
Pertanyaan yang sungguh bodoh, baginya. Menurutnya, hal ini tidak perlu berlanjut dengan serius, oleh karena itu dia mengakhirinya dengan tiba-tiba.
"Aku akan mengurusnya jika dia menyebarkan hal ini," ujar Lazel yang mulai duduk di atas sofa yang tersedia. "Kalau begitu... sudah tidak ada lagi yang ingin ku bicarakan, kau bisa pergi sekarang." Layaknya Ratu yang memerintah seseorang dengan mudah.
Pria yang masih dalam posisi berdiri itu menundukkan wajahnya sedikit, "b-baiklah." Layaknya pelayan yang menunduk pada seorang pemimpin.
...◇• •◇...
Ada seorang wanita yang memiliki ciri-ciri yang unik, hampir di setiap tubuhnya sama sekali tidak terdapat turunan dari orang tuanya. Sesuatu yang lain membuat keunikkannya itu disukai, ditakuti serta dijauhi. Faktor keluarganya yang seperti itulah yang membuat dirinya mengambil langkah besar dalam hidupnya.
Namun bukan hanya dirinya saja, seorang Adik yang memiliki umur jauh darinya juga mengikuti jalan yang ia buat. Sebagai Adik, dia akan melindungi Kakaknya yang melindungi keluarga kecilnya.
Setelah beranjak dewasa, keunikkan itu semakin tumbuh menjadi sosok yang memiliki kelangkaan yang tinggi. Paras cantiknya itu jarang dimiliki oleh orang-orang lainnya.
Rambut perak serta kedua iris mata yang berwarna merah muda caramel itu selalu menjadi pusat perhatian.
Hingga kini... sosok itu menjadi seseorang yang tangguh dalam hal apapun.
Seperti yang sudah dijelaskan, seiring tumbuhnya wanita unik itu, semakin banyak pula yang meletakkan perhatian padanya.
Dan salah satu dari mereka adalah Gyuu. Putra satu-satunya yang dimiliki Keluarga Hojung. Menurut yang diketahui oleh beberapa orang, Eun kehilangan Istrinya dimana saat Gyuu lahir.
Di sebuah balkon yang nampak luas, bahkan ribuan bintang dapat terlihat jelas dari sana.
Seorang pria dengan piyama putihnya itu sedang berdiri dengan sebuah ponsel di tangannya. Kepalanya hanya terlihat menunduk, serta tatapan yang tidak dapat diartikan.
Sepertinya pertemuannya dengan Lazel sedikit berbeda. Dan semua itu setelah dirinya mengakui identitas aslinya dan mengetahui kebenaran di balik hubungan Lazel dan Hyunjae serta... menyatakan perasaannya di waktu yang tidak tepat.
Pernyataan seperti itu sama sekali tidak pantas bagi seorang Gyuu terhadap wanita yang sudah memiliki pasangan. Apalagi mereka sudah menikah selama sepuluh tahun lebih atau mungkin akan beranjak sebelas tahun.
Waktu selama itu... bahkan Gyuu tidak menyangka jika Lazel mampu menahannya selama itu. Hanya perhitungan saja, lagipula Ayahnya mengetahui segalanya, jadi masalah ini tidak terlalu rumit.
Angin disaat itu berhembus cukup kuat, bahkan hingga merontokkan beberapa daun di pohon yang berhamburan di halaman balkon tersebut.
"Haah~ apa yang harus ku lakukan..." sebenarnya Gyuu juga sudah menyadari jika hal ini pasti akan terjadi padanya. Tapi apa boleh buat, sebagai bayaran atas rasa tahunya pada hubungan Lazel dan Hyunjae.
"Sikap Hyunjae yang seperti itu..." tangan kirinya yang menggantung itu terkepal kuat. "Sialan, bagaimana bisa pria itu melakukan sesuatu yang menjijikan."
"Apa... apa Lazel tidak bahagia dengannya?"
"Kalau begitu... apa aku melakukan hal yang salah jika aku berusaha membuatnya bahagia?"
"Jika tidak... kau hanya membusuk dan perlahan akan tidak berguna lagi."
Keluh kesahnya itu sedikit membuat perasaannya menjadi lebih baik. Kesan pertamanya saat bertemu dengan Lazel cukup unik, wanita yang tidak memiliki tonjolan apapun dalam hidupnya, memiliki sesuatu yang selalu dibanggakan, terlihat tegas dalam apapun. Namun nyatanya... ia hanya berusaha menutupi masa lalu serta perasaannya sendiri.
