Lost Feeling

Lost Feeling
Sleeping


__ADS_3

Langkah kakinya begitu ringan. Perpisahan mereka hanya sementara, dan akan dilanjut malam ini. Sebelum meninggalkan ruangan, terlebih dahulu ia membersihkan Ruang Tengah yang berhamburan berbagai macam minuman dan makanan.


Tatapannya menoleh ke sekitar, "kira-kira Gilver... berada dimana?"


Seusai membereskan ruangan besar itu, ia beralih ke seluruh tempat untuk menutup jendela. Dan menurunkan tirai, lalu beralih ke atas untuk memastikan sesuatu.


"Aku juga tidak melihat Hyunjae, apa pria itu tertidur?"


Selama Hyunjae mendiami Villanya, pria itu mendapat perintah lain dari pemilik rumah. Yaitu menggunakan kamar lain, bukan kamar miliknya. Lazel juga tidak ingin membagikan apapun pada pria mengerikan sepertinya.


Saat kakinya mulai menelusuri koridor lantai dua, secara tidak sengaja ia melihat pintu kamar Hyunjae yang tidak tertutup rapat.


Lazel berjalan pelan dan berinisiatif untuk menutup pintu kamar Hyunaje, "wah~ dia bisa tertidur setelah mendengar tawa Kara seperti Nenek Si-" ucapannya terpotong setelah melihat kehampaan dari kamar tersebut.


"HEH! DIA TIDAK DISINI!"


...◇• •◇...


Setelah mengetahui Hyunjae tidak berada di kamarnya, Lazel memutuskan untuk memeriksanya di kamarnya sendiri.


Dan sesuai perkiraan, pria bertubuh besar itu tengah tertidur pulas di atas ranjang dengan menggunakan boneka jerapahnya sebagai alas.


Kedua tangannya terkepal kuat, serta kedua matanya menyala bagaikan binatang buas di malam hari, "bajing*n ini... apa dia tidak puas dengan ranjang, sehingga harus menggunakan salah satu mainanku?" Batinnya kesal.


Ia mendekat ke arah pria itu dengan langkah pelan.


Kaos hitam, celana berwarna abu-abu, serta kedua mata yang terpejam. Bahkan pakaiannya sedikit terbuka karena pergerakkan tangannya.  Tumpukan boneka juga berhamburan di sekitarnya, Lazel yang melihatnya ingin marah namun ia berusaha menahannya sebisa mungkin.


Lazel menghentikan langkahnya dan menatap pria itu dari jarak yang cukup dekat.


"Sial! Aku berhutang saran padamu!" Ucapnya dalam hati dengan kesal.


Menurut waktu yang berjalan. Lazel menduga jika Hyunjae tertidur setelah kedatangan Vicy dan Kara, dan belum terbangun hingga saat ini. Awalnya hal ini bermula dari saran yang diberikan oleh Hyunjae padanya, jika pria itu tidak mengatakan apapun, mungkin dirinya tidak dapat memiliki teman di seumur hidupnya.


"Kalau begitu... aku akan mencari jas hitam yang akan ku gunakan malam ini."


Wanita berkaos biasa itu berjalan mendekati lemari pakaian lalu mencari sebuah jas yang diinginkan di sela-sela pakaian gantung lainnya.


Hingga beberapa saat ia menemukan pakaian yang sesuai dengan keinginannya, "hahaha! Aku menemukannya!" Ucapnya dalam hati.


Drrt!


"????" Wajah cantik itu menoleh ke sebuah lemari kecil yang berada di samping ranjang, "bukankah itu... ponselnya?"


Getaran ponsel itu mungkin akan membuat Hyunje terbangun. Sebenarnya tidak masalah baginya, namun pria berambut hitam itu selalu mencoba untuk mencari masalah dengannya. Mau tak mau ia mencoba untuk menghindari permasalahan kecil dengannya.


Perlahan ia berjalan menuju meja itu lalu meraih ponsel abu-abu itu dengan tangannya.


"..............." melihatnya saja membuat raut wajahnya berubah. Entah mengapa jika berhubungan dengan gadis itu selalu membuatnya merasa muak. Padahal masalah apapun yang terjadi di antara kedua orang tersebut bukanlah bagian dari masalahnya.


"Apa aku harus mengangkatnya?" Perasaannya sedikit bimbang dan ragu. Hingga ia menatap ke arah Hyunjae yang masih tertidur, "jika tidak, mungkin dia akan marah padaku,"


Lazel mendudukkan dirinya di pinggir ranjang, yang tidak jauh dari Hyunjae, "bukannya apa... aku hanya berusaha untuk menghindari masalah dengannya, dan mulai fokus terhadap masalah pribadiku sendiri."


