
Empat hari sudah Daffa berada di Lampung. Rencana yang semula di susun agar hanya menghabiskan waktu tiga hari, nyatanya membutuhkan waktu tambahan. Sebab, hari ini Daffa sudah merencanakan untuk mengunjungi Daffina yang kini sudah ia tahu keberadaannya. Daffa keluar dari kamar hotel dengan pakaian yang sudah rapi. Begitu keluar dari kamar, ia sudah disambut oleh Arga yang juga sudah siap untuk berangkat
"Kau yakin dengan alamat yang kau temukan?" tanya Daffa memastikan, sebab kemarin ia meminta Arga untuk mencari alamat tempat tinggal Daffina, karena ternyata adik kembarnya tersebut sama sekali tidak menginap di hotel milik mereka
"Aku yakin. Jadi bagaimana, kita langsung kesana?" tanya Arga, dan langsung saja dijawab anggukan oleh Daffa
Mobil mulai melaju menuju sebuah desa kecil yang berada di Lampung. Daffa mengernyit saat menyadari jalan yang ia lalui terasa tidak asing "Apa kita pernah kesini sebelumnya?" tanya Daffa
"Aku rasa iya, rumah laki laki yang menjadi incaran Daffina itu tidak jauh dari rumah Diana"
"Tidak jauh dari rumah Diana? Maksudmu, laki laki itu..." Daffa menggantung kalimatnya saat melihat Arga mengangguk, tanda membenarkan dugaannya
"Kau benar sekali, dia adalah laki laki yang sempat di jodohkan dengan Diana dulu"
"Bagaimana Daffina bisa mengenalnya?" tanya Daffa heran
"Mana aku tahu, kau tanyakan saja langsung pada Daffina nanti"
__ADS_1
Beberapa menit berlalu setelah melewati jalan desa tersebut. Kini mobil yang dikemudikan Arga tiba di depan sebuah rumah minimalis, dengan pepohonan rindang di depannya "Sampai" seru Arga, dan langsung saja turun dari mobil diikuti Daffa
"Ini rumah siapa?"
"Tentu saja rumah Daffina, adik kembarmu itu sudah menyiapkan segalanya untuk bisa tinggal di Lampung" ujar Arga
Daffa segera melangkah menuju rumah tersebut, dan langsung saja mengetuk pintunya. Tidak lama setelahnya, pintu terbuka menampilkan Daffina yang kini tengah menatap kaget. bagaimana tidak kaget jika kini Kakak nya telah ada di hadapannya. Padahal setahunya Kakak nya ini berada di Jakarta
"Kakak..."
Daffa masuk tanpa permisi. Ia memindai seisi rumah tersebut, dan ia rasa itu tidak buruk. Sebuah rumah minimalis yang sudah di modifikasi sedemikian rupa. Terbukti dengan perpaduan pink putih yang merupakan warna Hello Kitty, yang merupakan tokoh kartun kesayangan adiknya sudah mendominasi rumah tersebut
"Aku... aku..."
"Daffina Andini Dirgantara"
Deg
__ADS_1
Daffina merasa mulutnya tercekat saat Kakaknya memanggil namanya dengan lengkap. Ia berjalan mendekati Kakaknya saat menyadari raut tak bersahabat dari wajah kembarannya tersebut "Kak... maafkan aku" ujar Daffina
"Aku hanya bertanya berapa lama kau men-desain rumah ini. Kenapa minta maaf, kau ada salah padaku?"
"Kak... aku tahu Kakak pasti marah karena aku pergi kesini tanpa izin dari Kakak dan juga Daddy, tapi lihat sekarang aku baik baik saja bukan, aku hanya ingin agar kau dan Daddy tidak lagi mengekangku dengan apa yang menjadi pilihanku, dan sekarang aku sudah memutuskan untuk menetap di desa ini sampai waktu yang tidak bisa aku tentukan" ucap Daffina
"Menetap dalam waktu yang tidak bisa ditentukan?" tanya Daffa heran
"Iya, aku akan tetap disini sampai Gavin mau menerima aku. Karena aku mencintainya Kak"
"Jadi dia tidak mencintaimu?" tanya Daffa terkejut. Ia pikir adiknya setidaknya sudah mendapatkan signal hijau untuk hubungannya, tapi ternyata perjuangan Daffina masih berada di titik nol
Daffina duduk di kursi kayu yang ada di ruang tengah dengan menghela nafas lelah "Laki laki itu terus terusan menolakku Kak, dia bilang bahwa dia akan menerimaku jika aku berhasil meluluhkan hati putranya untuk menerima aku sebagai Ibu Sambungnya. Tapi sampai saat ini putranya masih belum bisa berdamai denganku"
Deg
Bagai sebuah dejavu. Daffa merasa apa yang di ceritakan Daffina seakan menggambarkan dirinya yang sampai saat ini belum bisa menerima Mama Carissa sebagai Ibu Sambungnya. Ia merasakan hatinya mencelos saat mendengar perjuangan Daffina untuk mendaparkan laki laki yang bernama Gavin tersebut
__ADS_1
...----------------...
Oh iya, masu ngasih tau satu hal buat Kakak Kakak semuanya. Jangan lupa dukung karya Author yang baru, judulnya Shanum Hanania, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak disana