
Kedatangan mereka membuat suasana menjadi sunyi dan juga sedikit riuh. Namun keriuhan itu tidak membuat keadaan semakin risih.
Keluarga Pietra sudah tidak mungkin asing di para telinga Manusia. Hanya saja terkadang mereka sulit mengenali wajah Tuan atau Nona dari perusahaan tertentu.
"Lazel~" sapa seseorang yang berlari ke arahnya.
Wanita berambut perak itu pun menoleh, lalu mendapati seseorang yang memanggil dirinya, "Vicy!" Ucapnya dengan wajah yang berbinar.
"Hei! Aku tidak diajak?" Bisik Kara yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Shh! Kau harus bekerja." Ejek Lazel.
"Gzzz, wanita ini mengesalkan sekali." Tutur Kara dalam hatinya.
Ruang Utama dengan nuasa putih itu telah dihiasi dengan berbagai macam pernak-pernik, sehingga warna putih tidak terlalu hampa untuk dilihat.
"Tuan dan Nona Pietra." Panggil seseorang sehingga membuat pemiliki nama itu menoleh.
"????" Seorang pria yang masih dibilang muda itu mendekati Lazel dan juga Hyunjae.
Tangannya terjulur sambil memperlihatkan ekspresi wajahnya yang terlihat ramah, "lama tidak melihatmu, Tuan Eun." Ucap Hyunjae sambil menjulurkan tangannya.
Lazel yang berdiri di belakangnya menaikkan salah satu alisnya, "Eun?" Ia sempat memikirkan nama familiar itu, "ah~ dia adalah Kepala Keluarga Hojung."
"Ah! Bukankah Anda adalah Lazel Pietra?" Kini Eun berpaling pada Lazel yang berdiri di dekat Hyunjae.
"Ya, lama tidak melihat Anda." Kini wanita berjas hitam itu melangkahkan kakinya dan membalas jabatan Eun.
"Hahaha! Syukurlah Anda masih mengingat Saya." Ucap Eun yang sangat ramah.
"Hm, aku hampir melupakan wajahmu." Tutur Lazel dalam hati dengan ekspresi tersenyum.
Yang ia ketahui, Eun Hojung adalah keluarga yang mampu menandingi Pietra. Meskipun anggota keluarga mereka cukup sedikit, mereka memiliki satu-satunya Putra yang dapat di andalkan.
"Benar juga, apa Nezra dan Adam Pietra berada disini?"
"Oh! Mereka su-"
"Haah~ aku kenyang." Seseorang datang entah dari mana dengan wajah yang lesu.
"????"
"Oh, Lazel! Maaf Ibu tidak menyambutmu." Nezra yang mulai kembali ke Ruang Utama langsung menemukan Menantunya, yaitu Lazel.
Hyunjae yang melihatnya harus menahan malu sebisa mungkin, "Ibu pasti baru menyelesaikan makannya." Ucapnya dalam hati.
Seperti biasa, Nezra sangat menyayangi dan terlalu terobsesi pada Lazel. Kedatangan Adam dan Nezra sudah terlebih dahulu tiba sebelum kehadiran Hyunjae dan Lazel. Untuk saat ini mereka belum mendapatkan kabar dari Hyunji, namun pria yang dua tahun lebih tua dari Hyunjae itu berkata, jika dirinya akan menyusul.
"Biarkan aku memuaskan rasa penasaranku," kini Lazel kembali membuka suaranya. "Aku sangat penasaran, pada Putra satu-satu yang dimiliki oleh Keluarga Hojung." Sambungnya dengan senyumannya yang terlihat memikat.
...◇• •◇...
Kediaman mewah itu semakin ramai, sebenarnya tidak ada yang mengetahui tujuan jelas dari pertemuan itu. Eun yang merupakan Kepala Keluarga dari Hojung menyebarkan surat undangan pada seluruh pihak penting, salah satunya adalah Keluarga Pietra.
Meskipun Eun baru menunjukkan dirinya sekarang, banyak rumor yang beredar jika Putranya sudah mendiami negara itu dalam waktu yang cukup lama, sedangkan kedatangan Eun juga telah diketahui, meskipun hanya desas desus saja.
Rasa penasaran yang diucapkan oleh Lazel membuat semua orang juga berharap hal yang sama. Media Massa terakhir kali meliput Putra Hojung saat dirinya masih berumur lima tahun. Semenjak meninggalnya Istri Eun pasca kelahiran Putranya, ia tidak pernah menyembarangkan apapun mengenai Putranya, bahkan semua orang hampir tidak mengetahui siapa Putra Eun Hojung sebenarnya.
