
Sepertinya hukuman ini sangat sesuai dengannya, setelah menuruti segala kemauan Hyunjae, kini ia berhasil berangkat menuju kantornya, meskipun pria itu tetap keras kepala untuk mengantarnya. Dan yang lebih hebatnya lagi, Lazel mampu menahannya tanpa memberontak sedikit pun.
"Memangnya apa yang pria ini alami saat dia meninggalkan rumah? Sikapnya begitu aneh." Tuturnya dalam hati dengan wajah yang menoleh ke samping.
Kesabarannya benar-benar diuji saat ini, bahkan dirinya tidak memberanikan diri untuk melawan.
Lazel melihat dari pantulan kaca mobil dan mendapatkan wajah Hyunjae dari sana. Ia dapat melihat jika pria berkemeja lengkap itu terus tersenyum dengan raut wajahnya yang tenang.
"Ck! Aku semakin membencinya!"
...◇• •◇...
Di sebuah rumah mewah yang jauh dari Villa Lazel maupun Hyunjae. Dimana Keluarga Pietra mendiaminya dengan beberapa orang serta dengan kehadiran pelayan rumah yang cukup banyak.
"Hyunji! Selamat pagi~" sapa Ibunya yang melihat kehadiran Putranya yang baru saja bersiap untuk pergi bekerja.
"Ibu? Kupikir kau sudah berangkat." Ucap Hyunji yanh berjalan mendekati Ibunya.
Nezra mengangguk dengan senyuman hari-harinya, "hm, aku akan berangkat saat ini. Jadi bisakah kau mengantarku?"
"Jika aku mengantar Ibu... berarti dia akan pulang larut malam." Batin Hyunji yang mulai mengkhawatirkan Ibunya.
"Ayo~ ayo~" kedua tangan kecil itu mendorong punggung besar Putranya.
"Dia tidak akan membawa kendaraan di malam hari, terkadang rasa kantuknya datang begitu saja."
Adam saat ini mungkin masih tertidur, pekerjaannya merupakan ketua dari Mafia Malam. Oleh karena itu dirinya akan beroperasi di malam hari dibandingkan siang hari. Sedangkan Nezra, meskipun dirinya adalah seorang Dokter, namun ia memiliki Dokter lainnya di Rumah Sakit. Oleh karena itu jika mengambil cuti atau liburan tidak begitu sulit.
Dan saat dirinya mulai bekerja tanpa membawa kendaraan, maka ia akan pulang larut malam, atau bahkan hingga matahari terbit.
Sebenarnya hal ini sangat di khawatirkan, Hyunji sudah bersusah payah untuk meyakinkan Ibunya agar berhenti dari pekerjaannya. Namun sisi keras kepalanya sama dengan Hyunjae, dan yang bisa dia lakukan hanya mendukung dari belakang dan memberinya semangat.
"Oh iya, apa yang kalian bicarakan tadi malam?" Tanya Nezra.
"Kami? Oh, maksud Ibu dengan Hyunjae?"
"Hm~ hm~" angguknya.
Hyunji menghentikan langkahnya dan membuat wanita yang mengenakan pakaian serba putih itu ikut menghentikan pergerakkannya. Saat ini tatapan Hyunji mendadak serius dan mengeluarkan aura kuat, "apa Ibu tahu... aku saat ini pandai dalam pakar cinta." Ucapnya dengan kebanggaan tiada batas.
"Ahahahaha~" dengan senang hati Nezra memberikan tepuk tangan yang bahagia pada Putranya. "Tapi... mengapa kau belum menikah hingga-"
"Ayo kita pergi." Sela Hyunji yang membukakan pintu mobil untuk Ibunya.
"Hei~ apa tidak ada yang tertarik denganmu? Tapi itu mustahil... kau dan Hyunjae itu sama-sama menawan~ seperti Ibu, kyaaa~"
...◇• •◇...
Mobil itu hanya berhenti hingga di depan perusahaanya saja, karena untuk selanjutnya, Hyunjae akan membawa mobil itu ke kantornya.
Sebelum meninggalkan mobil, Lazel mengecek beberapa dokumen penting di dalam tasnya. Serta merapikan kemejanya.
Hyunjae yang masih berada di sampingnya terus memperhatikan gerak-gerik wanita itu dengan senyumannya yang sedikit, begitulah. Bahkan ia harus memiringkan wajahnya dan meletakkannya di atas ganggang stir mobil lalu memperhatikan Lazel pada posisi seperti itu.
