Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 23


__ADS_3

"Pagi Kak" sapa Daffina


"Hem..."


"Dasar dingin irit bicara" cibir Daffina. Namun sama sekali tidak digubris Daffa.


Daffa duduk bersama Daddy-nya di ruang keluarga, sembari menunggu para wanita keluarganya menyelesaikan menu sarapan. Sekar yang melihat suaminya duduk bersama ayah mertuanya dengan segera membawakan segelas kopi. Ia meletakkan kopi tersebut didepan Daffa


"Diminum Kak" ucap Sekar dengan senyuman


Daffa diam, ia memandang wajah istrinya yang bersikap seolah tidak terjadi apa apa antara mereka. Ia kemudian mengambil gelas kopi yang ada dihadapannya, dan dengan segera meminumnya. Baru disesapan pertama, rasa kopi yang begitu khas sangat sangat terasa. Entah bagaimana istrinya itu meracik kopi ini, tapi yang pasti rasa kopinya begitu nikmat


"Bagaimana Kak?" tanya Sekar menantikan reaksi Daffa


"Enak" jawab Daffa singkat


Sekar tersenyum lebar saat kopi buatannya di apresiasi oleh suaminya. Ia lantas kembali ke dapur, dan bergabung bersama Adik Ipar dan Ibu Mertuanya. Daffina yang melihat Kakak Iparnya kembali memasuki dapur, dengan segera mendekat

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Daffina


"Aku rasa dia menyukai kopi buatanku" jawab Sekar


Daffina melirik kearah ruang keluarga, dimana Kakak nya tampak masih menyeruput kopi "Pelan pelan Kak, emang se-enak itu ya kopi buatan istri?"


Uhuk...


Tuan Riko melirik Daffina dan Daffa secara bergantian dengan senyum tipis di bibirnya. Sedangkan Daffa, wajahnya tampak memerah karena tersedak kopi. Sekar yang berada diambang pintu dapur, dengan segera membawakan air putih untuk sang suami


"So Sweety minum saja harus pegangan tangan" seru Daffina kembali


Daffa yang menyadari tangannya memegang tangan Sekar, dengan segera melepas genggaman tangan tersebut. Ia berdehem sejenak, dan berlagak seakan tidak terjadi apa apa. Sementara itu, Bik Wati dan Nyonya Carissa yang menata makanan diatas meja makan sesekali terlihat tersenyum saat menyaksikan bagaimana Daffina menggoda Kakak dan Kakak Iparnya


Setelah sajian tersedia. Kini mereka semua telah duduk di meja makan. Mereka memakan makanan dengan lahap. Setelah selesai sarapan, akhirnya Daffa berangkat lebih dulu


"Kak tunggu" Sekar segera menyusul suaminya yang sudah ada diambang pintu utama

__ADS_1


Cup


Kembali kecupan didahi didapatkan Daffa pagi ini. Sekar tersenyum seolah hal tersebut hanya hal biasa baginya. Ia lantas mengambil tangan kanan suaminya, dan menciumnya


"Semangat kerjanya suamiku"


Daffa segera berjalan meninggalkan Sekar. Ia masuk kedalam mobil, dan dengan segera tancap gas menuju perusahaan miliknya. Sepanjang jalan, ia memegang dadanya yang kian berdebar, ia tidak tahu kenapa akhir akhir ini dadanya sangat sering berdebar. Mungkin ia akan menemui Dokter Ardan nanti untuk memeriksakan diri


Tiga puluh menit berlalu, Daffa sudah tiba di perusahaannya. Ia segera berjalan cepat menuju ruangannya, dan menyibukkan diri disana. Beberapa menit berlalu, dirinya masih tetap belum bisa fokus, dan terus menerus memegangi dadanya yang terus berdetak kencang


"Ada apa denganku?" monolog Daffa


Ia melirik jam yang masih menunjukkan pukul tujuh pagi, dan Dokter Ardan pasti belum membuka praktek se-pagi ini. Ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, mencoba untuk tenang agar bisa kembali fokus. Namun saat ia memejamkan kedua matanya, bayang bayang dimana Sekar menangis dalam shalatnya terlintas dalam memori Daffa.


Huh


"Apa aku keterlaluan?"

__ADS_1


__ADS_2