
Pesta selesai, Daffina dan Gavin terlihat turun dari pelaminan dan mendekati Daffa yang menggendong Aksa yang sudah tidur. Daffina mengelus pipi putranya sebentar sebelum akhirnya mengulurkan tangan, hendak membawa Aksa untuk istirahat. Namun pergerakannya tertahan karena Daffa menolaknya
"Kak, biar aku bawa Aksa ke kamar, Kakak pasti lelah menggendongnya sedari tadi" ucap Daffina
"Kalian pergilah ke kamar, biar malam ini Aksa tidur bersamaku dan Sekar saja" ucap Daffa
"Tapi Kak..."
"Sudah tidak apa apa, Aksa akan sangat lelap jika sudah tertidur. kalian istirahatlah" ujar Daffa lagi
"Tapi Kak..."
"Sudahlah Fin, kau istirahatlah bersama suamimu, kalian juga membutuhkan waktu berdua. Malam ini biar Aksa tidur bersama aku dan Mas Daffa lagi saja" ujar Sekar saat melihat Daffina lagi lagi akan bicara
"Kakak yakin?" tanya Daffina memastikan
__ADS_1
"Iya, kalian istirahatlah" jawab Sekar
"Kalau begitu kami duluan Kak, terima kasih atas bantuannya" ujar Gavin yang sejak tadi mendengarkan obrolan antara istrinya dan kedua Kakak Iparnya.
Gavin menggandeng tangan Daffina menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai atas hotel, dimana kamar mereka berada. Begitu lift terbuka, Gavin kembali menggandeng Daffina untuk menuju kamar mereka. Gavin membuka pintu kamar, dan menutupnya kembali saat mereka sudah masuk
Gavin melepas gandengannya pada tangan Daffina, dan tanpa kata segera masuk kedalam kamar mandi, tidak lama kemudian ia kembali keluar dan menemui Daffina "Kau mandilah terlebih dahulu, aku sudah mengisi bathtub dengan aromatherapy agar tubuhmu rilex, aku tahu kau pasti lelah"
Tanpa bantahan, Daffina segera berjalan menuju kamar mandi. Begitu pintu kamar mandi tertutup, ia meraba dadanya yang berdebar tak menentu. Ia bahkan memejamkan mata berulangkali karena debaran itu terasa begitu kencang. Setelah debaran dadanya mulai normal, ia mulai melangkah menuju bathtub. Terlihat bathtub yang sudah terisi air penuh, dengan busa yang begitu banyak
Ia mulai melepas hiasan kepalanya yang memang tidak terlalu banyak, sehingga memudahkannya untuk melepas segala aksesoris itu seorang diri. Setelah selesai, ia beralih pada gaun yang ia kenakan. Ia mulai melepas sarung tangan putih berenda dari tangannya, setelah itu melepas gaun yang ia kenakan
Namun ternyata tidak semudah itu, sebab resleting gaun pengantin yang berada di belakang punggungnya sedikit membuatnya kesusahan. Tapi bukan Daffina jika tidak bisa mengatasi hal sekecil itu. Ia menekuk tangannya melalui pundak, dan menurunkan resleting gaunnya sedikit demi sedikit. setelah resleting terbuka sepenuhnya, barulah ia melepas gaun yang sejak tadi membuatnya lelah
"Huh... akhirnya" Daffina bisa bernapas lega saat gaun itu benar benar berhasil ia tanggalkan. Ia lantas mulai merendam tubuhnya didalam bathtub yang benar benar membuatnya nyaman
__ADS_1
Cukup lama Daffina berendam, dan menghabiskan waktu di kamar mandi. Setelah selesai, ia meraih bathrobe dan memakainya. Baru setelah itu ia melangkah keluar dari kamar mandi
Daffina mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar. Tidak ada Gavin dimana mana. Melihat pintu balkon yang terbuka, membuat Daffina yakin jika Gavin pasti berada di luar. Secara perlahan, Daffina mulai berjalan menuju pintu balkon, dan terlihat suaminya yang berdiri di pagar balkon dengan menatap langit malam
Daffina mulai melangkahkan kakinya hendak mendekat. Namun menyadari dirinya yang hanya mengenakan bathrobe, Daffina mengurungkan langkahnya. Ia balik menuju ruang ganti, untuk mengganti pakaian
"Apa apaan ini?" tanya Daffina begitu melihat banyaknya lingeria dengan berbagai model tersusun rapi disana "Astaga, ini sama saja tidak berpakaian" gerutu Daffina sembari mengamati lingeria yang ada di tangannya. Ia lantas meraih satu lingeria lainnya dari dalam lemari, dan itu adalah model berbeda, namun dengan bahan yang sangat transparan "Apa aku benar benar harus memakai ini?"
Daffina meraih ponselnya yang sempat ia ambil sebelum masuk ke ruang ganti tadi. Ia mulai mengetikkan sesuatu pada laman pencariannya. Tidak lama, apa yang ia cari akhirnya muncul
"Astaga, jadi semua lingeria pasti seperti ini?" tanya Daffina tak percaya. Sebab di layar ponselnya sudah tersedia beberapa gambar lingeria dengan berbagai warna dan model. Namun satu yang bisa Daffina simpulkan, bahwa semua lingeria pasti terbuka dan transparan
Daffina meraih satu buah lingeria dari lemarinya, dan membawanya menuju cermin besar di sudut ruangan. Ia menempelkan pakaian tersebut pada tubuhnya. Seolah melihat kecocokan dirinya untuk memakai pakaian aneh tersebut, dan ia benar benar bergidik ngeri jika harus memakai pakaian mengerikan itu malam ini
Berkarier dalam dunia entertainment, membuat Daffina tentu sering melihat teman se-profesinya memakai pakaian yang kurang bahan seperti ini. Namun untuk dirinya sendiri, ia tidak pernah memakai pakaian yang se-mini ini. Karena memang, semua pakaian yang ia kenakan saat manggung sudah di seleksi dengan baik kelayakannya oleh Kak Daffa dan Daddy Riko
__ADS_1