__ADS_1
"Hm... yang ku ingat rambutnya kuning keemasan, sama dengan Eun baji-Hojung." Ujar Nezra yang mulai berkomentar.
Lazel memperhatikan wajah Eun yang masih segar bugar itu, "berarti anak itu memiliki rupa yang tidak jauh berbeda dari Ayahnya." Pikirnya.
"Tentu saja, aku akan memanggilnya."
Para tamu yang berkumpul mulai berdesakkan karena merasa penasaran. Hal itu juga terjadi pada Vicy dan juga Kara, keduanya sama hebohnya seperti yang lain.
Lazel mengeritkan dahinya dan mulai berpikir, "sepertinya... ada yang aneh disini."
"Yaah~ sebenarnya Saya sudah berada disini." Ucap seseorang yang entah saat ini berada dimana.
Sepertinya kedatangannya begitu pas, bahkan Eun tidak perlu meninggalkan ruangan tersebut.
"Saya tidak menyangka jika begitu banyaknya orang ingin melihat wajah yang kumiliki."
"????"
"S-Suara ini..."
Suara ketukan langkah kaki mendekat ke tengah ruangan sehingga memberikan ruang baginya.
Vicy dan Kara. Mereka berdiri di dekat Lazel dengan minuman yang ada di genggaman mereka masing-masing. Sebelum benar-benar menyaksikan sesuatu yang tak diduga, mereka akan meneguk satu ka-
"Selamat Malam~ perkenalkan, Saya Gyuu Hojung." Pada akhirnya sosok misterius itu mulai menampakkan dirinya dengan kepercayaan diri yang tinggi.
BYUUUR!!
Semua orang terkejut, belum lagi ketiga perempuan yang saling berdekatan itu menyemburkan minuman mereka hingga terlihat seperti air mancur.
Lazel menggenggam gelas kaca itu dengan erat sambil memperhatikannya dengan teliti, "E-E-E..." bahkan dirinya tidak bisa mengeluarkan kalimat yang benar.
"H-Hei, mengapa aku ikut menyemburkan minuman juga?" Tanya Kara pada dirinya sendiri.
Mungkin firasat awalnya itu memang benar, terutama dari aroma rumah yang begitu familiar baginya. Dan sekarang... rasa penasarannya itu terbayar.
"EGIS?!" Ucap Lazel dan Vicy bersamaan dengan nada yang tinggi.
"Egis?" Hyunjae menoleh dan menatap Lazel, "apa maksudmu?"
"H-Hehehe." Pria berkemeja biru malam itu hanya terkekeh.
...◇• •◇...
Kini beberap meja bundar telah di sediakan di Ruang Tengah tersebut. Namun... untuk satu meja akan diletakkan di ruangan khusus.
Di sebuah ruangan nan luas terdapat meja yang terdiri dari Hyunji, Hyunjae, Lazel, Vicy dan juga... Egis atau Gyuu sebagai perwakilan lainnya.
Hyunji yang baru saja tiba berusaha menyesuaikan dirinya pada acara dadakan itu. Sedangkan Hyunjae masih merasa bingung dengan panggilan Lazel pada Gyuu.
Sebenarnya Vicy ingin mengatakan dan bertanya banyak hal pada pria berambut kuning itu, namun sepertinya momen ini sangat dibutuhkan oleh Lazel, karena wanita itu sendiri hampir membongkar acara itu dengan amukannya.
Brak!
Tangan kirinya baru saja menggebrak meja itu dengan kuat, wajahnya tetap terjaga namun emosinya sudah berkeliaran.
"Egis... tidak... maksudku Gyuu," kini tatapannya terfokuskan pada pria yang selalu ia tunggu kehadirannya. "Bisakah kau menjelaskan hal ini padaku?" Tanya Lazel yang menurunkan tangannya sebisa mungkin.
__ADS_1
Melihat Lazel yang hampir mengeluarkan tanduknya, mau tak mau Gyuu akan menjelaskan semuanya pada Lazel serta tujuan utamanya.
Seperti yang telah diketahui, Egis Pardon dan Gyuu Hojung, mereka adalah orang yang sama. Lebih tepatnya lagi, Gyuu melakukan penyamaran saat berada di bawah pimpinan Perusahaan Aplic Pietra yang dipimpin oleh Lazel.
Ketidak hadirannya yang cukup lama itu berkaitan dengan sebuah negara yang besar, yaitu Rusia. Eun membutuhkan bantuan Putranya dalam bernegosiasi dan pertemuan untuk menjalankan bisnis bersama. Sama halnya yang dilakukan oleh Pietra.
...◇• •◇...
