Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 26


__ADS_3

Daffa pulang dari kantor tepat pukul lima sore, ia masuk kedalam rumah, dan tidak menemukan siapapun disana "Yang lain dimana Bi?" tanya Daffa pada Bi Wati yang melintas


"Nyonya besar dan Nona Daffina pergi sejak pagi Tuan, Tuan Besar juga sama. Tapi kalau Nona Sekar ada di kamarnya"


Daffa mengangguk dan dengan segera berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Tiba dikamar, tangannya meraih pintu kamar. Namun kembali ia tarik. Ia masih belum memiliki cukup keberanian untuk bertemu dengan istrinya. Jujur, ia akui bahwa apa yang ia katakan tadi di kantor memang sudah cukup keterlaluan. Daffa menghembuskan nafasnya, dan membuka pintu kamar


Daffa masuk kedalam kamar, ia melihat istrinya kini tengah memunggunginya, dan menghadap cermin meja rias. Daffa berjalan pelan, tidak mau mengganggu istrinya, sebab ia tahu keadaan hati istrinya tidak sedang baik baik saja sekarang. Setelah itu, ia mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi


Sekar menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Ia segera bangkit dari kursi yang ia duduki, dan keluar dari kamar. Tiba di tangga, ia melihat Ibu Mertua dan Adik Iparnya memasuki pintu utama. Dengan cepat Sekar berjalan menuruni tangga untuk bertemu dengan kedua wanita itu, dan mengatakan pada mereka bahwa dirinya menyerah. Namun yang terjadi justru diluar dugaan, karena terlalu cepat melangkah, kaki Sekar tergelincir, dan membuat dirinya menggelinding di anak tangga


"Aaa..."

__ADS_1


"Sekar..."


Nyonya Carissa dan Daffina segera mendekati Sekar yang sudah jatuh di bawah tangga. Erangan erangan kecil terdengar dari mulut Sekar, saat sakit dari kakinya begitu terasa. Sekar bahkan beberapa kali memejamkan mata saat rasa sakit itu begitu mendominasi


"Bi panggilkan Daffa" perintah Mama Carissa


Beberapa menit setelah Bi Wati pergi, Daffa akhirnya muncul "Ada apa ini?" tanyanya cemas "Sekar..." ucapnya saat menyadari Sekar yang bersimpuh tak berdaya dibawah anak tangga


Tidak sampai tiga puluh menit, mobil yang dikemudikan Daffa telah tiba di rumah sakit. Dengan segera Daffa kembali menggendong istrinya tersebut. Ia menyusuri lorong rumah sakit, hingga akhirnya ia bertemu dengan Dokter Ardan


"Daffa..."

__ADS_1


"Cepat berikan perawatan pada istriku" ucap Daffa panik


Dokter Ardan membuka satu pintu ruangan, dan dengan segera Daffa masuki. Dokter Ardan menghubungi teman se-profesinya yang sekiranya bisa menangani istri dari sahabatnya ini. Karena dirinya sendiri adalah Dokter Obgyn, jadi terasa kurang pas jika dirinya yang melakukan pemeriksaan


"Permisi Tuan" Dokter Adi masuk kedalam ruangan, diikuti Dokter Ardan dibelakangnya


"Tolong periksa keadaan istri saya Dok"


"Baik" Dokter Adi segera memeriksakan keadaan Sekar. Setelah cukup pemeriksaan, ia memasangkan cairan infus dipunggung tangan Sekar untuk mengganti cairan yang sudah hilang, karena pasiennya tersebut sudah terlihat pucat "Istri anda harus di gift Tuan, tulang kaki pasien retak" jelas Dokter Adi


"Lakukan yang terbaik"

__ADS_1


Kalimat itu seakan mewakilkan segalanya. Periksa dengan benar, pasangkan apa saja yang sekiranya bisa membantu penyembuhan, dan jangan sampai ada kesalahan. Itulah kira kira yang dapat Dokter Adi tangkap dari apa yang Daffa ucapkan. Dengan segera Dokter Adi melakukan tugasnya, memasang gift pada kaki Sekar


__ADS_2