
"Sebenarnya... Sebenarnya aku mengincar sesuatu yang spesial di sana" ucap Daffina
"Spesial?" Sekar masih tampak belum faham arah pembicaraan Adik Iparnya ini
"Laki laki Kak, aku mencintai seseorang, dan dia tinggal di sana" terang Daffina
"Lalu mengapa kau tidak memberitahukan pada Kakakmu saja, aku yakin dia pasti akan merestui kalian, bahkan lebih dari itu, aku yakin Mas Daffa juga akan langsung ke sana demi kelangsungan hubungan kalian"
"Tidak semudah itu Kak, masalahnya aku tidak yakin bahwa Kakak akan merestui hubungan kami, karena laki laki itu sudah pernah berkeluarga, selain itu dia juga sudah memiliki putra" Daffina menunduk sedih, ia akan melakukan berbagai cara untuk membuat Kakak Iparnya kasihan, dan akhirnya membantu dirinya, sebab ia tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan Kakak Iparnya ini
"Tapi... Kau yakin aku bisa melakukannya?" tanya Sekar masih tidak yakin pada dirinya sendiri
"Seratus persen" Daffina mengangkat jempolnya ke hadapan Sekar
__ADS_1
*
Sekar sudah tiba di depan kantor suaminya. Sebuah bangunan besar dengan tinggi yang hampir mencapai langit, mungkin terdengar lebai, tapi inilah kenyataannya. Sekar memang benar benar beruntung karena dirinya yang merupakan orang yang tidak berpunya, diminta secara langsung oleh kedua orang tua Daffa untuk menjadi menantu mereka. Namun tugas berat yang harus ia jalani, menjadi tantangan terbesar untuknya
Huh
Sekar menghela nafas, lalu berjalan masuk menemui resepsionis. "Maaf, bisa saya bertemu dengan Mas Daffa?" tanya Sekar pada dua resepsionis yang berjaga
"Tentu nyonya, mari saya antar"
Sedangkan Sekar sendiri telah tiba di lantai dimana ruangan suaminya berada. Hanya ada dua ruangan di lantai ini, dan Sekar bisa langsung mengetahui ruangan suaminya, karena terdapat nama di pintu ruangan. Sekar segera berjalan menuju pintu ruangan suaminya, di ketuknya pintu tersebut hingga terdengar seruan agar dirinya masuk
"Selamat siang suami... ku" ucapan Sekar tercekat saat melihat Daffa dan Arga yang kini menatap kearahnya. Ia sedikit merutuki kecerobohannya karena tidak melihat keberadaan Arga sebelumnya
__ADS_1
"Selamat siang istriku" cibir Arga, Arga lantas bangkit dari kursinya, dan berjalan keluar "Jangan lupa makan yang banyak suamiku" cibir Arga lagi disertai kekehan kecil karena apa yang ia lakukan mendapat tatapan tajam dari Daffa
"Kakak mau kemana?" tanya Sekar
"Aku mau ke kantin saja, daripada menjadi nyamuk untuk pengantin baru"
Setelah Arga menutup pintu, Sekar kembali melanjutkan langkahnya menuju suaminya yang ada di sofa. "Aku membawakan makan siang untuk Mas" ucap Sekar sembari membuka dan mulai menyajikan makanan yang ia bawa keatas meja
"Kau yang memasak sendiri?" tanya Daffa saat melihat istrinya masih sibuk menata hidangannya
"Iya, aku tidak tahu apa yang Mas sukai, dan aku sempat bertanya pada Daffina tapi dia bilang bahwa Mas tidak memiliki makanan favorit"
"Aku suka ayam bakar dengan sambal matah, tumis kangkung, dan tempe goreng" jawab Daffa
__ADS_1
Sekar terperangah mendengar jawaban suaminya. Se-simpel itukah? Suaminya yang terlahir kaya dan hidup di kota besar, ternyata sangat menyukai makanan rumahan yang terbilang ekonomis? Sekar mengerjabkan mata beberapa kali. Merasa tidak percaya dengan ucapan suaminya
"Mas serius?" tanya Sekar masih tak percaya, dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Daffa