Love Baby Wolf

Love Baby Wolf
Kebenaran yang Terungkap


__ADS_3

"Loofyn bukan anak kandung Arzen."


Lucy menganga mendengarnya. Serena tidak sedang mengajaknya bercanda. Perempuan itu sedang mengatakan sesuatu yang membuatnya terkejut.


"Nona Serena..."


Serena mulai mengubah posisi duduknya karena ia akan menceritakan sesuatu yang cukup serius. Lucy dibuat tercengang mendengarnya. Kepalanya sudah penuh berisikan pertanyaan-pertanyaan yang timbul mengganggunya.


Namun ia simpan semua pertanyaan itu sampai Serena selesai menceritakan semuanya. Ia duduk menghadap Serena dan mulai mendengarkan semuanya tanpa terkecuali. Lucy tak ingin menjadi orang bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang Arzen dan Loofyn.


"Mohon ceritakan semuanya, nona. Aku tidak ingin terlibat tanpa tahu apa-apa," desak Lucy.


"Baiklah. Aku akan menceritakan kisah yang panjang. Kau harus sabar mendengarkanku karena semua ini saling berhubungan," putus Serena.


Ia menghela napasnya. "Apa kau tahu kalau sebenarnya Arzen anak kedua dari tiga bersaudara?" tanya Serena.


Lucy mengangguk, "Suatu hari Arzen pernah mengatakan padaku kalau dia punya seorang kakak. Tetapi aku tak tahu siapa dan bagaimana kisahnya. Dia terlihat tak suka menceritakan masalah keluarganya," ungkapnya.


Serena mengangguk, "Bahkan dia sendiri enggan terlihat sedih di depanmu," gumamnya.


"Hize de Woove, anak pertama kaisar sebelumnya. Dia adalah kakak dari Arzen dan Venus," ungkap Serena.


Hize adalah seseorang yang sangat berkarisma pada masanya. Karena dia adalah putra pertama kekaisaran sebelumnya maka ia harus menanggung beban yang lebih berat di pundaknya. Ia lebih diandalkan daripada adik-adiknya.


"Dia sangat tampan, mirip Kaisar sebelumnya tetapi lebih tampan dan lebih berkarisma," ungkap Serena.


Banyak tuntutan yang diharapkan dari orang-orang untuk Hize. Tentu saja karena ia adalah pewaris tahta setelah Kaisar sebelumnya, Haven de Woove. Meski begitu Iya tak menganggap Itu semua adalah beban.


Melainkan tantangan untuk memacu semangatnya. Hize dikenal sangat mencintai rakyatnya dan dikagumi seluruh orang pada masa itu. Ia tak kenal ampun membasmi pemberontak, lalu di sisi lain Ia juga sosok yang sangat dermawan pada rakyatnya.


"Suatu hari saat kekaisaran mengadakan kunjungan ke kerajaan kecil kami, Kak Hize jatuh cinta pada kakakku, Carenine de Leux," katanya.


Mereka saling jatuh cinta hingga kemudian menikah di istana kekaisaran. Kisah cinta mereka merupakan kisah cinta idaman semua orang. Siapa yang tidak iri hanya dengan melihatnya?


Hize sangat mencintai Carenine, begitu juga sebaliknya. Suatu hari saat Carenine hamil dan melahirkan Loofyn, banyak rakyat menyambut hangat keduanya. Hize yang saat itu masih muda sudah memiliki calon pewaris tahta.

__ADS_1


"Yah, saat itu istana sedang dalam keadaan yang berbahagia. Aku pun tak henti-hentinya memberi hadiah pada Kak Hize dan Kak Carenine," ujar Serena.


Terbesit rasa rindu di sorot matanya ketika ia menceritakan masa-masa dulu. "Sekarang kau tahu siapa orang tua Loofyn yang sebenarnya, kan?"


Lucy mengangguk pelan. Serena kembali bercerita mengapa Loofyn bisa jatuh hak asuhnya kepada Arzen. Itu juga yang menjadikan Serena menaruh benci pada pria itu.


"Padahal belum genap 1 tahun usia Loofyn. Tetapi tiba-tiba saja terjadi huru-hara di kekaisaran." Raut wajahnya berubah suram.


Hize yang saat itu tengah merawat Carenine dipanggil untuk terjun langsung ke medan perang. Bahkan Carenine masih belum pulih pasca melahirkan. Dan saat itu Loofyn juga sedang masa rewelnya.


Ketidakhadiran Hize membuatnya sedikit kesulitan mengurus Loofyn. Anak itu biasanya akan tenang kalau digendong Hize. Carenine hampir frustasi dan mengalami baby blues kalau saja tidak dirawat.


"Saat itulah Arzen yang masih remaja datang mengunjungi kakakku," ucapnya.


Ia datang lalu menggendong Loofyn dan meninabobokan bayi Loofyn. Baiknya, anak itu langsung tenang. Saat itulah Arzen menggantikan Hize menemani Carenine dan Loofyn.


Sejak saat itu Arzen dan Carenine menjadi lebih akrab daripada sebelumnya. Carenine menyayangi Arzen seperti Serena, adiknya sendiri. Ia juga berterima kasih karena Arzen mau datang membantunya.


