
Pada mulanya, semua orang menyukai benda yang bisa mendapatkan apapun, bahkan benda itu terlihat lemah namun sangat kuat jika digunakan, tak lain adalah uang. Bahkan di zaman yang terus berkembang, semua orang akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya melalui jalur pekerjaan yang sah. Terkadang sesuatu yang menyimpang juga terjadi.
Korupsi besar-besaran, pencurian, penipuan dan hal lainnya. Tapi... terkadang hanya wanita yang memiliki sifat seperti itu, padahal pria juga tidak ada bedanya, itu karena mereka pandai menyembunyikan sifat asli mereka.
Dan mengenai hal ini... Lazel mengorbankan segalanya demi tujuan dan juga demi perubahan dalam hidupnya. Apakah dia termasuk dalam kreteria yang terburuk?
Wanita itu sama sekali tidak menginginkan penilaian dari manusia, oleh karena itu ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang dibicarakan orang lain mengenai dirinya.
Sesuai dengan ucapannya sebelumnya, ia akan menceritakan sedikit dari alasan pernikahannya dengan Hyunjae pada Gyuu.
Lazel juga tidak tahu, mengapa ia sangat mudah menceritakan hal ini pada orang lain? Meskipun seseorang mengetahuinya, setidaknya ia akan tetap menjaga rahasia tersebut.
Untuk saat ini ia membiarkan Gyuu yang mengetahuinya, untuk Kara dan juga Vicy... akan ada saatnya bagi mereka untuk mengetahuinya sendiri.
...◇• •◇...
Setelah penjelasan panjang lebar dari Lazel, ia tidak bisa memberikan komentar apapun. Justru dirinya sedikit terkejut, bagaimana bisa Lazel hidup selama ini dengan keadaan yang menyimpang?
Dari cerita tersebut, Gyuu hanya bisa menyimpulkannya seperti ini, dengan alasan sebesar itu, dengan alasan Lazel masih mampu menjalaninya, hal itu karena dirinya memiliki tekad yang kuat. Bahkan tidak pernah berniat untuk bermain-main dengan drama yang selalu mereka buat.
Akan tetapi... Gyuu adalah saksi, dimana dirinya selalu memperhatikan tindakan Hyunjae pada Lazel, namun wanita berambut perak itu selalu menerima apa adanya dan berterus terang.
Tindakan Hyunjae adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh Gyuu, bagaimana bisa dirinya memperlakukan Lazel seperti ini.
"..............." Lazel mulai memperhatikan Gyuu yang mulai berpikir keras mengenai ceritanya yang sedikit suram. "Tidak apa... lagipula aku sudah terbiasa dengan hal ini." Batinnya.
"Jangan memikirkannya terlalu keras, kau bisa gila nanti." Ujar Lazel yang mulai memasuki fase santainya.
"Aku heran..."
"????"
"Kau membuat drama besar ini tanpa diketahui siapapun, namun beberapa dari mereka mengetahuinya. Bagaimana jika salah satu dari mereka akan membicarakannya pada Nona Nezra atau Tuan Adam nantinya?"
"Mudah saja," Lazel masih mampu mengucapkan beberapa kalimat. "Ada dua hal kemungkinan, Ibuku tidak akam percaya dan menganggapnya sebagai candaan, sedangkan yang kedua... jika salah satu dari mereka memberitahukannya, maka... disitulah hubungan kami berakhir."
"!!!!" Gyuu masih tidak menyangka jika Lazel dengan mudah menanggapinya. Padahal hal ini adalah masalah yang serius.
Dengan ini... Gyuu sangat mempercayai seperti apa kehidupan masa kecilnya yang begitu keras, sehingga ia tumbuh menjadi wanita yang tegas.
"Tapi... sepertinya kau tidak boleh menceritakannya pada Ibuku, oke?"
"H-Hm?"
"Jika kau yang mengatakannya pada Ibu Nezra... berarti disitulah pertemanan kita mulai retak." Ujarnya dengan senyuman yang lebar.
"M-Memangnya apa yang akan kau lakukan jika semuanya telah terbongkar?" Tanya Gyuu pada Lazel yang duduk di hadapannya.
"Vicy!! Kau lama sekalii." Ujar Lazel yang melambaikan tangan kanannya pada seorang gadis yang baru saja kembali.
"M-Maaf, tadi sangat ramai, bahkan aku harus mendapatkan pertolongan orang lain untuk melakukannya." Keluh Vicy yang membawa tiga minuman sekaligus.
Kedatangan Vicy membuat Gyuu tidak bisa mendengar alasannya dari Lazel. Atau... perempuan itu hanya mengalihkan pembicaraan?
