
"Memang kita akan kemana Mas?" tanya Sekar bingung, sebab pagi pagi sekali suaminya sudah menyiapkan pakaian untuknya. Sebuah tunik dengan rok sebagai bawahannya, tidak lupa suaminya juga menyiapkan satu buah jilbab sebagai pelengkap
"Aku ingin mengajakmu mengunjungi Masjid Agung Baitul Makmur" jawab Daffa sembari membenarkan tampilannya
"Masjid?" Sekar mengerutkan alisnya pertanda ia belum mengerti
Daffa membalik tubuhnya "Aku ingin mengajakmu mengunjungi wisata religi yang banyak di rekomendadikan di kota Meulaboh ini. Aku ingin melihat bangunan megah yang telah masuk kedalam daftar salah satu dari seratus masjid terindah di Indonesia. Apa kau keberatan?"
"Bukankah aku pernah mengatakan bahwa aku akan ikut kemanapun kau pergi, jadi mengapa aku harus keberatan jika aku akan pergi bersamamu"
Daffa tersenyum senang. Selain bersikap apa adanya, ini juga salah satu yang Daffa sukai dari istrinya. Daffa segera menggandeng tangan istrinya, dan keluar menuju Masjid Agung yang ingin ia kunjungi itu
Beberapa menit menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Kini Daffa dan Sekar telah tiba didepan sebuah bangunan masjid yang begitu indah. Masjid yang kerap menjadi tujuan wisata religi bagi para wisatawan, sebab Masjid ini sangat dikenal dengan bangunannya yang megah dan arsitektur yang bergaya perpaduan Timur Tengah, Eropa dan Asia
__ADS_1
Gaya arsitektur Timur Tengah dapat dilihat dari bentuk mihrab yang di dominasi warna coklat dan nuansa ke-emasan dengan ornamen khas Islam. Sedangkan gaya Eropa dapat dilihat dari dua gerbang utama masjid, gaya arsitektur tersebut mirip dengan monumen Arch De Triomph yang terletak ditengah kota Prancis, Paris. Sementara itu gaya Asia dapat dilihat melalui tiga kubah utama yang di apit oleh dua kubah menara air berukuran lebih kecil. Kepala kubah yang berbentuk bulat dengan ujung yang lancip menjadikan masjid ini begitu populer
Daffa menggenggam tangan istrinya dan masuk bersama menuju ke dalam masjid. Melihat bnyaknya hal menakjubkan yang tersaji didepan mata, membuat decakan kagum yang luar biasa keluar dari mulut Sekar "Masjid ini sangat indah Mas"
Daffa tersenyum "Kau menyukainya?"
"Sangat"
Daffa mendekat pada istrinya, dan membawa wanita yang sangat ia cintai itu kedalam pelukannya "Aku juga sangat menyukaimu"
Daffa melepas rengkuhannya, dan kembali membawa sang istri melihat masjid indah tersebut. Sepanjang perjalanan mereka melihat lihat keindahan masjid, tidak hentinya decakan kagum keduanya utarakan. Setelah menghabiskn waktu beberapa jam untuk melihat lihat masjid tersebut, kini mereka duduk berhadapan dengan seorang Kiai yang ada disana
"Mmm... Pak Kiai, saya ingin memperdalam ilmu agama saya bersama istri saya dengan pak Kiai" ujar Daffa mengawali pembicaraan
__ADS_1
"Tentu nak, apa yang ingin kau tanyakan"
"Begini Pak Kiai, saya dan istri saya menikah karena perjodohan. Lalu apa pandangan Islam terhadap perjodohan?" tanya Daffa
"Pada dasarnya tidak ada ketentuan dalam syariat yang mengharuskan, atau sebaliknya melarang perjodohan. Islam hanya menekankan bahwa hendaknya seorang Muslim mencari calon istri atau suami yang Shalih dan Shalihah. Sebenarnya pernikahan melalui perjodohan ini sudah ada sejak zaman Rosulullah Saw, Aisyah Ra yang saat itu masih kanak kanak di jodohkan oleh ayahnya kepada Rosulullah Saw. Setelah baligh, barulah Ummul Mukminin Aisyah tinggal bersama Rosulullah"
"Lalu bagaimana dengan pandangan Kiai terhadap perjodohan ini sendiri?" tanya Daffa lagi
"Perjodohan oleh orang tua terhadap anknya adalah salah satu jalan untuk menikahkan anaknya dengan seseorang yang menurut mereka cocok. Namun kembali lagi, pilihan yang baik menurut orang tua belum tentu baik menurut anaknya. Sehingga boleh boleh saja bagi orang tua untuk memilihkan calon yang cocok. Namun harus meminta persetujuan dari sang anak, karena pernikahan ini adalah ibadah yang tidak ada limitnya, Pernikahan ini berlaku seumur hidup. Sehingga harus ada keridhoan dan saling menerima dari kedua pasangan. Tapi yang saya lihat, kalian berdua sudah bisa saling menerima"
Daffa menatap istrinya dengan tersenyum, dan dibalas senyuman yang sama oleh Sekar "Aku sangat beruntung memilikinya kiai"
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa baca karya Author yang baru ya, yang judulnya Shanum Hanania. Disana juga ngga kalah menarik kok. Jangan lupa tinggalkan jejak di karya karya Author