
Terjadi keheningan di dalam kelas, seluruh siswa-siswi hanya memperhatikan mereka sambil berbisik apa yang terjadi. Kenzi menatap Hiro dengan senyum miringnya “ Siapa kamu? Ikut campur urusanku dengan Miki “
Tangan Miki bergetar ketakutan, ia tidak tahu bahwa Kenzi dan Hiro akan bertengkar di depannya.
“ Siapa aku, kamu tidak perlu tahu! Yang terpenting, kamu telah menyakitinya. “ jawab Hiro mata yang melotot kearah Kenzi.
“ Hah! “ Kenzi mendorong bahu Hiro secara terus menerus sambil berkata. “ Itu tidak ada urusannya dengan kamu, aku bilang! “
Hiro sudah tidak bisa bergerak lagi, di belakang tubuhnya sudah ada sebuah loker yang menahan tubuhnya. “ Kalau sekali lagi kamu ikut campur, kamu akan mati. “ ancam Kenzi dengan menarik kerah baju Hiro.
“ Hahaha. “ tawa Hiro dengan nada menyebalkan. “Apa ini cara kamu? Sangat kekanakan. “
Situasi yang semakin tidak karuan membuat Miki mendorong tubuh Kenzi agar menjauh dari Hiro, ia menghalang Kenzi kembali agar tidak mendekati Hiro lagi. “ Cukup, ikut aku. “ ujar Miki yang menarik lengan Kenzi keluar dari kelas.
Dan mulailah perbincangan dan gosip-gosip di dalam kelas, Akira hanya mendesis kesal mengira bahwa kejadian tadi adalah sebuah drama yang sedang ditunjukkan.
“ Apa tadi drama, Rei? “ tanya Akira mendekati Rei. “ Diam! “ seru Rei yang menatap wajah Akira dengan sinis.
Miki menarik lengan Kenzi sampai di atas atap dan melepaskannya. “ Sebenarnya, kamu kenapa sih! “
“ Dia ikut campur urusanku denganmu. “
“ Tapi tidak seharusnya kamu bertengkar dengannya! Lagipula, kamu memang salah. “
“ Aku salah? Jadi kamu membela dia? “
“ Bukan aku membela dia, kamu tahu kalau aku tidak suka dipaksa kan? Tapi kamu malah memaksaku lagi. “
“ Itu karena kamu tidak bercerita kepadaku! “
__ADS_1
“ Bukan aku tidak ingin bercerita, aku butuh waktu. Kamu tidak mengerti itu? “ ucap Miki dengan mata yang berkaca-kaca. Kenzi yang merasa bersalah mencoba mendekati Miki, tetapi Miki memundurkan langkah kakinya.
“ Maaf, aku butuh waktu sendiri. “ kata Miki keluar dari atap. Kenzi hanya memberantakkan rambutnya sambil menjerit dengan kuat.
4:30 p.m
Kemarin, Miki sudah bercerita kepada Ibunya apa yang harus ia lakukan dengan situasi saat ini. Apakah ia harus terus berjuang tanpa putus asa atau membiarkan mereka? Dan Anna berbicara bahwa Miki harus berjuang keras dan menghadapinya dengan keteguhan hati.
Dan kali ini, Miki sudah menyiapkan hatinya kembali dengan berbicara kepada Mayumi. Ia memasuki lapangan basket dan para anggota basket putra dan putri mulai memperhatikan kearah Miki.
Mereka berbisik-bisik tentang kenapa Miki berada disini, padahal seharusnya tidak karena ia sudah ditolak.
“ Miki. “ panggil Rei yang mencoba mendekati. “ Ah, ini perempuan yang membuat drama tadi pagi ya? “ Akira dengan nada menyebalkan mendekati Miki.
“ Bagaimana dramanya? Apakah lancar? “ Akira berjalan memutari tubuh Miki.
“ Dimana Mayumi-senpai? “ tanya Miki yang tidak ingin berlama-lama.
Miki mengeluarkan kertas formulir yang sudah ia benarkan kembali dan memberikannya kepada Mayumi sambil berkata dengan tegas “ Saya ingin masuk club! “
“ Ingin masuk club? “ Mayumi mengambil formulir dari tangan Miki dan ingin merobeknya kembali tapi tertahan saat Miki dengan cepat juga mengambil lagi.
“ Maaf senpai, senpai tidak bisa merobeknya begitu saja. Ada seseorang yang begitu keras untuk merapihkan ini kembali. “ jelas Miki.
Mayumi menyeringai kesal. “ Lalu, kamu tidak akan diterima jika tidak memberikan formulir. “
“ Senpai. “ Miki berjalan mendekati Mayumi dan berbisik tepat ditelinganya. “ Apa senpai takut bersaing dengan saya, mangkannya tidak ingin menerima saya? “
“ Hah? Kamu telat memberikan formulir begitu lah peraturannya. “ Mayumi tidak suka mendengar perkataan Miki yang sangat sombong.
__ADS_1
“ Lalu, bagaimana kalau besok kita tanding one on one? Senpai merupakan ace ketiga bukan saat SMP? Jadi, lebih baik selesaikan ini dengan pertandingan basket. Jika, saya menang tidak perduli apapun peraturannya saya akan masuk club ini. “ tantang Miki yang membuat seluruh anggota langsung membicarakan mereka.
“ Deal. “ Mayumi menerima tantangan dari Miki. Lalu, saat Miki mencoba keluar dari lapangan ia terlupa mengatakan sesuatu. “ Ah lupa. “ Miki memberhentikan langkah kakinya.
“ Kalau saya menang, senpai tidak perlu formulir ini karena formulir ini sangat berharga untuk saya. “ ujar Miki sambil melangkahkan kakinya.
Tangan Mayumi terkepal dengan emosi yang menyulut, ia tidak percaya bahwa akan ditantang oleh adik kelasnya sendiri apalagi menurutnya Miki adalah seorang rivalnya.
Karena sewaktu SMP kelas 2, Mayumi merupakan Ace kedua. Namun, setelah kedatangan Miki, ia menjadi Ace ketiga dan orang-orang mulai membicarakannya kalau dirinya kalah dengan seseorang yang lebih kecil darinya.
Perkataan orang-orang lah yang membuat Mayumi terus menekan dirinya, tapi sekuat apapun Mayumi menekan diri. Ia tidak pernah menjadi kedua, selalu menjadi ketiga.
Sedangkan Miki, hatinya sudah tidak kembali teguh. Ketika keluar dari lapangan basket, seluruh kakinya lemas tidak berdaya. Untuk pertama kalinya, ia menantang seseorang.
Itu adalah hal yang mustahil untuk Miki.
“ Kenapa aku malah berbicara seperti itu. “ keluh Miki menepuk pipinya.
Lalu, seorang lelaki berjalan di depannya. “ Hiro! “ panggil Miki mendekati Hiro, ia ingin melupakan semua perkataan tidak sopan nya kepada Mayumi dan semoga saja Hiro bisa membantunya.
“ Kamu mau kemana? “
“ Berlatih. “ jawab Hiro.
“ Berlatih apa? Baseball? Sepak bola? Basket? Volly? Atau apa? “ Miki penasaran.
“ Renang. “
Tampak kekaguman di wajah Miki, kesukaannya sama dengan Riyo. “ Wah “ kagum Miki. “ Kalau begitu, apa aku boleh ikut? Ada hal yang harus aku bicarakan juga. “
__ADS_1
“ Terserah. “ kata Hiro membiarkan Miki mengikutinya dari belakang.