Intinya... Gyuu sama sekali tidak menyukai jalan pemikiran Lazel dan juga Hyunjae. Ada kemungkinan, jika pertemuannya dengan Hyunjae akan selalu berawal dengan pertengkaran.
...◇• •◇...
__ADS_1
Kedua kakinya melangkah dengan pelan dengan memasang wajah datar. Rambut peraknya itu terlihat berkilau saat bertemu dengan matahar, kemeja panjang berwarna putih dengan kedua kain lengan yang tergulung setinggi siku.
Untuk kesekian kalinya ia terus berpikir, bagaimana bisa dirinya memberitahukan rahasia besar itu pada Gyuu. Waktunya belum tepat untuk membongkar rencana asli mereka, tapi, jika itu yang diinginkan Gyuu, ia tidak bisa menyalahkan pria itu.
Bagaimanapun, semua orang pasti menginginkan kepastian tanpa drama. Setidaknya saat ini hidupnya akan benar-benar dalam masalah besar, dan disertai dengan kewaspaan yang tinggi.
Gyuu itu pintar, sejauh ini... itulah yang diyakinkan Lazel mengenai pria itu.
Saat ia melewati beberapa lantai, begitu banyak pegawai yang menyapa dirinya. Tubuh tingginya dengan setelan yang dia gunakan sangat cocok di tubuhnya, paras uniknya itu tidak pernah terlepas dari kalimat indah dan cantik.
Hingga ia tiba pada ruangannya sendiri. Di ruangan pribadinya itu, Lazel bisa melepaskan semua penatnya tanpa harus ada yang tahu.
Ia melanjutkan langkahnya dan mendekati dinding kaca yang membelakangi meja kerjanya. Dinding itu terlihat besar dan anti goresan apapun, ia melonggarkan dasinya dan juga kerah atasnya sehingga memperlihatkan belahannya dan memperlihatkan dada serta leher putihya yang terhias dengan kalung perak.
Warna kedua irisnya itu terlihat seperti caramel dan juga berlian yang menatap pemandangan luar dari balik dinding tersebut, "aku harus bersiap untuk malam ini."
...◇• •◇...
Semua orang sudah berada di posisinya masing-masing. Beberapa menit yang lalu, Nona Direktur dari perusahaan yang mengelola perhiasan itu sudah bersiap dengan penampilannya yang rapi.
Setiap setahun sekali atau dua tahun sekali, biasanya Lazel akan melakukan Personal Selling. Pembuatan perhiasan atau merangkai berlian tidak semudah itu, oleh sebab itu ia harus teliti untuk membuat atau merangkainya. Dan itu membutuhkan waktu yang sangat lama.
Terkadang jika waktunya cukup cepat, dan memang memiliki permintaan dari masyarakat, ia akan melakukannya selama enam bulan sekali. Dan perhiasan atau berlian itu memang sudah tersedia dengan permintaan mereka.
Di sebuah lantai, dimana perusahaan itu menyediakan panggung dan kursi untuk penonton.
"Whooaa penontonnya banyak juga." Ujar Vicy yang mengintip dari balik tirai.
"Kau benar," kini Gyuu ikut melakukan hal yang sama. "Lazel sangat hebat, dia bisa mengatur semuanya meskipun waktu yang dia miliki begitu padat." Sambungnya.
Vicy menggenggam kedua tangannya dan melihat wanita itu dengan wajah berbinar, "L-Lazel! Kau sangat cantik!" Ucap Vicy dengan wajah yang ceria.
"Hm!" Gyuu kini mulai meniru Vicy dan menganggukkan kepalanya, "maukah kau menjadi-"
"Apa aku harus memanggil staff untuk menghusir kalian?" Sela Lazel dengan tatapan yang sinis.
"K-Kami akan pergi."
Kepergian Vicy dan juga Gyuu membuatnya bisa bernapas dengan lega. Semenjak kedua orang itu mulai dekat dengannya, ia tidak menyangka bahwa akan banyak gangguan yang diciptakan oleh mereka.
"A-Apa ini adalah faktor dari memiliki beberapa teman?" Gumamnya dengan malu.
"Nona, kami akan memulainya satu menit lagi, tolong persiapan diri Anda." Ujar Byul dengan beberapa Staff yang berdiri disana.
"Ya."
...◇• •◇...
Melakukan Personal Selling di malam hari, pasti akan lama melakukannya. Begitu banyak kendaraan yang mengsisi basement dan juga parkiran atas.
