Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 93


__ADS_3

Daffa menyengir, sembari melepas rengkuhannya, dan sedikit menjaga jarak. Mengantisipasi jika kepiting raksasa itu kembali memangsa pahanya yang tidak berdosa. Namun barusaja hendak beringsut, jeritannya kembali terdengar saat melihat tangan sang istri yang mulai mendekati pahanya


"Mas ini kenapa? Aku hanya ingin menyingkirkan ini" Sekar mengibaskan tangannya, menghalau semut yang ada pada celana sang suami, membuat Daffa bernapas lega


"Aku pikir kau akan mencubitku lagi sayang" jawab Daffa jujur


"Sejujurnya iya, tapi melihat semut itu yang ingin menggigitmu membuatku tidak rela. Karena hanya aku yang boleh melakukan apapun pada tubuhmu" ujar Sekar, yang membuat Daffa mengembangkan senyumnya "Jadi, ada apa sekretarismu menghubungimu, seharusnya dia tahu jika kau di rumah, itu artinya dia tidak boleh mengganggu"


"Tidak, dia hanya menghubungiku untuk mengatakan bahwa studio foto yang akan kita pakai sudah dia sediakan"


"Studio foto?" Sekar mengerutkan alisnya tanda tak mengerti


"Aku sudah memutuskan untuk tidak bepergian jauh kemanapun selama kau hamil sampai melahirkan nanti. Tapi aku ingin mewujudkan keinginanmu mengabadikan foto dengan pakaian adat Lampung, jadi aku meminta sekretaris Sasha untuk mengurus semuanya"


"Kau serius?" wajah Sekar tampak berbinar saat mendengar ucapan suaminya


"Tentu saja"


"Terima kasih Mas"

__ADS_1


"Sama sama Sayang"


Terdengar ketukan pintu, membuat Daffa melangkah untuk membuka pintu kamar. Sedangkan Sekar, berjalan pelan menyusul suaminya. Barusaja membuka pintu, tubuh Daffa tampak terhuyung saat pelukan tiba tiba itu datang


"Daffina?"


"Kakak, kau tahu, aku datang membawa kabar bahagia" ujar Daffina menggebu. Daffa yang masih terkejut hanya diam saat mendengar ucapan adiknya. Melihat sang Kakak yang tidak menunjukkan reaksi apapun, membuat Daffina berjalan mendekati Kakak Iparnya "Kakak Ipar"


"Fin... kapan kau tiba?" tanya Sekar sembari melepas rengkuhan Adik Iparnya


"Barusaja, wow perut Kakak Ipar sudah cukup besar ternyata" Daffina berniat menyentuh perut Kakak Iparnya. Namun tertahan saat tangan Daffa mencekal pergelangan tangannya


"Jangan sentuh istriku"


"Tapi aku adalah suaminya, dan aku tidak mengizinkanmu untuk menyentuh perut istriku"


"Kakak..." Daffina melepas cekalan sang Kakak dengan kasar


"Jadi ada kabar bahagia apa Fin?" tanya Sekar saat teringat ucapan Adik Iparnya

__ADS_1


"Oh iya, aku sampai melupakannya. Aku akan menikah Kak" ujar Daffina menggebu


"Menikah?" Sekar tampak sedikit terkejut. Namun tidak dengan Daffa, ia terlihat biasa saja


"Iya, ayo kita ke bawah sekarang. Disana sudah ada Mama dan Daddy, dan tentunya calon suamiku" Daffina segera menggandeng lengan Kakak Iparnya. Namun lagi lagi si suami posesif itu menghalangi pergerakannya


"Biar aku yang menggandeng istriku"


Daffina memutar bola mata jengah. Ia lantas berjalan mendahului, untuk turun menuju ruang keluarga, dimana kedua orang tua, serta dua calon anggota keluarganya berada. Ya, dua calon anggota keluarga, sebab ia datang kemari bersama calon suami, dan calon anak sambungnya


Sedangkan Daffa menggandeng sang istri untuk menuruni tangga dengan hati hati. Tiba di ujung anak tangga, matanya sudah bisa melihat keberadaan seorang laki laki yang sangat ia kenali. Ia menuntun istrinya untuk duduk di sofa, diikuti olehnya


"Gavin, apa kabar" Daffa mengulurkan tangannya


"Aku baik" jawab laki laki yang bernama Gavin tersebut


"Pa... mau di pangku Mama" pinta anak kecil yang berada di pangkuan Gavin


"Baiklah Nak"

__ADS_1


Gavin memindahkan putranya pada Daffina, membuat Daffina segera menerima calon putra sambungnya tersebut. Setelah itu, Gavin tampak diam sejenak, dan menormalkan dirinya. Sebab, saat ini dirinya seakan kembali pada beberapa tahun yang lalu saat melamar sang istri pertama pada keluarganya. Meski ini adalah kali kedua Gavin berhadapan dengan keluarga seorang wanita, tapi tetap saja rasa gugup itu masih sama seperti saat pertama kali


"Tuan, Nyonya, Kedatangan saya kemari adalah untuk meminta Daffina menjadi istri saya, sekaligus Ibu Sambung dari putra saya, Aksa"


__ADS_2