
Melihat foto Hiro yang sedang tidak sadarkan diri membuat Miki langsung berlari menuju tempat yang sudah diberikan Nobu kepadanya yaitu rumah Hiro.
Dengan tergesa-gesa tanpa meminta izin kepada Lim dan Anna, Miki terus berlari dengan harapan tidak terjadi apa-apa.
Air mata Miki menjatuhi pipinya, ia merasa sangat khawatir dengan keadaan Hiro. Miki takut, takut untuk kehilangan Hiro.
Banyaknya orang yang berlalu-lalang membuat Miki tidak sengaja menabrak seseorang dan terjatuh, lututnya terluka tapi ia terus berlari dengan perasaan khawatirnya.
Sampainya disana, sebuah apato kecil milik Hiro yang terletak cukup jauh dari kediaman Miki. Ia menekan bel dan Nobu membuka pintu dengan wajah yang begitu menakutkan.
Tanpa berlama-lama, Miki langsung masuk dan menghampiri Hiro yang sudah tergeletak di lantai tidak sadarkan diri.
“ Bangun Hiro, bangun!! “ Miki menepuk pipi Hiro mencoba untuk membangunkan Hiro, tapi tetap saja tidak terbangun. “ Kenapa dia tidak bangun?! “
“ Tenang saja, saya hanya memberikan anestesi kepadanya. Dia tidak akan sadarkan diri dalam beberapa jam. “ jawab Nobu mengeluarkan pisau kecilnya. “ Terus kenapa kamu telat memberitahuku? “
Tubuh Miki bergetar ketakutan, rasa cemas sudah tampak dari wajah Miki. “ Apa Anda yang tadi sore memberi pesan kepada Hiro? “ Miki mencoba mengalihkan pembicaraan.
“ Iya, saya dengan pesan bahwa saya akan membunuhmu. “ kata Nobu tertawa terbahak-bahak. “ Dasar anak muda, perasaannya sangat berlebihan. “
“ Tapi saya juga sama dengan kalian. “ lanjut Nobu yang membuat Miki mengerutkan alis tidak mengerti.
Tatapan Nobu berubah menjadi hangat saat melihat foto Arlene yang berada di meja, ia mengambil dan mengusapnya di dada. “ Arlene, aku rindu kamu. “
“ Anda sudah gila!! “ seru Miki tidak percaya dengan apa yang ia dengar, orang yang melukai Arlene malah merindukannya.
Apa sebenarnya mau Nobu itu? Melukai Arlene lagi? Kalau begitu Miki tidak boleh memberitahu, tapi ia takut kehilangan Hiro.
“ Gila katamu? “ kesal Nobu menghancurkan seluruh barang yang ada di meja makan, mendengar pecahan-pecahan kaca membuat Miki memeluk tubuh Hiro agar ia tidak terkena luka.
Dan pecahan tersebut menggores lengan Miki, ia mengigit bawah bibirnya menahan sakit. Nobu terus berteriak gila dengan darah yang mendidih di tubuhnya.
“ KAMU TAHU APA SOAL AKU? AKU BERTAHAN DENGAN ARLENE BIARPUN DIA ADALAH WANITA PEMABUK DAN SELALU MENGHABISKAN UANG! TAPI AKU TETAP MENCINTAINYA DAN BEKERJA KERAS UNTUK DIA! “
“ TAPI LIHAT APA YANG AKU TERIMA? KALIAN MALAH MENJAUHKANKU DARI ARLENE. “
“ PADAHAL ARLENE SENDIRI YANG MEMINTAKU UNTUK MENIKAH DENGAN WANITA LAIN. DIA SENDIRI YANG MEMINTAKU UNTUK MENJALANKAN KEHIDUPAN BARU. “
“ APA KAMU TAHU RASA SESAKNYA MERINDUKAN SESEORANG? ITU YANG AKU ALAMI SELAMA 7 TAHUN INI!!! “
“ SI BODOH ITU SELALU MEMBAWA ARLENE AGAR TIDAK MENEMUIKU, SAAT AKU SUDAH MENGETAHUI TEMPAT DIMANA ARLENE BERADA TIBA-TIBA SAJA DIA MEMBAWANYA PERGI LAGI. “ jelas Nobu menjatuhkan tubuhnya dan merintikan air mata.
