Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku

Kugapai Cintamu Mr.Cuek-ku
Bab 53


__ADS_3

Daffa melajukan mobilnya menuju kediaman mereka. Setelah tiba di rumah, keduanya lekas masuk kedalam, dan langsung menuju kamar. Daffa segera mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi, meninggalkan Sekar yang terlihat kebingungan. Sebab, seingatnya suaminya mengatakan akan memberitahu sesuatu padanya, tapi mengapa suaminya justru masuk kedalam kamar mandi?


Sekar tidak mengajukan protes apapun. Yang ia lakukan adalah menunggu suaminya yang sepertinya tengah membersihkan diri. Beberapa menit berlalu, akhirnya kini suaminya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono


"Bersihkan diri dulu, nanti aku akan memberitahumu tentang sesuatu yang aku maksud" ucap Daffa sembari berlalu menuju ruang ganti


Sekar yang mendapat perintah, akhirnya melaksanakannya tanpa bantahan. Beberapa menit berlalu, kini Sekar juga keluar dari kamar mandi dengan tampilan yang lebih fresh. Tanpa kata, ia segera berlalu menuju ruang ganti, dan mengganti pakaiannya. Selesai berpakaian, kini Sekar duduk di meja rias, dan meraih hairdryer untuk mengeringkan rambutnya

__ADS_1


Daffa yang melihat Sekar meraih hairdryer dengan segera beranjak dari sofa, dan berdiri dibelakang Sekar "Kemarikan hairdryer-nya, biar aku yang mengeringkan rambutmu" pinta Daffa


"Mas..." Sekar tampak mengamati wajah suaminya dari kaca meja rias, memastikan apa yang barusaja ia dengar bukanlah sebuah halusinasi


"Biar aku yang mengeringkan" Daffa meraih hairdryer tersebut, dan dengan telaten mulai mengeringkan rambut istrinya. Setelah selesai, ia mematikan hairdryer tersebut, dan mencium pucuk kepala istrinya "Ajari aku dengan melakukan hal kecil seperti ini"


Sekar berbalik masih dengan posisi duduk di kursi riasnya. Ia mendongak, menatap wajah suaminya yang kini juga menatap dirinya. Sebesar inikah usaha suaminya? Ini adalah inisiatif paling besar yang pernah suaminya lakukan. Ini memang hanya hal kecil, hanya sebatas mengeringkan rambut, tapi entah mengapa tindakan suaminya tersebut justru membuat hatinya menghangat. Ia bangkit dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh tegap sang suami, dan kembali satu kecupan ia labuhkan di wajah tampan suaminya.

__ADS_1


Tangan Daffa terulur untuk menyentuh wajah istrinya. Ditatapnya manik mata itu dalam dalam, sejak perkenalan antara dirinya dan Sekar saat itu, ia sudah sangat terpikat dengan mata hitam kelam milik istrinya. Hanya saja, kebenciannya yang sangat besar berhasil mengalahkan kekagumannya


"Aku sudah berjanji padamu untuk memperbaiki hubungan kita, dan ini adalah caraku"


"Terimakasih" Sekar kembali menghambur kedalam pelukan suaminya.


Daffa menepuk punggung istrinya. Ia faham apa yang dirasakan istrinya saat ini, karena ia juga menyadari betapa dirinya selalu menampilkan wajah yang tidak bersahabat pada istrinya selama ini. Namun satu hal hebat yang sangat Daffa kagumi dari istrinya ini, ia tidak pernah menganggap serius dengan apapun kata kata pedas yang pernah dirinya ucapkan

__ADS_1


"Sudah, ayo aku akan menunjukkan sesuatu padamu" Daffa mengurai pelukannya, dan beganti dengan menggandeng tangan istrinya. Daffa membawa istrinya kedalam ruang kerjanya, ruangan yang paling ia larang untuk di masuki oleh siapapun, termasuk Daffina, kembarannya


Sekar menatap ruangan besar itu dengan mata yang sibuk melihat kesana dan kemari. Disana terdapat banyak sekali alat musik, dan tropi penghargaan yang berjejer rapi. Tidak lupa, beberapa foto glamor Adik Iparnya menghiasi ruangan tersebut. Mulai dari foto foto kecil berbentuk polaroid, hingga beberapa foto yang di cetak lumayan besar yang di pajang di samping tropi penghargaan tersebut. Mata Sekar terus memindai seisi ruangan, hingga tepat di samping pintu, ia melihat adanya foto yang paling besar diantara banyaknya foto yang ada disana


__ADS_2