucap Daffa spontan, dan hal itu berhasil mengundang tatapan tajam dari Sekar


"Anak kita itu tidak berat Mas, timbangan mereka bahkan hanya 2,5 kg, mana mungkin berat" ujar Sekar kesal, sebab suaminya benar benar dalam mode bodoh jika berkaitan dengan kehamilan.


Gavin hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan Daffa. Sebab ke-khawatiran yang Daffa tunjukkan lebih cocok jika di tunjukkan olehnya. Namun dirinya yang pernah mengalami hal yang sama, menjadi sedikit mengerti bahwa hamil muda bukan berarti tidak boleh melakukan sesuatu yang berat, itulah sebabnya ia tidak melarang Daffina untuk menggendong bayi mungil milik Kakak Iparnya tersebut


Hari ini, kebahagiaan benar benar di rasakan seluruh anggota keluarga Dirgantara. Sebab, bukan hanya kehadiran dua orang putri cantik penerus keluarga mereka saja, tapi sebentar lagi, kurang lebih sembilan bulan lagi keluarga mereka akan kembali kedatangan anggota baru. Karena kabar kehamilan Daffina juga ikut serta memberikan kebahagiaan untuk mereka


Jika di sana terlihat kebahagiaan begitu besar yang di rasakan keluarga besar Dirgantara. Maka di sofa ruangan dimana terdapat Ardan, Gita, Arga, dan Lion. Mereka terlihat saling melirik satu sama lain, seolah apa yang ada dalam benak mereka terlintas satu hal yang sama


"Ehem... tadi kau mengatakan bahwa cobra Gavin tidak lagi berfungsi dengan baik setelah vakum selama lima tahun, tapi ternyata kau dengar sendiri bukan, bahwa cobra miliknya masih sangat berfungsi. Sekarang hanya tinggal menunggu pembuktian tentang cobramu saja, apakah tiga puluh tahun pensiun membuat milikmu tidak bekerja dengan baik juga, atau justru sebaliknya, dan untuk memastikan itu, maka segeralah nikahi gadis yang selalu kau bawa itu, jangan hanya selalu membual dan mengatakan bahwa dia wanita istimewa untukmu tapi tidak ada pembuktian" ucap Ardan pada Arga membuat Arga memalingkan wajahnya karena ucapan Ardan yang cukup keras, membuat semua pasang mata kini menatap dirinya

__ADS_1


__ADS_2