Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 29


__ADS_3

Mama Carissa dan Daffina sudah pulang ke rumah. Sedangkan Daffa masih tertinggal, dan menunggu istrinya. Sebab dokter meminta agar Sekar di rawat selama dua puluh empat jam di rumah sakit


Sekar menatap Daffa yang masih asik berselancar pada layar ponselnya. Sekar menghela nafas berat, niatnya untuk bersikap cuek pada suaminya ia urungkan, sebab jika dirinya cuek, dihadapkan dengan suaminya yang memang cuek, maka tidak akan terjadi apapun, dan ia memilih untuk kembali menebalkan muka, dan membesarkan hati jika suaminya berbicara ketus atau bersikap tidak baik padanya. Ia berdehem, untuk mengalihkan perhatian suaminya, dan berhasil, Daffa mendongak dan menatap Sekar yang ada di atas brankar


"Aku lapar, bisakah kau belikan aku makan?" tanya Sekar


"Merepotkan" gumam Daffa, ia lalu beranjak dari duduknya, dan mendekati istrinya "Mau makan apa?" tanya Daffa


"Bubur"


Daffa memelototkan matanya, mana ada penjual bubur di malam hari seperti ini "Aku tidak pernah melihat penjual bubur pada malam hari" ucap Daffa berusaha sabar

__ADS_1


"Kalau begitu sate" ucap Sekar cepat, dan tanpa kata Daffa segera menuju pintu untuk mencarikan sate sesuai pesanan istrinya "Aku ingin sate Madura yang di buat oleh orang Madura langsung" pekik Sekar saat Daffa sudah berada di ambang pintu, dan hal itu membuat Daffa melihat kearahnya dengan tatapan kesal


"Jangan melangkahi batasanmu" ucap Daffa untuk ke-sekian kalinya


"Aku ini sedang sakit, jika aku tidak sakit maka aku akan mencari sate untukku seorang diri tanpa harus merepotkanmu. Tapi jika kau memang tidak berniat menolongku, maka aku akan..." Sekar mengulurkan kakinya yang sehat ke bawah brankar dan hendak turun. Namun Daffa dengan segera kembali menaikkan kakinya


"Tunggu disini"


Daffa keluar dari ruang perawatan istrinya dengan wajah yang ditekuk menahan kesal. Dimana ia harus mencari sate Madura yang di jual oleh orang Madura langsung? Jika bukan karena takut terjadi apa apa pada wanita yang berstatus istrinya itu, ia tidak akan sudi untuk keluar dan mencari makanan yang di inginkan wanita itu. Akhirnya Daffa keluar menuju parkir, dan mulai menjalankan mobilnya


Daffa mengintip dari dalam mobil, dan melihat seorang penjual yang tampak mengipas dengan sesekali menanggapi pertanyaan orang orang yang sedang mengantre di hadapannya. Dapat ia pastikan bahwa kali ini ia menemukan sasarannya, Sate Madura. Daffa berjalan melalui samping, dan mendekati penjualnya yang tampak masih mengipas sate diatas panggangan

__ADS_1


"Maaf Mas, ini sate Madura bukan?" tanya Daffa bodoh


"Iya, ini Sate Madura Mas"


"Mas, asli orang Madura?" tanya Daffa lagi yang hanya dijawab anggukan oleh penjualnya, sebab ia tengah fokus pada panggangan daging di depannya


"Mas mau beli? Kalau mau beli harus menunggu antrean Mas, soalnya pembelinya lagi ramai" ucap laki laki tersebut


Daffa menatap para pembeli yang sudah menyusun barisan masing masing. Bisa dipastikan jika dirinya ikut mengantre, maka ia akan pulang larut malam, karena jumlah antrean yang sangat banyak. Ia akhirnya mendekati penjual itu kembali dan berbisik di telinga penjualnya, dan setelah itu ia mendapat anggukan dari laki laki itu


"Bapak, Ibu maaf. Mas ini izin duluan karena ini permintaan istrinya yang lagi hamil, tidak apa apa ya" ucap penjual tersebut, pada rombongan antrean, dan beruntungnya para pembeli itu dapat mengerti, dan mengizinkan.

__ADS_1


"Terimakasih sekali lagi Mas"


Daffa segera kembali menuju mobilnya setelah mendapatkan satu porsi sate Madura sesuai keinginan istrinya. Tidak sia sia ia mengatakan bahwa istrinya sedang mengidam, hingga akhirnya ia bisa dengan mudah mendapatkan sate tersebut. Daffa menaruh bungkusan sate tersebut di kursi sampingnya, dan dengan segera tancap gas untuk kembali menuju rumah sakit


__ADS_2