Terlihat jelas dari wajahnya bahwa dia sangat merindukan Arlene, sosok wanita yang paling dicintainya.
Nobu bukan ingin melukai Arlene, tetapi ia ingin bertemu dengannya karena kerinduan yang tidak bisa lagi ditahan dan membuatnya menjadi gila.
Jadi selama ini Nobu merasakan rasa sakit yang luar biasa, dijauhkan dari orang yang paling dicintainya dan tidak bisa menemukan orang yang paling ia cintai.
Itu adalah luka yang tidak tertahan.
“ Tapi kenapa dulu kamu memukulnya dan memarahinya? “ Miki mencoba mengungkapkan keseluruhan cerita dari Nobu. “ Aku salah... “ Nobu memeluk foto Arlene.
__ADS_1
“ Aku salah memukulnya, membentaknya. Aku ingin bertemu dengannya untuk meminta maaf, bisakah kamu mempertemukan aku? “
Wajah yang penuh harapan, tapi Miki takut kalau sebenarnya itu hanyalah wajah penuh dusta.
“ Aku juga ingin memberikan hasil waris dari perceraianku dengan Arlene, tapi keluarga Mado tidak menginginkannya dan memintaku untuk mengganti seluruh warisan Arlene menjadi kepadaku. “ ucap Nobu. “ Aku tidak bisa melukai Arlene lagi, seluruh hidupnya sudah hancur karena aku jadi untuk terakhir kalinya. Biarkan aku bertemu dengannya ya? “
“ Janji tidak akan melukainya? “ Miki menelan ludah mencoba untuk percaya.
Dan mungkin jika Miki menjelaskan perlahan alasan Nobu ingin bertemu dengan Arlene kepada Hiro, Hiro akan mengerti dan tidak membencinya.
Dengan penuh harapan, Miki mengusap wajah Hiro dan berbisik “ Maafkan aku. “ ia pun memberitahu tempat dimana Arlene berada kepada Nobu, seketika itu pun Nobu langsung berlari dengan pelupuk mata yang basah.
11:00 p.m
Mata Hiro perlahan terbuka, ia melihat Miki yang tertidur di sampingnya dengan menggengam jemari tangannya dengan erat.
“ Miki? Kenapa? “ Hiro kebinggungan, kepalanya terasa sangat berat terakhir kali ingatannya adalah pertengkarannya dengan Nobu. Setelah itu ia sama sekali tidak mengingat apa-apa.
“ Hmm..hm.. “ Miki bermimpi buruk, ia menggengam jemari Hiro semakin kuat. Keringat di wajahnya terlihat, Hiro membopongnya membawa ke ranjang dan mengusap keringat Miki.
Pecahan-pecahan gelas dan piring terlihat berantakan di rumahnya, Hiro segera membersihkannya dengan emosi yang bergejolak.
Apa yang dilakukan Nobu lagi?
“ Hiro? “ panggi Miki keluar dari kamar Hiro dan melihat Hiro yang baru saja keluar dari kamar mandi. “ Miki, kamu sudah bangun? “
Tanpa berbasa-basi, Miki langsung memeluk tubuh Hiro dengan sangat erat “ Miki apa yang terjadi? Nobu melakukan sesuatu lagi? “ Miki hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ Tenang, ada aku. “ Hiro mengusap lembut puncuk kepala Miki.
“ Kemana Nobu? Dia sudah pergi? “
“ Iya. “ jawab Miki.
“ Apa kamu yang mengusirnya? “
Mata Miki melebar, saat ini ia tidak bisa berkata kalau Nobu sudah mengetahui tempat Arelene. Ini bukanlah waktu yang pas.
“ Dia marah-marah sedikit dan langsung keluar. “ bohong Miki, Hiro melihat lengan dan lutut Miki yang terluka langsung segera ia obati dan berikan plaster.
“ Ini pasti karena Nobu ya? “
Tidak ada jawaban dari Miki, ia hanya menatap Hiro dengan mata berkaca-kaca berharap bahwa Hiro nanti akan mendengarkan penjelasan dari Nobu.
“ Hiro, kalau misalkan Nobu ingin menemui Ibumu dengan alasan lain apa kamu tetap tidak memperbolehkannya bertemu? “ tanya Miki penasaran.