Menurut penjelasan dari Gyuu, Hyunjae sedikit mengingat sesuatu. Ada hari dimana ia tidak sengaja melihat dan mendengar nama Egis dari Lazel. Dan... drinya tidak menyangka jika orang itu adalah Gyuu, seorang Putra satu-satunya yang dimiliki oleh Keluarga Hojung.
Hyunjae juga menilai tindakan Gyuu yang begitu melewati batas. Ia membuat Lazel percaya dengan kata-katanya, sehingga menjadi salah satu pegawainya. Bisa saja Gyuu adalah mata-mata dari Keluarga Hojung.
"Hei, apa kau memata-matai kami?" Kini Hyunjae memusatkan pandangannya pada Gyuu.
"Bisakah kau menjelaskan permasalahan ini pada kami? Jujur saja... meskipun dekat, kami tetap menganggap kalian sebagai saingan." Sambung Hyunji.
Sedangkan Lazel yang berada di samping Hyunjae hanya bisa melipat kedua tangannya dan memberikan tatapan yang sama, "aku tidak akan menghalangi perdebatan Gyuu dan Hyunjae, apapun yang dilakukan oleh pria ini, dia sangat salah." Batinnya.
"Hei~ hei~ dengarkan dulu penjelasanku," Gyuu yang kini terpojok justru memperlihatkan raut wajahnya yang santai. "Yang kalian ucapkan itu benar, tapi... itu hanya rencana awalku."
"Rencana awal? Apa aku bisa mengutarakannya dengan rencana yang gagal?" Ucap Lazel yang semakin tidak menyukai sisi sebenarnya dari Gyuu, "Egis... tidak, Gyuu. Aku tidak menyangka jika kau melakukan ini padaku."
"Aku ingin... berbicara empat mata dengan Lazel." Ucap Gyuu yang sedikit memasang raut wajah bersalah.
Hyunjae yang berada bersama mereka seketika naik pitam, "hah?! Kau pikir aku akan mengizinkannya?!" Bentaknya, sehingga harus berdiri dari duduknya.
"Baiklah, aku akan mendengarkannya." Jawab Lazel.
"Haha~ terima kasih."
"Hei!-"
"Hyunjae, awalnya ini adalah kesalahanku," ia berpaling dan menatap Hyunjae yang berada di sampingnya dengan tatapan datar. "Biar aku yang menyelesaikannya." Sambungnya.
Bukan seperti ucapan, melainkan ancaman. Semuanya pun mau tidak mau meninggalkan ruangan itu. Hyunjae yang ingin melepaskan pukulannya itu berhasil mendapatkan ketenangan dari Hyunji.
Semua orang pergi, sesuai dengan permintaan Gyuu dan perintah Lazel. Ruangan itu semakin sunyi dengan kehampaan, namun aura yang berasal dari Lazel bukan main-main.
Bahkan Gyuu dapat mengetahui jika Bosnya itu saat ini sangat marah saat mengetahui sesuatu yang bersifat fakta.
"Aku akan menjelaskannya," kini Gyuu membuka suara. "Tapi... kumohon jangan benci diriku." Sambungnya dengan senyuman yang sedikit miris.
...◇• •◇...
Ketiga orang itu berdiri di depan teras kediaman Hojung, bersama dengan para Bodyguard Hyunjae.
"Aku tidak menyangka jika Gyuu merupakan bawahan Lazel." Ujar Hyunji yang mendapatkan penjelasan dari Vicy.
"Dia sangat hebat untuk menutupi kebenaran mengenai dirinya. Bahkan aku dan Nona sama sekali tidak mengetahuinya." Ucap Vicy yang merasa khawatir pada Lazel yang saat ini sedang berbicara empat mata dengan Gyuu.
"Hyunjae, jika kebenaran ini sama sekali tidak termasuk dalam kesalah pahaman, Lazel harus menerima kesalahannya." Ujar pria yang memiliki wajah yang hampir menyerupai Hyunjae.
"Hah?! Kau berpihak pada bajing*n itu?!" Kini ia berteriak pada Kakaknya sendiri.
Hyunji menaikkan salah satu alisnya, "Kau pikir siapa yang terlibat disini?"
"Omong kosong! Pria keparat itu pasti mengatakan banyak kebohongan pada Lazel!" Hyunjae berusaha agar Lazel benar-benar tidak terlibat dalam urusan ini, "aku tahu jika Lazel itu merupakan wanita yang berkarisma, tapi kepolosannya itu bisa saja membuat siapapun mengelabuhi dirinya."
__ADS_1
Kini yang lebih Hyunji khawatirkan semakin menjadi, "kira-kira... apa yang akan Ibu katakan."