"Kata mendiang kakakku, aura Arzen mirip Kak Hize makanya bisa menenangkan Loofyn. Mungkin saat itu ia mengira Arzen adalah ayahnya," ujar Serena.


"Mendiang kakakku langsung berlari keluar saat melihatnya dari jendela kamar. Padahal sebelumnya ia menggendong Loofyn pun tidak kuat karena tenaga melahirkannya belum pulih," ujar Serena antusias sekaligis terheran.


Carenine menangis sejadi-jadinya melihat Hize. Siapa yang tidak sedih ketika melihat orang yang dicintainya terluka parah? Keduanya berpelukan sampai darah Hize mengotori pakaian Carenine.


Serena mulai menangis kalau mengingat kejadian itu. Lucy jadi merasa bersalah karena tak menyangka akan membangkitkan kembali kenangan buruk Serena. Namun perempuan itu yang tetap ingin menceritakannya pada Lucy.


Hize menyuruh Carenine pergi membawa Loofyn ke tempat yang aman. Saat itu pasukan musuh sampai bisa membobol pertahanan istana. Awalnya Carenine tidak mau meninggalkan Hize.


Namun, kakak Arzen itu menyentaknya dan berhasil 'mengusir' Carenine. Ibu Loofyn itu sakit hati karena harus meninggalkan orang yang dicintainya. Ia kembali ke kamar dan merebut Loofyn dari Arzen.


Ia pergi ke belakang istana lalu menghilang. "Mungkin saat itulah ia berhasil berpindah ke dunia manusia dan menitipkan Loofyn padamu," ujarnya meski ia sendiri kurang yakin.


"Aku tak pernah tahu kalau kakakku bisa membuka portal," sambungnya.


Keadaan semakin ricuh karena musuh berhasil membobol pertahanan. Saat itu Kaisar sebelumnya ikut berperang bersama permaisuri. Kekuatan mereka digabungkan hingga berhasil menekan mundur musuh.

__ADS_1


Butuh waktu hampir 1 tahun lamanya hingga akhirnya kekaisaran meraih kemenangan. Namun sayangnya, Kaisar, Permaisuri, dan Hize gugur dalam peperangan. Meski mendapatkan kemenangan suasana istana dalam berduka.


Arzen yang masih remaja itu dituntut untuk meneruskan kekaisaran. Ia menanggung seluruh kekaisaran di pundak kecilnya. Bahkan tak ada waktu untuknya menangisi kepergian anggota keluarganya.


"Dia berlatih setiap hari tanpa henti. Itulah mengapa ia jadi dingin dan angkuh," ujar Serena.


Saat itu juga adiknya masih kecil. Venus belum tahu apa-apa dan hanya mengikuti kakaknya dari belakang. Ia bersembunyi di balik bayangan gagah sang kakak.


Arzen bertekad melindungi adiknya, Venus. Lalu saat itu dewan kerajaan memutuskan untuk menaruh hak asuh Loofyn pada Arzen. Setelah itu ia dinobatkan menjadi kekaisaran dan bukan lagi Pangeran Kedua Kekaisaran.


"Sebenarnya ini bukan salah Arzen. Aku tak menerimanya karena saat itu mentalku terguncang. Seluruh anggota keluargaku habis dibantai musuh," ujar Serena sedih.


"Kehilangan kakakku sangat membuatku terpukul. Apalagi saat tahu aku tak diperbolehkan mengasuh Loofyn," imbuhnya.


Arzen sengaja melakukannya karena ia tahu Serena sedang terguncang batinnya. Tak mungkin ia dipasrahkan untuk merawat Loofyn yang masih kecil. Walau saat itu mereka tak tahu keberadaan Loofyn dan Carenine.


"Ah, seharusnya aku menyadari niat baik orang itu sebelum menyimpan dendam padanya..." keluh Serena menyesali perbuatannya.


Lucy mengelus punggung Serena dengan lembut. Ia berbagi simpati agar bisa merengkuh gadis yang rapuh itu. Di balik sikap nyentrik dan pemarahnya ada luka yang ia simpan.


"Selama ini dia pura-pura membenci Arzen," pikir Lucy.


Serena mendongak, "Kau tahu siapa musuh mereka saat itu? Kerajaan Hwooxeas yang menentang kekaisaran dan ingin merebut kekuasaan," lirih Serena.


"Apa? Lalu saat ini mereka kembali menyerang karena ingin merebut kekaisaran lagi?!" sahut Lucy.


"Ah, bagaimana ini?! Aku tak ingin kejadian kelam itu terulang lagi!" rutuk Serena.


"Nona Serena, terima kasih sudah menceritakan semuanya padaku. Aku akan berusaha merawat Loofyn dan menjaganya meski tak sepandai mendiang kakakmu," ucap Lucy.


Keduanya saling berpelukan melepas tangis. Sesak di dada seolah buyar begitu saja. Mereka saling menguatkan satu sama lain.


"Apa Arzen tak memberitahumu kalau Loofyn bukan anak kandungnya?" tanya Serena.


Lucy menggeleng, "Tidak, meski begitu aku yakin dia menyembunyikannya karena memiliki alasan, kan? Aku percaya padanya," sahutnya.

__ADS_1


"Apa kau mencintai Arzen?"


__ADS_2