
"Sayang, maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu, sungguh" ucap Daffa. Namun Sekar seolah enggan untuk menanggapi, dan kembali berjalan dengan hati hati untuk keluar dari restoran "Sayang..."
"Kau itu tidak romantis Mas, seharusnya jika kau ingin romantis, maka kau melakukan itu tanpa harus aku minta atau meminta izinku terlebih dahulu. Romantis itu inisiatif, bukan paksaan" ucap Sekar sembari terus melangkah
"Sayang..."
Daffa menahan lengan istrinya, hingga menghentikan langkah Sekar. Setelah sang istri menghentikan langkah, Daffa segera berlutut di hadapan istrinya. Di genggamnya kedua tangan istrinya, lalu berpindah mengusap perut istrinya sekilas
"Sekar, aku sangat jauh dari kata romantis. Aku begitu kaku, aku tidak berperasaan, dan aku tidak mengerti bahkan tidak mengenal cinta dalam hidupku selama ini. Tapi setelah mengenalmu, setelah mengenalmu aku memahami arti dari semua itu. Kau adalah satu satunya objek yang membuatku ingin menjadi sosok yang romantis, aku ingin kau tersentuh dengan segala keromantisan yang aku lakukan. Tawa bahagiamu adalah tujuan utama yang aku prioritaskan, karena kau adalah sumber bahagia untukku. Maafkan aku jika usahaku selama ini masih belum bisa membuatmu bahagia, tapi satu yang harus kau tahu, bahwa aku Daffa Alfano Dirgantara sangat mencintaimu Sekar Lestari Dirgantara"
__ADS_1
Sekar meneteskan air matanya saat mendengar ucapan suaminya. Terlebih saat kecupan hangat sang suami berlabuh pada kedua punggung tangan serta perutnya, hal itu membuatnya benar benar merasa tersentuh. Tidak pernah ia bayangkan sebelumnya jika suaminya akan melakukan semua ini untuknya. Suaminya berlutut, dan mengungkapkan isi hati di hadapan banyak orang. Ya, kini aksi romantis mereka menjadi tontonan yang begitu menghanyutkan untuk seluruh pengunjung restoran, tidak sedikit dari mereka yang mengabadikan moment romantis tersebut
Daffa bangkit dari posisi berlututnya, dan membawa Sekar kedalam pelukannya "Aku mencintaimu Sayang"
Daffina yang masih berada diambang pintu ruangan yang tadi mereka tempati untuk makan siang, tampak menyeka air matanya. Ia tidak menyangka jika Kakaknya bisa bertindak seperti itu. Kakaknya yang dulu dingin, dan terkesan begitu kaku, kini secara terang terangan mengungkapkan rasa cintanya kepada sosok wanita cantik yang menyandang status sebagai istrinya
"Aku mencintaimu" ujar Daffina pada Gavin, dan langsung menghambur kedalam pelukan Gavin
Daffina menumpahkan tangis bahagia yang tidak bisa ia ungkapkan. Membuat Gavin secara terus menerus mengusap punggung istrinya yang bergetar. Kecupan singkat juga ia labuhkan di pucuk kepala calon istrinya tersebut
__ADS_1
"Aku akan berusaha untuk menciptakan keluarga bahagia untuk kita. Aku berjanji" ucap Gavin
Setelah tangis Daffina mereda. Mereka kembali berjalan bersama menyusul Daffa dan Sekar yang sudah berada di parkir resto. Mereka kembali masuk kedalam mobil, dan mobil melaju membelah jalanan Ibukota
Sepanjang jalan, hati Sekar merasa berbunga bunga. Sebab, ungkapan cinta yang tadi suaminya ucapkan terdengar begitu tulus, dan entah mengapa Sekar merasa sisi romantis suaminya benar benar terlihat tadi. Genggamn tangan keduanya tidak pernah terlepas sepanjang jalan, menciptakan kebahagiaan tiada tara yang dirasakan keduanya
Sedangkan di kursi belakang, Gavin juga ikut menggenggam tangan Daffina sembari terus tersenyum kearah calon istrinya tersebut. Gavin tidak percaya jika wanita pecicilan yang sempat membuatnya risih ini bisa menangis. Ia pikir, Daffina yang terlihat ceria, dan terkadang merayunya, bahkan tanpa segan mendatangi rumahnya untuk melakukan pendekatan pada Aksa, ternyata memiliki sisi lemah yang tidak pernah ia perlihatkan
Entah mengapa, ada setitik rasa penasaran dalam hati Gavin. Jujur, ia ingin mengetahui lebih dalam tentang hidup seorang Daffina. Meskipun sedikit banyak ia sudah mengetahui tentang keluarga Daffina. Namun mendengar cerita lengkap secara langsung dari Daffina, Gavin rasa akan menyenangkan
__ADS_1