Rasa keraguannya hanya akan membuat sesuatu yang tidak diinginkan semakin menjadi. Mau tak mau ia harus mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


Dengan satu tarikan nafas yang pelan, serta berusaha menyusun kalimat yang benar. Ia pun menekan tombol hijau pada layar tersebut lalu menempelkan ponsel itu pada telinganya.


"Ha-"


^^^"Hyunjae?! Apa kau disana? Mengapa kau terus mengabaikan panggilanku?"^^^


"??!!" Lazel sedikit terkejut pada ucapan yang dilontarkan oleh Heul, "mengabaikan? Jadi selama ini..." ia menatap Hyunjae yang mengubah posisi tidurnya dengan membelakangi dirinya.


^^^"Hei! Mengapa kau diam setelah mengangkat panggilanku? Setelah sekian lamanya kau mengabaikanku akhirnya kau mau mengangkat panggilan ini."^^^


Wanita bernama Heul itu terus berbicara tanpa henti sehingga membuat Lazel bingung harus menjawab apa.


Lazel meneguk liurnya, "jadi... apakah ini adalah kesalahanku? Karena aku mengangkat panggilannya?"


^^^"Hei! Mengapa kau-"^^^


"Hyunjae tertidur." Ucapnya tiba-tiba dan membuat ucapan gadis itu terpotong.


^^^"H-Hah?! Siapa ini?! Mengapa kau tidak mengatakannya dari awal?!"^^^


"Ah~ gadis kecil ini... kau terus berbicara tanpa henti, sehingga tidak memberiku ruang untuk berbicara sedikit pun," batin Lazel dengan sedikit kesal. Namun ia berusaha untuk tetap bersabar, "Aku Lazel, apa ada sesuatu yang ingin kau katakan? Aku bisa menyampaikannya pada-"


"!!!!" Sebuah tangan yang berukuran besar menarik dirinya hingga terhempas ke atas ranjang.


Dengan wajah yang masih terlihat berantakan merampas ponselnya dari tangan Lazel lalu membiarkan wanita itu berada di bawahnya dengan tangan kiri yang menghalangi tubuh wanita perak itu agar tidak melarikan diri.


Ia menempelkan ponsel mewah itu di telinganya, "jangan hubungi aku lagi." Ucapnya singkat pada seseorang yang menghubunginya melalui ponsel itu.


Kalimatnya benar-benar singkat dan jelas. Bahkan ia tidak bisa mendengar balasan dari Heul pada ucapan pertama Hyunjae. Lagipula pria yang berada di atas Lazel itu langsung memutuskan panggilannya begitu saja lalu melemparkan ponselnya ke sembarang arah.


"A-Anu... bisakah kau melepaskanku?" Kini Lazel merasakan sesuatu dari Hyunjae. Salah satunya adalah tatapan pria itu, ada sebuah situasi dimana dirinya tidak boleh bertindak sembarangan. Ia dapat merasakannya langsung, bagaikan peringatan. 'Bergerak sedikit saja, tamat riwayatmu'.


"Mengapa kau mengangkat panggilan itu?"


"I-Itu karena..." bahkan membuat alasan pun sangat sulit ia lakukan. "Memangnya apa lagi dasar bodoh! Jika gadis itu menghubungimu dan aku yang melihatnya, bukankah hal yang wajar untuk mengangkatnya?! Bahkan jika orang lain ada di posisiku mereka pasti melakukan hal yang sama!" Saat ini kalimat kesalnya belum bisa keluar dari mulutnya.


"Karena?" Hyunjae mengulangi kalimat Lazel sehingga semakin mendekatkan wajahnya pada wanita tersebut.


"K-Karna dia menghubungimu." Jawabnya cepat.


"Hn?"


"Bukankah hal yang wajar mengangkat panggilan dari orang lain? Lagipula aku juga tidak tahu harus mengangkatnya atau tidak." Jawabnya dengan terang-terangan, meskipun berbeda dengan apa yang dia pikirkan sebelumnya.


Lazel memalingkan wajahnya ke samping dan mencari kemana ponsel mahal itu melayang.


"..............." ia melihat leher jenjang Lazel yang kini berada di bawahnya, mungkin jika sebuah tindakan liar datang, bisa saja ia meninggalkan sesuatu pada leher tersebut.


Tanpa disadari, ia mendekatkan wajahnya pada leher mulus itu.


"Hei." Wajah Lazel kembali menatap Hyunjae yang berada di atasnya.