__ADS_1
"Ck! Sepertinya tidak akan sempat." Tukasnya lalu menggenggam pintu mobil dan berniat untuk membukanya, tapi... sepertinya pintu itu masih terkunci karena Hyunjae masih menahannya.
Di saat itu juga Hyunjae mendapatkan tatapan maut dari Lazel, "hei bajing*n, sudah berapa kali kau menghalangi jalanku." Kini Lazel benar-benar berada di batasannya, dimana dirinya tidak bisa menahan kalimat-kalimat cantik dari mulutnya.
Kedua alisnya terlihat menciut, dan posisinya kembali seperti semula, "haah~ kau ini kasar sekali, setidaknya gunakanlah kalimat yang sesuai saat berbicara dengan Suamimu." Keluh Hyunjae dengan wajah yang sedih.
"Ada apa dengan manusia ini? Apa kepalanya benar-benar tidak memiliki masalah?" Pikirnya, "aku tidak peduli, cepat buka kuncinya."
"T-Tidak mau!" Ujar Hyunjae dengan membuang wajahnya ke arah lain.
Urat kekesalannya terlihat di bagian pelipis, "hei! Saat ini aku benar-benar kesal padamu!" Teriaknya dengan kuat.
Lazel terus meminta pada Hyunjae untuk membuka kuncinya. Namun pria itu enggan untuk melakukannya. Sungguh, hari ini mungkin akan banyak cobaan yang menimpa dirinya, dan disaat itulah kesabarannya mulai di uji coba.
Pujian serta kalimat manis yang sudah terlontar dari mulutnya sama sekali tidak menggerakkan Hyunjae dari kesedihannya.
Kedua matanya yang selalu terlihat membesar itu kini kembali berukuran normal dengan memperlihatkan tatapan tajamnya. Rambut peraknya itu sedikit menghalangi pandangannya, namun terasa nyaman jika tetap seperti itu.
"Kurasa tidak pilihan lain."
Kini Lazel meletakkan beberapa barang bawaannya ke kap mobil, lalu mulai bergerak perlahan menuju pangkuan Hyunjae. Tapi sebelum itu, Lazel akan menurunkan posisi duduk Hyunjae lebih rendah agar mudah menjangkaunya.
Hyunjae terkejut saat Lazel mulai bergerak semaunya di depannya, hingga menduduki dirinya dengan mengambil posisi menghadapnya, "a-ap-"
"Shh~" tangan kanannya meraba wajah tampan itu, sedangkan tangan lainnya meraba paha Hyunjae. "Jika kau tidak membukakan pintunya, aku akan..." dengan posisi seperti itu, gairan dapat datang dari mana saja.
Terlebih lagi, dalam posisi seperti itu, Hyunjae tidak menyangka jika Lazel memiliki niat untuk bertindak di luar akal sehatnya. Dan... ia sangat merasa jika di bawah sana tertekan dengan posisi duduk Lazel.
Wajah menggoda Lazel juga sangat baru untuk ia lihat.
"Sialan! Apa yang kau lakukan?!" Bentak Lazel yang lekas berdiri sebelum ada yang melihatnya.
Jendela mobil itu tertutup begitu saja sebelum Lazel mendapatkan barang-barangnya, termasuk kemeja yang sempat ia lepas.
Lazel memukul jendela mobil itu dengan kedua tangannya, "h-hei! Kemeja ku masih di dalam! Barang-barang-"
Syung~
Kemeja dan tas kecil itu terlempar ke luar tanpa memikirkan apapun yang ada di dalamnya.
"Brengs*k... jika aku tidak menangkapnya, laptop ini pasti akan hancur lembur, dasar Hyunjae sialan!"
Setelah itu, mobil merah bergaya LaFerari itu melesat pergi dari sana. Dengan kesalahan yang dia buat, ia hanya berniat pergi dari sana secepat mungkin.
"Aku harus cepat." Ujar Lazel yang merangkul jas luarnya di atas pundaknya lalu berjalan masuk ke kantornya.
...◇• •◇...
Di sebuah jalanan yang ramai dengan pengendara, salah satu mobil yang terlihat mewah itu berjalan layaknya siput. Sehingga orang-orang yang berada di dekatnya atau melihatnya berpikir jika itu adalah mobil mahal, oleh karena itu membawanya juga harus ekstra hati-hati.
Padahal apa yang mereka duga sangat salah, dan tidak sesuai dengan apa yang menimpa pria itu.