...◇• •◇...
"Terlalu lama... berapa lama lagi aku harus menunggu..."
"Jika seperti ini terus... aku tidak akan bisa melangkah maju,"
"Tahun selalu berganti dengan hal yang sama,"
"Wonhae... bersabarlah sedikit lagi, aku akan membawa kematian orang itu padamu."
__ADS_1
Kematian Wonhae di beberapa tahun yang lalu, hal itu sudah diduga terjadi atas rencana seseorang. Tapi, hingga kini pelakunya sama sekali belum di temukan. Jujur saja, hal ini membuat Lazel sedikit depresi.
Dari balik dinding, seseorang mengawasinya dengan serius. Kedua matanya bahkan selalu memperhatikan gerak-geriknya.
"Apa yang dia pikirkan?" Tanya Hyunjae dalam hatinya.
Terlalu canggung jika dirinya harus ikut serta diisana, melihat Lazel saja sudah dapat ia tebak jika wanita pemarah itu sedang memikirkan sesuatu yang serius. Candaan yang dia buat bisa saja mendapatkan tatapan maut dari wanita itu.
"Haah~"
Pada akhirnya Hyunjae memutuskan untuk berjalan mendekati Lazel yang sedang duduk melamun di atas sofa.
"Apa yang kau pikirkan?"
"!!!!" Mendengar sesuatu dari belakangnya secara mendadak itu cukup mengejutkan baginya. Bahkan ia harus memegang dadanya sendiri dan menatap kesal ke arah Hyunjae.
"Hah? Apa? Apa kau ingin menamparku?" Tanya Hyunjae yang sedikit kesal dengan tatapan wanita itu.
"Boleh?"
"Tentu saja tidak!"
Dua buah gelas yang berisi minuman hangat itu ia letakkan di atas meja dan mulai duduk bersama dengan Lazel.
"Setidaknya kau bisa bercerita denganku." Ucap Hyunjae tiba-tiba sambil meminum cokelat hangat itu.
"Tidak ada yang ingin ku ceritakan." Jawabnya singkat seolah-olah tidak terjadi apapun..
"Dia mengabaikanku." Batin Hyunjae dengan memberikan tatapan kesal pada Lazel dan menggenggam erat gelas tersebut.
...◇• •◇...
Ia juga tidak menyangka jika Egis yang waktu itu sebenarnya adalah Gyuu Hojung yang merupakan Putra Eun.
Sulit dipercaya... orang yang sama sekali tidak memiliki ikatan apapun dengannya atau Lazel dapat mengetahuinya semudah ini.
Kini giliran Hyunjae yang mulai berpikir keras mengenai Gyuu.
"!!!!" Seolah-olah mengetahui sesuatu, bahkan ia melebarkan kedua matanya. "Prrrrf!" Minuman cokelat itu keluar bagai air mancur.
"??!!" Lazel terbelak saat melihat Hyunjae yang tiba-tiba menyemburkan minumannya dari mulutnya sendiri, "hei, sebenarnya apa yang kau pikirkan hingga melakukan itu?" Tanya Lazel dengan tatapan curiganya.
Pria itu meraih tisu dan membersihkan wajahnya serta pakaiannya dan membalas tatapan Lazel, "jangan-jangan..."
"Jangan-jangan? Ada apa dengan jangan-jangan?" Tanya Lazel yang mulai merasa penasaran, "tunggu, kalimatku sepertinya aneh untuk di dengar." Sambungnya dengan suara yang pelan.
"Dia memata-mataimu?" Ujar Hyunjae yang menatap Lazel dengan serius.
"Ha? Siapa? Dimana?" Bukannya berusaha memahami, justru Lazel sama sekali tidak mengerti satupun kalimat yang dilontarkan oleh Hyunjae.
Kedua tangannya menapak di atas meja dan menatap Lazel dengan serius dan heboh, "pria itu... pria kuning itu, dia pasti memata-mataimu saat masih menjalankan rencana awalnya, sehingga mengetahui kebenaran dari hubungan kita berdua." Ujar Hyunjae dengan kepercayaan dirinya yang tinggi.
"..............."
"Sudah kuduga! Pria itu sangat licik! Dia pasti memata-matai mu dan memperhatikan seluruh gerak gerik mu selama ini!"
__ADS_1
"Arrgh! Bagaimana bisa aku tidak memikirkan hal ini sebelumnya!" Kini dengan hebohnya, Hyunjae terus mengungkapkan pendapatnya mengenai Gyuu dengan suara lantangnya.
