Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 64


__ADS_3

"Kamu baik baik disini, jaga diri. Kakak pamit" ucap Daffa sembari memeluk adiknya


"Iya Kakakku sayang, salam untuk Kakak Ipar, Daddy, dan Mama. Sampaikan juga pada Mama bahwa aku akan segera kembali ke Jakarta dan membawa satu menantu baru untuknya" ucap Daffina tersenyum yakin


"Baiklah, ingat jaga dirimu" Daffa berbalik, melihat Arga yang kini menjadi penonton aksi berpamitannya "Kau akan pulang bersamaku, atau tinggal disini juga?" tanya Daffa saat melihat Arga hanya diam


"Aku pasti pulang ke Jakarta, tapi kalau kau memaksaku untuk tinggal bersama adikmu disini, maka dengan senang hati" ucap Arga, yang mana hal tersebut justru membuat Daffa menghunuskan tatapan tajamnya. Sedangkan Daffina yang melihat interaksi antara Arga dan Daffa hanya tersenyum, sebab hal ini menjadi hal biasa untuknya "Fin kami pamit, ingat kata Kakakmu untuk menjaga diri" pesan Arga sebelum akhirnya ikut menyusul Daffa yang kini sudah di dalam mobil


"Siap Kak, hati hati nyetirnya"


Mobil mulai melaju meninggalkan jalan desa menuju jalan utama. Mereka akan kembali ke hotel malam ini, dan akan melanjutkan perjalanan untuk pulang esok hari. Sebab malam yang sudah larut tidak memungkinkan mereka untuk menuju bandara yang letaknya cukup jauh dari hotel tempat mereka berada.


*


Pagi sekali, Daffa dan Arga sudah tiba di bandara dengan diantar supir perusahaan. Daffa dan Arga segera menuju gerbang keberangkatan, dan tidak lama setelah itu pesawat yang membawa mereka mulai mengudara. Daffa tampak menatap luar pesawat dengan pikiran yang berkelana entah kemana


"Ga..."

__ADS_1


"Hmmm..." Arga hanya menjawab deheman singkat saat mendengar Daffa memanggil namanya sebab saat ini kantuk berat tengah melandanya


"Aku ingin mengajak Sekar jalan jalan setelah ini, apa kau ada referensi untukku?"


"Jalan jalan? Kemana?" tanya Arga setengah sadar, kantuk yang melandanya benar benar tidak tertahan


"Justru itu aku bertanya padamu. Kalau aku tahu harus kemana, untuk apa aku meminta referensi darimu" ucap Daffa kesal


Arga memelototkan matanya untuk mengembalikan kesadarannya yang hampir hilang "Jadi bagaimana, aku tadi tidak fokus"


"Aku ingin mengajak Sekar jalan jalan" tutur Daffa mengulang pembicaraannya


"Lebih kearah honeymoon" jelas Daffa


"Ho.. honeymoon? Kau dan Sekar... maksudku kau akan honeymoon bersama Sekar, kau yakin?" tanya Arga tak percaya


"Aku rasa iya, jadi bagaimana kau ada referensi untukku?"

__ADS_1


"Honeymoon..." Arga tampak mengusap usap dagunya sembari berpikir "Kenapa tidak ke Liwa saja. Disana udaranya sangat dingin, jadi kau bisa saling menghangatkan satu dan yang lainnya, sekaligus itu juga bisa membuat kalian semakin dekat" usul Arga


"Liwa, lampung barat?" tanya Daffa yang langsung saja dijawab anggukan oleh Arga "Tapi aku rasa itu kurang cocok. Coba cari referensi lain"


Arga kembali brrpikir keras. Mencari tempat yang tepat untuk rencana bulan madu sang sahabat "Kalau Sumba? Disana juga bagus, banyak spot wisata dan banyak hal yang bisa kalian kunjungi"


"Sumba? Tidak ada referensi lain?"


Arga kembali memutar otak saat lagi lagi usulannya ditolak "Bagaimana dengan pulau Sulawesi?"


"Apa yang membuatku harus memilih pulau Sulawesi?" tanya Daffa


"Disana banyak pantai pantai indah, daerah pegunungan yang menawan, dan taman taman nasionalnya yang indah. Disana juga habitat hewan endemik dan taman lautnya masih sangat terjaga" tutur Arga menjelaskan


"Tapi aku rasa itu kurang menarik, bagaimana dengan Aceh, aku rasa aku ingin mengunjungi tanah Serambi Mekah itu, sekaligus aku ingin memahami agama islam lebih dalam dengan hidup di lingkungan orang orang islami disana" ucap Daffa menuturkan keinginannya


"Aku rasa itu juga tidak buruk. Hanya saja jika kau sudah ada keinginan tersendiri untuk tujuan honeymoon-mu, kenapa harus menguras otakku untuk berpikir, dan berakhir dengan segala macam penolakan" kesal Arga

__ADS_1


Bagaimana tidak kesal jika sedari tadi ia menahan kantuk hanya agar bisa berpikir tentang tempat tujuan Sahabatnya tersebut. Namun semua usulannya di tolak. Jika tidak karena menganggap Daffa seperti saudaranya sendiri, maka Arga mungkin akan mencakar cakar wajah tampan Daffa hingga tak berbentuk saat ini juga


__ADS_2