Beberapa dari pegawainya ada yang menonton acara itu, dan ada beberapa dari mereka yang harus bekerja di balik layar.
Namun berbeda dengan dua orang ini, yang mereka lakukan hanya duduk manis di belakang layar sambil memperhatikan Lazel yang sedang melakukan Personal Selling di hadapan penonton yang banyak.
"Vicy... sejak kapan kau dekat dengan La-Bos?" Tanya Gyuu yang duduk di samping Vicy dengan posisi santai.
"Hm..." ia berpikir sejenak dan mulai mengingat dimana dia dan Kara mulai berteman dengan Bos Perusahaan. "Sepertinya aku lupa." Ucapnya dengan polos.
__ADS_1
"Kau ini," tukas Gyuu dengan wajah datarnya. "Kalau begitu aku juga ingin menjadi Ke-Temanya!" Ujar Gyuu dengan penuh semangat
"Ke?" Vicy mendengar awal kalimat yang sedikit berbeda.
"Apa saja yang pernah kalian lakukan?" Kini Gyuu akan mencari tahu apa yang dilakukan Lazel selain bekerja dan melakukan drama hariannya.
"Asal kau tahu, selain diriku, Bos juga berteman dengan Bodyguard Tuan Hyunjae."
"H-Hyunjae?!"
"Hm!"
"Seorang pria?"
"Dia wanita, hebat bukan? Bahkan aku saja tidak menyangka jika seorang wanita bisa menjadi Bodyguard."
"..............." Byul tengah berdiri di belakang dua manusia yang sedang duduk di lantai, ia memperhatikannya dengan miris. "Mereka ini berisik sekali... mereka selalu bercerita seperti anak kecil!"
"Tapi aku tidak bisa memarahi mereka, karena keduanya adalah teman dekat Nona!" Sepertinya Byul sedikit depresi dengan posisinya saat ini.
"Berisik, bisakah kalian diam?"
"??!!" Kedua manusia yang terus mengoceh itu akhirnya terdiam setelah mendengar seseorang yang mengatakan seperti itu. Bahkan Byul hampir kehilangan kesadarannya saat mengetahui siapa yang datang.
Gyuu melebarkan kedua matanya pada kehadiran seseorang yang tidak disangka, "k-kau!-"
Dengan cepat Vicy membungkam mulut Gyuu dengan tangannya serapat mungkin.
...◇• •◇...
Suara tepuk tangan sangat riuh, bahkan banyak pujian yang menjatuhi wanita itu. Setelah menghabiskan beberapa jam untuk Personal Selling mengenai perhiasan yang ia tunjukkan, akhirnya usai di tengah malam.
Karena setelah melakukan pertunjukkan itu, Lazel harus menemui secara pribadi beberapa orang yang menawarkan perhiasannya dengan harga yang tinggi. Jika sesuatu berkaitan dengan uang dan berbau uang, wanita itu dapat melakukannya dengan gesit, meskipun saat ini staminanya hampir terkuras.
Personal Selling yang diadakan malam hari itu berjalan dengan baik. Bahkan mereka tidak menyangka jika benda mewah itu telah dibuat dari setahun yang lalu.
Ruangan itu terbuka dan memunculkan beberapa orang, termasuk Lazel sendiri.
"Terima kasih atas kerja samanya Nona." Pria itu mengangkat tangannya sebagai salam perpisahan dan sebagai apresiasi kerja sama.
Lazel membalasnya dengan senang hati, "dengan senang hati Saya menerima kalimat itu, besok Anda bisa mengunjungi kantor ini, sesuai dengan perjanjiannya."
"Haha! Baiklah, Nona muda seperti Anda memang dapat diandalkan."
Beberapa dari pegawainya masih berada disana dan memperhatikan Bos mereka yang masih berbincang dengan beberapa orang.
Setelah para tamunya itu pergi, seketika Lazel tersungkur ke bawah.
"B-Bos!"
"Nona!"
"A-Aku tidak apa-apa, kalian jangan khawatir," ujar Lazel yang menggunakan tangan kanannya untuk berpegangan pada sebuah meja. "Punggungku! Pinggangku! Otakku! Semuanya hampir meleleh~" batin Lazel yang saat ini terlihat sangat menyiksakan.
Pada akhirnya Personal Selling pada malam hari selesai dengan hasil yang memuaskan. Mungkin setelah itu Lazel akan memiliki beberapa persoalan penting untuk para pekerjanya.
"Hm~" seseorang yang berdiri tak jauh dari kerumunan itu hanya memberikan senyuman kecil tulusnya pada kerja keras yang dilakukan oleh wanitanya.
__ADS_1