"!!!!" Wajahnya seketika menjauh saat Lazel kembali meluruskan pandangannya.


"Bisakah kau menyingkir?" Tanya Lazel dengan kerutan kesal di dahinya.

__ADS_1


"Pukul berapa sekarang?"


"Langit masih terang, mungkin dua jam lagi kita akan-"


"Kalau begitu ayo lanjut tidur." Ujar Hyunjae lalu merebahkan sebagian tubuh besarnya pada Lazel. Ia cukup tahu diri pada berat badan yang dia miliki, oleh karena itu ia tidak terlalu membebani wanita tersebut.


"Ha? Hei! Hei!!" Lazel meronta dan berusaha melepaskan tangan besar itu yang menyilang ke salah satu bahunya.


"Zzzzz"


"Astaga, apa dia benar-benar tertidur lagi?" Tanya Lazel dalam hati sambil memperhatikan wajah Hyunjae yang menempel pada lengan kanannya.


"Haaah~ pria ini benar-benar merepotkan." Keluhnya.


Awalnya ia cukup khawatir jika jerapahnya akan terkena aroma masam dari tubuh Hyunjae. Namun setelah benar-benar di sergap oleh pria itu, dugaannya salah, aroma tubuh pria itu sangat harum. Sebenarnya Lazel sudah mengetahui aroma itu sedari dulu, tapi dirinya terus menyangkalnya.


"Kau wangi sekali." Ucap Hyunjae yang menenggelamkan wajahnya pada lengan Lazel.


Lazel memperhatikan posisi tidur Hyunjae yang telungkup, "hei, apa kau bisa bernapas jika mengambil posisi tidur seperti itu?"


"Kau khawatir?"


"Tidak," jawabnya langsung. Dalam beberapa detik ke depan, ia merasakan sesuatu pada dirinya, "perasaan ini lagi."


"Jika kau tidak tidur maka menyingkirlah! Aku ingin mandi!" Ucap Lazel yang kini emosinya perlahan terlihat.


"Hm? Apa kau ingin memikat pria lain dengan aromamu?"


Wanita itu menaikkan salah satu alisnya, "apa maksudmu?"


"Kau sudah sangat wangi,  jika kau mandi, mungkin aromanya akan semakin menyengat." Suara Hyunjae sedikit tenggelam karena wajahnya yang terhimpit.


Lazel semakin bingung dengan ucapan Hyunjae, "aku sama sekali tidak memahami aroma apa yang kau katakan!"  Ia melepaskan pita kupu-kupu yang mengganjal di belakang kepalanya, "cepat menyingkir."


"Zzzzz"


"Jangan berpura-pura." Ucapnya kesal.


Dengan amarahnya, ia pun melepas paksa lengan besar itu darinya.


"B-Berat sekali tangannya," dengan upaya yang besar, akhirnya tangan itu berhasil terlepas darinya. Ia pun melihat Hyunjae yang kini menutup kedua matanya kembali. "T-Ternyata dia benar-benar tidur." Tuturnya dalam hati.


Perlahan ia bangkit dari ranjang dan menarik satu persatu helaian rambut peraknya yang tertindih oleh tubuh Hyunjae. Belum lagi lengan kanannya yang ia gunakan sebagai penutup wajah.


Setelah benar-benar terlepas, ia menatap wajah Hyunjae yang begitu tenang dalam tidurnya.


"Ck! Wajahnya sangat jelek," ucapnya lalu berjalan ke arah lain dan mengambil ponsel itu kembali. "Aku tidak menyangka jika ponselnya akan terhempas sejauh ini." Sambungnya yang meraih ponsel abu-abu tersebut, tepat di depan jendela besar kamarnya.


"Haah~ aku mau mandi." Ucapnya kesal lalu perlahan meninggalkan kamarnya dan beralih pada kamar lain.


...◇• •◇...


Rambut peraknya tergerai panjang ke belakang dengan kedua sisi kanan kiri rambut yang sedikit terkait ke belakang kepalanya. Sebuah pita kupu-kupu berwarna perak dengan sayap biru langit menghiasi rambutnya.


Jas berwarna hitam dengan kemeja dalam berwarna putih. Ia menggunakan celana sebagai bawahan. Lazel memang sosok yang berbeda dari kaum perempuan yang ada.

__ADS_1


Namun sosok cantiknya tidak dapat pudar begitu saja. Iris pinknya yang dia miliki begitu menggoda, bulu-bulu matanya yang tipis panjang menghias wajahnya hingga semakin indah.


"Hoi, mengapa kau tidak membangunkanku?"


__ADS_2