
"Maafkan aku Ma"
Berkali kali kata maaf Daffa ucapkan. Ia tidak tahu apakah dirinya pantas untuk mendapatkan sebuah kata maaf dari wanita yang telah membesarkannya itu. Tapi yang pasti, ia benar benar menyesali perbuatannya. Tubuh Daffa merosot, ia bersimpuh dengan tangis yang tidak mampu ia tahan. Bersujud di kaki seorang wanita yang sempat ia benci bukan bagian dari rencananya. Namun mengingat kesalahannya yang begitu besar, tubuhnya secara refleks melakukan hal itu
"Maafkan aku yang sudah membenci Mama selama ini. Aku tidak pernah melihat kebaikan yang Mama perbuat. Kebencianku mengubah segalanya, segala hal baik yang Mama lakukan, akan aku anggap sebagai sebuah trik untuk mengambil hati Daddy dan Daffina. Tanpa aku sadari, tanpa aku sadari akulah orang bodoh yang sebenarnya, seorang anak yang dengan tega membenci ibunya sendiri. Maafkan aku Ma"
Mama Carissa menangis mendengar apa yang putranya katakan. Ya putranya, baginya tidak ada status kandung ataupun sambung, karena ia menyayangi kedua anaknya dengan sepenuh hati. Sesuai janjinya pada sang sahabat, bahwa ia akan menyayangi kedua anaknya tanpa ada kata tiri. Mama Carissa berjongkok, menyamakan tubuhnya dengan sang putra, di usapnya pucuk kepala putranya dengan senyum yang disertai tetesan air mata
__ADS_1
"Aku tidak pernah marah padamu nak, lalu bagaimana bisa aku menerima permintaan maafmu? Kau adalah anakku, tidak pantas jika aku membencimu"
Daffa kembali meluruhkan tangisnya. Tidak akan ada yang percaya dengan apa yang terjadi saat ini jika tidak menyaksikannya secara langsung. Tidak akan ada yang percaya jika Daffa bisa menangis, laki laki dingin tak berperasaan itu ternyata memiliki hati, dan hari ini untuk pertama kalinya ia menangis di hadapan orang lain
Satu hal yang Daffa sadari sekarang, bahwa ia telah berada dalam sebuah kesalahan besar selama bertahun tahun. Ibu yang ia anggap sebagai benalu, ternyata adalah Malaikat yang dikirim Tuhan untuk keluarganya. Entah bagaimana bisa ia tersesat terlalu jauh dalam sebuah kebencian selama ini
Mama Carissa kembali membawa putranya kedalam pelukannya. Setelah sekian lama, untuk pertama kalinya pelukannya terbalas. Dulu, saat Daffa kecil, Mama Carissa masih berani untuk memeluk putranya tersebut saat dia tertidur. Namun setelah Daffa beranjak dewasa, Mama Carissa tidak lagi memiliki keberanian untuk sekedar mendekatinya. Karena hanya dengan tatapan tajam putranya, sudah mampu membuat tubuh Mama Carissa bergetar
__ADS_1
Sedangkan Daddy Riko yang menyaksikan itu semua hanya mengusap ujung matanya yang basah. Senyum terbit di sudut bibirnya dengan hati yang di penuhi keharuan. Ia tidak menyangka jika keajaiban akan terjadi hari ini. Hubungan baik yang sudah lama ia harapkan dalam hubungan Istri dan putranya akhirnya terwujud. Ia melirik menantunya yang juga mengusap air mata dengan ujung hijabnya
"Terimakasih nak, kau telah berhasil membawa putraku kembali"
Sekar menangis tergugu mendengar penuturan ayah mertuanya. Tangis yang sejak tadi ia tahan saaat melihat pertemuan haru antara suami dan Ibu Mertuanya akhirnya luruh juga. Daffa yang mendengar tangisan istrinya akhirnya melepas pelukan dari Mama Carissa, dan menuntun wanita tua itu untuk berdiri. Daffa beralih mendekati istrinya, dan menarik wanita yang merupakan separuh jiwanya itu kedalam pelukan.
Sungguh kebahagiaan Daffa benar benar lengkap sekarang. Memiliki kedua orang tua lengkap, memiliki Daffina, dan juga istrinya. Tidak ada hal yang membuat Daffa merasa sendiri lagi sekarang, sebab keluarganya telah kembali utuh. Daddy Riko ikut membawa istrinya kedalam pelukan, dan akhirnya membuat mereka semua hanyut dalam keharuan yang luar biasa
__ADS_1