“ Tidak, dia tidak boleh bertemu dengan Ibu karena apapun yang terjadi dia pasti akan melukai Ibu. Aku tahu sifat dia bagaimana. “ jelas Hiro membuat Miki terdiam, berarti harapan Miki kalau Hiro tidak akan membencinya musnah seketika.
Miki mendengus manahan nangisnya. “ Aku mau pulang, bisa kamu antarkan aku? “ Hiro mengangguk-anggukan kepala menerima permintaan dari Miki.
Keduanya berjalan bersama di tengah malam yang sunyi dan sepi, sampainya di rumah Miki sudah terdapat Lim, Anna dan Kenzi yang berdiri di depan rumah dengan tatapan khawatir.
__ADS_1
“ Bagaimana ini? “ Miki takut dimarahi kedua orang tuanya.
“ Aku yang akan bilang. “ Hiro berjalan berdampingan dengan Miki yang ditatap sinis oleh Lim. “ Sedang apa berdua sampai malam-malam seperti ini? “
“ Maafkan saya Paman, tadi saya tidak sadarkan diri dan seseorang mengancam saya. Miki datang untuk menyelamatkan saya, sekali lagi saya minta maaf. “ jelas Hiro tidak bohong, orang yang mengancamnya adalah Ayahnya sendiri.
“ Siapa yang mengancammu? “ Anna penasaran.
“ Saya tidak tahu, tapi saya dibius dan kehilangan kesadaran. “ ucap Hiro.
“ Bagaimana Miki menyelamatkan kamu? “ Lim merasa aneh.
“ Dia menelepon polisi, tapi pelaku sudah melarikan diri. “
“ Miki masuk sudah malam! “ perintah Lim kepada Miki yang segera ia ikuti. “ Lebih baik kamu menginap disini dulu, bahaya di rumahmu. “ ajak Anna.
“ Baik. “ Terima Hiro karena takut Nobu datang dan menganggu Miki lagi. “ Tunggu “ cegah Kenzi yang sedari tadi hatinya sudah sangat panas.
“ Biar dia menginap dirumah saya saja, lagipula dia juga teman saya. “ Kenzi berpura-pura bahwa keduanya dekat dengan merangkul bahu Hiro.
“ Yaudah, hati-hati ya.” ujar Lim memasuki rumah bersama dengan Anna.
Setelah Lim dan Anna masuk ke dalam rumah, Kenzi menatap tajam Hiro. Ia tidak percaya apa yang dikatakan oleh Hiro, “ jujur, apa yang terjadi? “
“ Seperti yang aku katakan tadi. “ kata Hiro tidak ingin berlama-lama di luar karena udaranya semakin terasa dingin. “ Apa kamu punya ramen? Aku sangat lapar. “
Melihat kondisi Hiro juga, Kenzi tidak bisa asal nanya ia berjalan masuk ke dalam rumahnya yang diikuti oleh Hiro.
....
Jam sudah menunjukkan pukul 8:30, Kenzi bersama dengan Hiro keluar dari rumahnya untuk berangkat sekolah.
Di depan rumah Miki, sudah ada Miki yang menunggu mereka.
“ Wah aku iri denganmu Kenzi. “ iri Hiro karena selama ini ia tidak pernah berangkat sekolah bersama Miki.
Teng-
Pesan masuk dari ponsel Hiro, ia segera membaca pesan dari perawat rumah sakit. “ Ada seorang pria yang tadi menemani Arlene dan tampaknya Arlene sangat bahagia. “
Melihat pesan yang dimaksudkan dari pria tersebut kemungkinan adalah Nobu, Hiro menatap tajam kearah Miki, ia mendekati perlahan dengan emosi yang tidak tertahan.
“ Kamu yang beritahu Nobu? “ sinis Hiro dengan tatapan yang sangat menakutkan, senyum Miki menghilang sesaat ia tahu pasti hari ini akan terjadi. “ JAWAB AKU!! “ bentak Hiro yang langsung Kenzi dorong tubuh Hiro menjauhi Miki.
“ Kenapa kamu ini! “ pekik Kenzi tidak mengerti.
“ JAWAB AKU MIKI!!! “
“ Iya, aku yang memberitahunya. “ jawab Miki terpaksa, Hiro mendesah kesal dan berlari menuju rumah sakit sambil berkata. “ Sial. “
Tangan Miki terlipat, bibirnya bergetar menahan tangisnya.
__ADS_1
*Maafkan aku Hiro.
Maaf*.