Lazel masih dalam keadaan tenang. Kedua tatapan itu terlihat datar dan juga terlihat hampa saat mendengar celotehan panjang dan memukau dari Hyunjae. Seluk beluk hatinya terucap begitu saja seolah-olah semua perkataannya itu benar.
"J-Jadi dia memikirkan hal ini," Lazel masih berdiam diri dan melihat aksi Hyunjae yang masih menghebohkan. "T-Tapi... penilaiannya itu masih salah, aku sependapat dengannya jika Gyuu telah memata-mataiku, tapi..."
"Jangan membicarakannya seperti itu! Seolah-olah dia telah melakukan tindakan kriminal!" Batin Lazel yang saat ini merasa kesal.
"Huft..." sepertinya Lazel akan angkat bicara, sebelum Gyuu akan terkena dampak negatif dari Hyunjae yang memiliki pemikiran datar. "Ucapan serta pendapatmun itu tidak salah." Sahut Lazel sehingga membuat omongan panjang Hyunjae terpotong.
"B-Benarkan! Aku sudah menduganya!" Tukas Hyunjae yang semakin heboh.
"Tapi, ada sebuah kekeliruan dari ucapanmu itu." Ujar Lazel sambil melipat kedua tangannya.
"Hm?"
"Dia mengetahui sejauh ini pasti karena dia memata-mataiku, akan tetapi... ada alasan yang mungkin lebih kuat dari ini."
Hyunjae menunggu saat-saat itu, dimana ia akan mengetahui alasan lain dibalik tindakan Gyuu.
"Dia menyukaiku, begitulah yang ku dengar." Ujar Lazel dengan wajah masa bodohnya serta kelingking yang memasuki salah satu rongga telinganya.
Gelas yang di pegang oleh Hyunjae terjatuh begitu saja sehingga mengotori lantai dan membuat benda kaca itu menyebar kemana-mana.
"Kau ini dramatis sekali! Hentikan! Itu membuatku jijik!"
"Dia... menyukaimu?" Hyunjae mengulangi ucapan Lazel dengan wajah yang sedikit kikuk.
"Yaa, seperti itulah," jawabnya santai. "Lagipula nyalinya begitu kuat sehingga berani menyatakan perasaannya padaku." Sambungnya dengan wajah yang sedikit kesal.
"Apa dia mengatakannya secara langsung padamu?"
"Tentu saja, ck! Jangan terus bertanya, cepat bersihkan serpihan kaca itu sebelum melukai kaki." Ujar Lazel yang seolah-olah sedang memberi perintah pada pelayan.
"..............."
...◇• •◇...
"Ohoo~ dasar sialan, jika aku ada di posisimu mungkin jari itu akan kupatahkan." Ucapannya begitu sadis disaat menonton salah satu siaran yang berisi dengan drama.
Wajahnya begitu terlihat tenang menatap layar televisi dan terus menyahut disaat pemeran itu berbicara.
"BWAHAHAHAHAHAHAH!!" Seketika tawanya menjadi lepas dan menggema di seluruh ruangan, "aku menyukai siaran ini sialan!"
"..............."
Di sisi lain, seorang pria dengan kaos biasa berlengan panjang itu tengah berjongkok dan membersihkan lantai dengan teliti. Kedua tatapannya tertuju pada wanita berambut perak dengan kalung berhuruf L tengah duduk manis ala pria di atas sofa. Posisinya saat ini mungkin sangat menyenangkan, dimana tidak ada seseorang yang berani mengambil remote control darinya.
"Dia menyukaiku, begitulah yang ku dengar."
Hyunjae kembali memikirkan kalimat itu. Disaat ia mulai mengetahui ada seseorang yang menyukai Lazel, rasa amarahnya seketika muncul, namun dirinya masih tidak menyadari alasan dari sikapnya yang seperti itu.
Yang dirinya tahu hanyalah, dirinya hanya sebatas Suami tidak lebih dari itu. Sedangkan sosok yang wanita itu cintai telah tiada, namun hingga saat ini dia masih mencaritahu dalang kejadian waktu itu.
"Lazel, jangan kemana-mana." Ujar Hyunjae lalu pergi begitu saja menuju lantai atas.
__ADS_1
"O-Oh... baiklah," ia tak sempat memberikan penolakan atau pertanyaan karena pria itu langsung pergi begitu saja. "Ada apa dengannya?"