
Keheningan melanda dua insan yang saat ini fokus pada pikiran masing masing. Jika Gavin fokus pada kemudinya. Sedangkan Daffina sibuk memandangi wajah tampan calon suaminya.
Katakanlah Daffina genit atau semacamnya. Tapi inilah kenyataannya, entah bagaimana bisa ini semua terjadi, karena Daffina sekalipun tidak mendapat jawabannya. Jawaban tentang bagaimana ia bisa mencintai seorang Single Daddy. Yang ia tahu, ia telah jatuh cinta pada Gavin sejak pertama kali melihat Gavin menonton konsernya di Singapore tiga bulan yang lalu. Pikiran Daffina tiba tiba berkelana pada awal pertemuan mereka
Flashback
"Bagaiamana, masih mau lanjut?" Daffina menyodorkan microphone-nya kearah penonton, yang langsung saja disambut sorak sorai tiada henti "Masih mau lanjut?" tanya Daffina kembali, yang langsung saja dijawab anggukan oleh semua penonton "Oke, satu buah lagu terakhir berjudul Cinta Sejati untuk anda semua. Musik"
Musik mulai mengalun, menciptakan suara suara syahdu. Semua penonton ikut bernyanyi, seakan nyanyian itu adalah hal yang biasa bagi mereka. Daffina memejamkan mata, mengarahkan microphone pada penonton, sedangkan dirinya hanya diam, sembari menikmati alunan nada yang terdengar
"Setelah ini kita nyanyi sama sama ya" seru Daffina
Oh mengapa bayanganmu
Selalu menggoda hari-hariku
Mungkin kah kau merasakannya
Yang ku rasakan....
__ADS_1
Jangan sampai hati ini
Mencinta tapi tak di cintai
Namun jika ini takdirku
Tolong buktikan cinta dan sayangmu
Semua penonton bersahut sahutan melanjutkan potongan lagu yang Daffina nyanyikan. Hingga menimbulkan suara riuh yang begitu ketara. Semua orang seakan terbuai dengan suara indah Daffina
Selesai dengan lagu terakhir yang ia bawakan, Daffina segera turun dari panggung di dampingi managernya. Ia berjalan dan menatap pada satu arah, yaitu seorang laki laki yang sejak tadi melihat penampilannya tanpa ada minat sedikitpun. Begitu dirinya berada di dekat laki laki tersebut, laki laki itu masih tampak diam dan acuh.
"Hai..." sapa Daffina
"Vin, dia mengajakmu berkenalan" ujar laki laki yang Daffina perkirakan teman dari laki laki yang ia ajak kenalan ini
"Aku Daffina, bisa aku tahu namamu?" tampaknya Daffina masih belum menciut dengan tatapan tajam dari laki laki didepannya ini, justru tatapan tajam itu membuatnya merasa tertantang
"Aku Gavin"
__ADS_1
Daffina tersenyum setelah mendengar nama laki laki di hadapannya "Senang bertemu denganmu Gavin"
Laki laki yang bernama Gavin itu tampak berbisik pada seseorang di belakangnya, dan langsung saja mendapat anggukan dari laki laki yang Daffina perkirakan temannya tadi "Maaf Nona, kami permisi" ujar laki laki tersebut, dan langsung saja mengikuti langkah Gavin untuk pergi
"Gavin..." monolog Daffina sembari menatap punggung tegap Gavin yang mulai menjauh
"Dia seorang pengusaha dari Indonesia Nona" ujar manager Daffina, yang mana hal itu membuat Daffina sedikit terkejut
"Kau mengenalnya?" tanya Daffina
"Dia adalah salah satu pengusaha yang sudah memiliki nama yang besar. Perusahaan yang ia bangun bersama mendiang istrinya telah menduduki peringkat ke-tiga paling besar di Indonesia"
"Mendiang istri? Maksudmu dia sudah beristri?" tanya Daffina tak percaya
Sang manager tampak mengangguk lesu. Ia tahu, jika artisnya ini pasti memiliki minat terhadap laki laki tersebut. Karena ini merupakan pertama kali bagi dirinya melihat Nonanya mengajak laki laki untuk berkenalan
"Tapi istrinya sudah meninggal lima tahun yang lalu Nona, dan dia seorang Single Dad"
"Single Dad..." Daffina bermonolog dengan senyum tipis yang hanya ia sendiri yang memahami arti senyum tersebut
__ADS_1