Wajahnya saat ini masih terlihat merah, bahkan aroma Lazel sangat menyengat di pakaiannya. Posisi sebelumnya... Hyunjae tidak menyangka jika wanita itu memiliki niat sebesar ini untuk menggodanya.
__ADS_1
Yang saat ini ada di pikirannya adalah, apa Lazel tidak memahami tindakannya itu? Dengan kecerobohannya hanya untuk membuat Hyunjae mengembalikan moodnya sangat berbeda, dengan mengambil resiko sebesar itu, Hyunjae bisa saja menerkam Lazel dan tidak akan membiarkan wanita itu pergi ke manapun.
Dari puluhan wanita yang pernah menggodanya atau berusaha menarik perhatiannya, Lazel merupakan satu-satunya yang berhasil membuat jantungnya berpacu dengan cepat.
Sebuah sensasi... dimana ia masih merasakan kehadiran Lazel yang menduduki tubuhnya.
"A-Aku tidak bisa melupakannya." Ujar Hyunjae yang berusaha menahan malu.
...◇• •◇...
"Maaf Nona, Personal Selling nya akan ditunda."
"T-Tunda?!" Lazel berpikir jika dirinya berhasil menyisipkan waktunya.
"Ya, maka diganti pada pukul delapan malam ini." Ujar Byul dengan membawa laporan pengganti dari beberapa staff.
"B-Baiklah," Lazel harus menerima kenyataan, dimana dirinya harus berada di kantor hingga larut malam. "Hyunjae sialan... jika bukan karena mu, mungkin aku akan menyelesaikan pekerjaan ini sebelum matahari terbenam."
"Kau bisa pergi." Ujar Lazel pada Asistennya atau Sekretarisnya.
"Baik Nona."
Saat ini Lazel mulai berpikir keras mengenai acara malam ini. Personal Selling yang akan diadakan itu akan membuatnya memiliki banyak keuntungan. Beberapa perhiasan yang berhasil dibuat mungkin akan menarik peminat, karena beberapa hiasannya terdapat dari batu-batu yang langka. Lagipula saat merangkainya juga cukup sulit.
Gerakannya tiba-tiba berhenti dan kembali membuatnya berpikir, "t-tunggu dulu, apa mereka sudah menyiapkan beberapa ahli permata atau perhiasan?"
"Oh tidak..."
Wanita berjas hitam itupun bergegas berdiri dari duduknya dan berlari meninggalkan ruangannya.
...◇• •◇...
Kini kembali pada seseorang yang masih sulit untuk menghilangkan rona merah di wajahnya. Ia menggunakan kacamata bundar berwarna hitam dengan kedua rantai di kedua sisi ganggangnya, serta masker penutup mulut dan juga hidung yang berwarna hitam.
Saat ini penampilannya benar-benar tertutup, hingga orang-orang yang berlalu bukab merasa heran, namun merasakan aura hebat dari Direktur mereka.
Hyunjae mempercepat langkahnya dan akhirnya tiba di ruangan pribadinya.
Saat ini tidak ada orang selain dirinya, langkah kakinya terlihat goyah sehingga bernapas saja sangat sulit baginya.
Sebuah cermin yang berada di ruangan itu ia gunakan untuk melihat bagaimana wajahnya saat ini.
"!!!!" Kedua matanya terlihat membesar, serta iris abu-abunya yang sedikit terlihat terang, dan... kedua pipinya yang masih memerah.
"A-Apa aku bisa bekerja dengan wajah seperti ini?"
"L-Lazel, wanita itu sangat berani untuk mengambil sebuah masalah serius denganku." Ujarnya dengan tatapan yang mencoba untuk tegas.
Daripada masalah serius, lebih tepatnya adalah berhasil menggoda dirinya dan membuat ia menuruti ucapan Lazel.
Rambut perak panjang Lazel merupakan daya tarik utama, karena jarang seseorang yang memiliki warna rambut seperti itu. Sedangkan wajahnya adalah penggoda, serta anggota tubuhnya adalah pengekang. Dimana saat dirinya bertindak, siapapun akan luluh di hadapannya.
Sungguh memalukan untuk diingat, namun itu adalah sebuah langkah yang besar baginya dan juga bagi Lazel. Tapi... dengan hebatnya, wanita beriris merah muda itu tidak merasakan apapun selain merasa kesal.
__ADS_1
Hyunjae berusaha menenangkan hatinya, dan mencoba untuk mengeluarkan seringainya, "kira-kira~ apa dia akan terus bertindak seperti ini jika aku menjahilinya?"
Kini tatapan itu penuh dengan kelicikkan dengan memandang pada dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan luar.