Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 90


__ADS_3

Cukup lama Daffa terdiam, memandang wajah istrinya yang terlelap setelah menghabiskan beberapa makanan mereka. Ia memasangkan seatbelt pada tubuh sang istri, kemudian turun dari mobil. Daffa berpindah duduk di depan kemudi, ia mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang, sebab takut istrinya terbangun


Beberapa menit berlalu, akhirnya mobil yang dikemudikan Daffa tiba didepan kediaman Dirgantara. Ia segera menggendong istrinya, dan membawanya masuk. Tiba di ruang tengah, terlihat Mama Carissa yang tampak berdiri dari duduknya saat melihat menantunya berada dalam gendongan sang putra


"Sekar kenapa Nak?"


"Tidak apa apa Ma, dia hanya tertidur. Aku akan membawanya ke kamar"


"Baiklah, hati hati"


Daffa mengangguk, setelah itu melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju kamarnya. Ia merebahkan tubuh sang istri, setelah itu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Beberapa menit Daffa habiskan untuk membersihkan diri, setelah itu ia kembali keluar, dan ikut bergabung bersama istrinya dengan memangku sebuah laptop


Daffa mulai membuka laptopnya. Membuka beberapa email yang masuk, dan mengerjakan sebagian pekerjaannya yang beberapa hari ini terbengkalai, sebab beberapa hari ini ia lebih sering menghabiskan waktu di rumah bersama istri tercinta. Beberapa menit Daffa lalui dengan terfokus pada layar laptop, setelah selesai, ia menutup kembali laptop tersebut, dan menaruhnya di nakas, dan ikut tertidur bersama istrinya


*

__ADS_1


Hari hari berlalu dengan cepat. Selama masa kehamilan, Sekar benar benar merasa di sayangi. Ia bisa merasakan setiap tutur kata penuh kelembutan yang sering suaminya ucapkan. Namun hari ini, ia merasakan kehampaan, sebab suaminya tak kunjung pulang setelah dua hari mengurus pekerjaan di luar kota


Sekar menghela napas kasar. Sedikit menyayangkan penolakannya tentang sebuah ponsel yang saat itu suaminya tawarkan. Saat itu, Daffa yang baru pulang bekerja, menyerahkan satu buah ponsel keluaran terbaru pada Sekar. Namun sekar menolak karena merasa tidak akan membutuhkannya. Karena suaminya pasti akan selalu ada di sisinya. Tapi kini, ia benar benar menyesal telah menolak ponsel tersebut, karena rindunya yang menggunung sama sekali tidak bisa ia redakan


"Bik..." panggil Sekar saat melihat Bik Wati melintas


"Iya Non?"


"Aku boleh pinjam ponsel Bibi tidak? Aku ingin menghubungi Mas Daffa" ujar Sekar


"Boleh Non, tunggu sebentar Bibi ambilkan" Bik Wati berlalu, setelah beberapa saat ia kembali menemui majikannya dengan membawa ponselnya "Ini Non"


"Halo Bik, ada apa? Apa istriku baik baik saja?"


Sekar tersenyum saat nada kekhawatiran suaminya terdengar "Assalamu'alaikum Mas"

__ADS_1


"Wa'alaikum salam, Sayang, kau disana?" tanya Daffa di ujung telepon sana


"Iya, aku meminjam ponsel Bik Wati. Mas kapan pulang? Aku sangat merindukan Mas, bayi kita juga sama rindunya dengan Mas" ujar Sekar sembari mengelus perutnya yang mulai sedikit lebih besar, mengingat usia kehamilannya yang sudah mulai bertambah


"Aku pulang hari ini Sayang, kau tunggu saja ya"


"Mas serius?"


"Iya, kau tunggu saja. Oh iya, kau ingin dibawakan apa, buah, makanan manis, pakaian bagus, atau apa. Katakan saja"


"Tidak, aku hanya menunggu kedatanganmu" ujar Sekar, merasa tidak menginginkan apapun


"Kau mulai agresif lagi rupanya"


Sejak masa kehamilan, Sekar tidak lagi menggodanya seperti masa awal pernikahan mereka. Justru dirinyalah yang akan selalu menggoda sang istri dengan mencuri ciuman ciuman kecil di wajah istrinya. Aneh memang, jika biasanya ibu hamil akan mengalami peningkatan keinginan dalam melakukan hal hal intim bersama pasangan, maka itu tidak berlaku pada Sekar. Mungkin hal ini terjadi di karenakan istrinya sudah menghabiskan masa agresif di masa awal pernikahan mereka dulu

__ADS_1


"Ya sudah, cepat pulang, aku tunggu. Assalamu'alaikum"


"wa'alaikum salam"


__ADS_2