Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 75


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu beberapa hari untuk memperbaiki hubungan mereka. Hari ini Daffa dan Sekar akan kembali ke Jakarta. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam jalur udara, Kini Daffa dan Sekar menaiki mobil Arga yang memang di minta secara langsung oleh Daffa untuk menjemput mereka di Bandara


"Hai Daff" sapa Arga "Sekar..." Sama hal-nya dengan Daffa saat pertama kali melihat Sekar mengenakan hijab. Kini Arga juga memandang istri dari sahabatnya tanpa berkedip "Kau sekar?" tanya Arga memastikan


"Dia istriku" ucap Daffa, dengan segera menarik Sekar kedalam pelukannya


"Cih, dasar posesif" cibir Arga


"Apa kau bilang?"


"Posesif, kenapa kau tidak terima?" tantang Arga


"Tentu saja aku terima, karena aku memang posesif pada istriku karena aku mencintainya"


Arga melongo mendengar penuturan sahabatnya. Beberapa kali sahabatnya selalu menanyakan cara mengungkapkan perasaan, menyenangkan hati wanita, dan lain sebagainya. Namun apa yang sahabatnya katakan kali ini terdengar sangat spontan, dan itu merupakan sebuah kemajuan besar untuk sahabatnya

__ADS_1


"Kau mencintai istrimu?" tanya Arga memastikan


"Tentu saja"


"Kau Daffa bukan?" Arga menempelkan tangannya di dahi sahabatnya, dan langsung saja di tepis oleh Daffa


"Tentu saja aku Daffa, memangnya siapa lagi"


"Sekar, kau yakin suaminya tidak tertukar jiwa dengan orang lain selama kalian liburan?" tanya Arga lagi yang kini ia tujukan pada Sekar. Ia benar benar masih belum percaya jika sahabatnya bisa mengatakan cinta kepada istrinya dengan se-gamblang itu


Melihat Arga yang masih diam, membuat Daffa dengan segera menaiki mobil sahabtanya itu, tentunya dengan menggandeng tangan sang istri "Hei, kau mau pulang atau tidak?"


Arga yang tersadar akan keberadaan sahabatnya yang kini sudah berada didalam mobil, dengan segera memasuki mobil miliknya dan melajukan kendaraannya tersebut. Meski dalam hati masih enggan meyakini bahwa laki laki yang ia jemput kali ini benar benar sahabatnya. Namun ia berusaha untuk tetap percaya. Sebab perubahan sikap Daffa yang begitu signifikan membuat Arga begitu terkejut


Beberapa menit mengemudi, akhirnya mobil mulai memasuki halaman luas kediaman Dirgantara "Daff... kau benar benar Daffa bukan?" tanya Arga untuk kesekian kalinya saat melihat Daffa hendak turun dari mobilnya

__ADS_1


"Terimakasih telah mengantarku, dan silahkan pergi" ujar Daffa jengah. Ia segera menggandeng tangan istrinya untuk masuk, meninggalkan Arga yang kini masih bengong di dalam mobil


"Dasar, dia bilang dia tidak akan mungkin mencintai istrinya. Tapi lihat sekarang, aku mencintaimu, dia istriku. Dasar plin plan" cibir Arga, mengingat kata kata sahabatnya. Setelah itu Arga segera melajukan kendaraannya meninggalkan kediaman Dirgantara


Jika Arga pergi dari kediaman Dirgantara dengan gerutuan yang tidak berkesudahan. Maka berbeda dengan Daffa yang kini mengeratkan genggaman tangannya pada tangan sang istri, sebab ia merasa sedikit gugup untuk bertemu dengan Mama Carissa. Ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan jika nanti bertemu dengan Ibu Sambungnya tersebut


"Assalamu'alaikum..." salam Sekar begitu memasuki ruang keluarga, dan melihat keberadaan kedua mertuanya


"Wa'alaikum salam, Sekar..." Mama Carissa meneliti penampilan menantunya yang sangat berbeda dari kemarin. Kini menantunya tampil sangat cantik dengan setelan tunik, dan hijab yang menutupi kepalanya


"Mama" Sekar segera memeluk Ibu Mertuanya, dan memncium punggung tangan kedua mertuanya bergantian


Mama Carissa beralih menatap Daffa yang kini juga menatapnya. Ia tersenyum lembut, dan mengulurkan tangannya. Namun seperti biasa, uluran tangan itu tidak bersambut sedikitpun.


Mama Carissa sudah terbiasa dengan ini, ia menurunkan tangannya dengan tetap mempertahankan senyum di wajah tuanya. Namun dalam beberapa detik setelahnya ia terkejut bukan kepalang saat Daffa berhambur kedalam pelukannya. Dapat Mama Carissa rasakan punggung Daffa yang bergetar hebat, menandakan anak laki lakinya tersebut tengah menangis. Mama Carissa ikut mengeratkan pelukannya, dan menangis bersama sama

__ADS_1


"Maafkan aku Ma, maaf"


__ADS_2