Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 68


__ADS_3

Daffa menarik kursi untuk ditempati Sekar. Setelah itu ia menarik kursi untuk dirinya sendiri. Saat ini keduanya tengah berada di sebuah rumah makan yang ada di dekat penginapan mereka. Daffa meraih sebuah buku menu yang sudah tersedia diatas meja, melihat lihat makanan yang ingin ia makan, dan pilihannya jatuh kepada makanan khas Aceh, yaitu Eungkot Paya, yang artinya ikan payau. Sebuah makanan dengan olahan ikan segar sebagai bahan utamanya


"Kau mau pesan apa?" Daffa menggeser buku menu ke hadapan Sekar


"Aku ikut pesananmu saja"


"Kalau begitu dua porsi Eungkot Payau"


"Tidak, aku ingin satu porsi yang dinikmati bersama"


Daffa tersenyum menanggapi ucapan Sekar. Setelahnya tanpa penolakan ia memesan makanan tersebut. Tidak lama, makanan yang ia pesan telah tiba, dan terhidang di meja mereka. Daffa menggeser kursinya hingga kini tepat bersebelahan dengan istrinya


"Jadi kau ingin makan sepiring berdua denganku?" tanya Daffa memastikan ucapan istrinya, dan hanya dijawab anggukan oleh Sekar "Baiklah"


Daffa mengaduk aduk makanan di piringnya, setelah itu ia arahkan satu sendok makanan ke hadapan Sekar, dan langsung saja dilahap habis oleh Sekar. Sekar mengangguk angguk saat merasa rasa masakan itu begitu lezat. Ia segera mengambil alih sendok dari tangan Daffa, dan ikut menyuapi suaminya. Hingga akhirnya makanan yang ada di piring mereka tandas tak bersisa


"Aku kenyang sekali" Sekar mengusap perutnya yang terasa begah, dan hal itu membuat Daffa tertawa kecil. Sebenarnya, ini adalah hal yang paling disukai Daffa dari sosok istrinya. Sekar adalah pribadi yang apa adanya, tidak ada sifat jaim hanya untuk menarik perhatiannya


"Mumpung masih sore, aku ingin mengajakmu ke pantai" ujar Daffa

__ADS_1


"Pantai? Dimana, apakah jauh?"


"Tidak, sangat dekat"


"Baiklah. Oh iya, aku menginginkan sesuatu untuk kau turuti" ucap Sekar


"Apa itu?"


"Aku ingin berpacaran denganmu"


"Berpacaran? Apa maksudmu, bukankah kita sudah menikah?" Daffa tampak aneh mendengar permintaan istrinya. Sebab, kini status mereka adalah sepasang suami istri, tapi mengapa istrinya justru meminta untuk berpacaran dengannya?


"Maksudmu, dating after marriage?"


"Semacam itu" jawab Sekar sedikit tak yakin. Sebab dirinya tidak mengerti bahasa inggris


"Baiklah, kalau itu maumu"


*

__ADS_1


Senja yang tampak berwarna jingga menambah kesejukan tersendiri bagi peminatnya. Begitu pula yang terjadi pada seorang wanita cantik yang kini tengah duduk diatas pasir putih di tepi pantai. Sesekali ia akan menerbitkan senyumnya saat selintas bayangan indah terlintas dalam benaknya. Hingga akhirnya, sebuah uluran tangan membuat pandangannya mendongak, menatap pemilik tangan kekar yang kini tengah tersenyum kearahnya


"Boleh aku berkenalan denganmu?" tanya laki laki tersebut


"Tidak"


"Baiklah, kalau begitu boleh aku duduk di sampingmu?"


"Tidak, aku sedang menunggu seseorang, jadi pergilah"


"Hei nona, siapa yang kau tunggu, apa kau menunggu kekasihmu?"


"Bukan urusanmu, jadi pergilah"


Mendapat penolakan dari wanita di depannya membuat senyum terbit di sudut bibir laki laki tersebut. "Kalau begitu, izinkan aku menemanimu sampai orang yang kau tunggu tiba. Namun jika orang yang kau tunggu tidak tiba dalam waktu lima menit, maka itu artinya kau harus berkencan denganku"


Tatapan tajam wanita itu hunuskan pada laki laki didepannya. Laki laki yang dengan berani mengatakan keinginannya tanpa meminta persetujuan. "Aku tidak butuh, jadi pergilah"


Bukannya pergi, laki laki tersebut justru duduk di samping sang wanita. Ia ikut memandang langit di ujung sana, dimana sang mentari mulai akan turun dan bersembunyi. Tidak ia hiraukan tatapan tajam yang terarah padanya, ia hanya duduk diam, tanpa mengucap sepatah katapun

__ADS_1


__ADS_2